Begitulah ndre, urusan begini antara Singapura-Malaysia pasti tuding  
menuding. Saya tidak tahu apakah Singapura mencatat pekerja dari JB  
(malaysia) yang saban hari pulang balik lewat Causeway. Dan itu  
angkanya lebih besar dari 'pendatang' Singapura yang belanja di JB.  
Kasusnya sama, hanya pp sehari.

Tidak aneh sebenarnya, karena sentimen dua negara ini besar sekali  
berkaitan dengan jembatan perbatasan. Tahun 2006 bahkan rencana  
pembangunan besar2an dari Malaysia ditolak oleh Singapura, dan juga  
dibaalkan sendiri oleh Malaysia. Soal imigrasi keduanya juga adalah  
refleksi 'kemesraan hubungan' tadi. Singapura menuding Malaysia biang  
penyendupan rokok dan jual bensin murah, Sebaliknya Singapura  
menuding supir2 bis/taksi dari Malaysia tukang kebut2an. Walau secara  
de facto, keduanya saling membutuhkan. Pokoknya seperti lagunya Diana  
Nasution Benci Tapi Rindu itu :)

Beda Asean dan Eropa adalah EU sudah mengadopsi Schengen yang intinya  
menggunakan satu kontrol imigrasi untuk beberapa negara. Sedang di  
Asean itu belum diterapkan (atau dipikirkan?). Jadi jika Singapura  
ngga melihat paspor Malaysia, kemungkinan karena mereka sangat  
percaya diri dengan sistem imigrasi. Hanya klarifikasi aja Ndre,  
beberapa kali saya lewat JB, saya lihat semua orang pake paspor entah  
di Woodlands atau JB. Mungkin yang dimaksud Andre adalah semacam  
Kartu Penduduk Malaysia yang bisa dipakai lewat imigrasi secara  
otomatis (seperti cashcard yang di tap di mesin).

Atas saran om Puguh, saya malah menghitung angka jumlah turis tadi  
dengan jumlah penduduk (populasi) per negara. Itu menunjukkan  
indikasi 'kemampuan daya saing" mendatangkan turis. Mo tahu hasilnya?

1. Singapore 233%
2. Malaysia 82.7%
3. Thailand 22.8%
4. Brunei 18.14%
5. Vietnam 4.9%
6. Philippines 3.4%
7. Indonesia 2.4%

Singapura menduduki puncak dengan mendatangkan turis 2X jumlah  
penduduknya yang hanya 10.3juta di tahun 2006. Malaysia selanjutnya  
dengan tingkatan yang cukup fantastis (nah kan ketauan kenapa dua  
negara ini bersaing keras). Indonesia hanya menduduki paling bontot,  
kalah  dengan negara seperti Vietnam, Brunei dan Philippines.

Catatan : Angka visitor dari th 2007, sedang jumlah populasi  
diperoleh data dari 2006.


Sumber :
Wikipedia - List of East Asian and Southeast Asian countries by  
population at http://tinyurl.com/4kn3rf
Wikipedia - Asean- with 2005 population record at http://tinyurl.com/ 
prl3u

Salam,

Ambar Briastuti
www.ceritaambar.com | ym : ambar_briastuti | Adventures. Backpacking.  
Photography.


On 24 Jun 2008, at 01:23, androsa wrote:

> Mbar, data yang disebutkan itu sedikit membingungkan
> terutama untuk data Malaysia
> hal ini pernah dibahas di fordis Thorn Three
> beberapa mengatakan kalau Malaysia memasukkan warga Singapura yang
> berbelanja ke Malaysia sebagai turis
>
> jadinya? angkanya melonjak drastis tis
> bayangkan saja kalau ada orang Singapura beli rokok di Johor Baru, dua
> kali dalam sehari brarti ada 2 catatan
> Jadi ingat cerita seorang pelajar Singapura yang mengatakan kalau
> dipikir2 aneh juga mau pergi ke JB (Johor Baru) harus menunjukkan
> paspor sedangkan di Eropa yang begitu besar malah tidak perlu
> menunjukkan paspor lagi kemana-mana
> Sepertinya data dari paspor itulah yang jadi catatan untuk Malaysia
>
> Salam
>
> Andre
>
> -- In [email protected], Ambar Briastuti
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >
> > Jumlah pengunjung/turis di negara Asean tahun 2007.
> >
> > 1. Malaysia 20.97juta
> > 2. Thailand 14.8juta
> > 3. Singapura 10.3juta
> > 4. Indonesia 5.51juta (meningkat 4 juta dari taon sebelumnya,
> > targetnya VIY08 katanya 6juta)
> > 5. Vietnam 4.171juta
> > 6. Philippines 3.1juta
> > 7. Brunei 179ribu saja
> >


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke