Tiba di Edmonton Airport, saya jumpalitan masuk ke
shuttle bus karena suhu diluar  5 derajad celcius,
sopir shuttle ketawa. Katanya, suhu udara lagi hangat
sekarang…
Dua minggu lalu, suhu udara mencapai - 30 derajad
celcius. 

Ini trip yang paling tidak nyaman rasanya. Selain
dingin, udara yang sangat kering menyebabkan kulit
meranggas dan gatal2 sekujur badan hingga berdarah2
karena digaruk. Perlu setidaknya 3 jam siap2 tiap kali
keluar penginapan, karena setiap pas sudah ready mau
keluar, tiba2 ada bagian tubuh yang gatal dan perlu
dibaluri baby oil. Jadi setiap kali keluar rumah muka
saya selalu dalam keadaan basah kuyub oleh baby oil
dan sunblock tanpa bedak, karena sebentar kemudian
pasti segera kering. 

Pernah saya harus ke washroom (di Canada namanya bukan
loo, bathroom atau toilet) karena gatal sekujur badan,
lalu presenter konferensi yang kebetulan juga ke kamar
mandi menepuk bahu saya, “Don’t worry. It is because
the air is too dry. Even for a Canadian. That’s
normal”. 

Karena harga minyak dunia melambung, Edmonton yang
basis perekonomiannya adalah oil production and
refinery jadi mengalami keuntungan besar. Selain itu,
Edmonton juga berhasil melakukan diversifikasi ekonomi
jadi tidak hanya tergantung minyak. Akibatnya Edmonton
jadi kaya raya dan sangat-sangat membutuhkan pekerja
pendatang (imigran). Sejauh mata memandang, hanya
sekitar 50% penduduk kulit putih, selebihnya berkulit
warna-warni. Di jalan-jalan, bahasa yang terdengar
bukan hanya bahasa Inggris atau Perancis. Walaupun
Edmonton menurut wikipedia adalah ibukota propinsi
yang terpadat di Canada setelah Toronto, rasanya
Singapore masih lebih ramai. Dimana, orang2 bersepatu
roda, skateboard atau bersepeda untuk pergi dari satu
tempat ketempat lain, karena bis hanya 15-30mnt
sekali. Semua orang punya mobil karena sewa mobil
pertahun sangat murah. 

Kota ini memang mengagumkan. Waste Management di
Edmonton adalah yang terbaik di Canada, dan semua dari
inisiatif penduduknya sendiri, bukan oleh pemerintah.
Awalnya, seperti Jakarta, Edmonton adalah komunitas
besar yang tidak peduli. Lalu seorang wanita
menyediakan tanahnya bagi siapa saja yang mau
“membuang” barang2nya, dan mempersilakan siapa saja
yang mau mengambil barang2 2nd hand tersebut dengan
gratis. Inisiatif ini lalu menular ke komunitas, dan
seluruh komunitas mulai peduli thd masa depan
sampahnya. 3R (Reuse, Reduce, Recycle) kemudian jadi
value yang dianut warganya. Setelah issue berjalan,
baru pemerintah mulai melirik dan membangun fasilitas
pengolahan sampah dan WM (perusahaan terbesar di dunia
dalam pengolahan sampah) mulai berinvestasi. Jadi,
semua diawali dari inisiatif warga.  Sekarang banyak
keluarga melakukan composting sendiri di rumah. 

Untuk urusan sampah, tampaknya inisiatif warga adalah
solusi utama. Di sebuah kota kecil di utara Canada,
karena komunitas yang terlalu kecil, pemerintah
menolak datang untuk mengambil sampah warga, karena
bensin mahal. Open dumping (kayak tumpukan sampah
disini) tidak boleh, maka warga yang hanya berjumlah 2
ribu an itu bahu-membahu melakukan waste management
sendiri.


Saya tinggal di Schaffer Hall, dormitory University of
Alberta yang disewakan untuk umum pada musim libur
http://www.uofaweb.ualberta.ca/conferenceservices/nav02.cfm?nav02=23478&nav01=23453
Fasilitas lengkap dgn ruang laundry (CAD1 untuk sekali
nyuci segepok) + pengeringnya (CAD 1,5 utk sekali
ngeringin) dan ruang pantry lengkap dengan kulkas dan
microwave. Sayangnya piring dan perangkatnya gak
disediakan. Rate Scaffer Hall lebih murah dari private
room Edmonton Hosteling International
http://www.hihostels.ca/en/home.aspx  tapi
fasilitasnya jauh lebih baik, hanya saja letaknya
lebih jauh dari downtown. 

Walaupun dapat Courtesy Pass dari panitia supaya bisa
naik transportasi umum gratis, awalnya saya ragu2
untuk naik LRT karena di kartu tidak ada pita magnetic
buat digesek. Lha bagaimana saya keluar gerbang LRT
nanti? Dengan berbekal coin, saya ke stasiun LRT. Eh
ternyata baik kartu dan coin tidak dibutuhkan……siapa
pun, kapan pun, bisa naik LRT dengan gratis dari ujung
ke ujung! Hanya bis yang bayar CAD2,5 sekali naik.
http://en.wikipedia.org/wiki/Edmonton_Light_Rail_Transit

Saya berusaha keras supaya bisa dapat grant ikut 
Konferensi Waste – The Social Context ’08
http://www.ualberta.ca/ERSC/Waste/ karena topic dan
workshop2 nya menarik, salah satunya bagaimana
menggunakan ilmu marketing untuk merubah behaviour
orang supaya lebih ramah lingkungan (Social Based
Marketing) 
http://www.humboldt.edu/~ccat/appropriatetechnology/ZachSP2005/index.html
 Tapi workshop2 itu berlangsung tepat saat2 jetlag
datang. Ini ngantuk biasa, rasanya seluruh system
tubuh automatically shut down……Jadi baru 5 menit duduk
saya sudah “hilang dan tidak” walau sudah dilawan
keras. Rasanya rugi jauh2 ke Canada cuma untuk “hilang
dan tidak”, jadi hari terakhir saya  berusaha keras
untuk tidak “hilang”, dan akhirnya sukes dengar
presentasinya. Tapi, lho…..koq presentasi sudah
selesai? Rupanya saya tadi mimpi dengerin presentasi.
Jadi kawans, kalo punya liburan mepet, rasanya kurang
tepat untuk menghabiskan uang jalan2 ke Amerika Utara,
karena minggu2 pertama pasti jet lag. 

Suatu kali saat pulang ke dorm bareng Pierre,
presenter dari Rwanda, kami berpapasan dengan dua
orang Afrika dari Ivory Coast yang sudah 5 th di
Edmonton dan jadi dosen di University of Alberta.
Salah seorang diantaranya berkata, “Don’t go home!
Work here! This city desperately needs workers.”
Katanya, iklim kerja di Edmonton sangat baik, tidak
ada rasialisme. Bahkan bagi seorang fresh graduate
yang paling jelek pun, pasti ada perusahaan yang mau.
Karena di Edmonton ada kursusnya untuk menaikkan
kualitas skill pekerja. Gaji yang terendah setidaknya
CAD60.000/year, dibayarkan 2 kali seminggu. Katanya,
sangat mudah jadi imigran disini, dan banyak sekali
lapangan kerja. Setelah 2 tahun di Canada, maka kita
akan otomatis dapat citizenship (walau saya rasa pasti
ada tesnya dulu). Canada mengakui landed imigrant jadi
jika tidak ingin pindah citizenship masih bisa bekerja
disana. Tidak usah pakai agen tenaga kerja untuk ke
Canada, semua informasi lengkap di web-web pemerintah
Province of Alberta, pemerintah Canada dan City of
Edmonton. Disitu banyak sekali informasi lapangan
kerja, informasi keimigrasian, dlsb. Jadi ini
jawabannya kenapa banyak sekali ras berwarna disini.
Dia memberikan email nya ke saya supaya teman2
Indonesia yang mau tanya2 bisa email langsung ke dia.
Ah, seandainya info peluang ini disebarkan Departemen
Tenaga Kerja di Indonesia……Dimana-mana, banyak sekali
saya temui Pinoys sebagai blue collar workers. Fresh
Graduates Indonesia, pasti bisa jauh lebih baik dari
ini! 


Salam, 

Tari

YM ID : [EMAIL PROTECTED]
http://kuntarini.multiply.com
http://profiles.friendster.com/kuntarini


      

Kirim email ke