Dear Melysa, Dua2-nya menarik juga sih, kalau ke Vietnam utara bisa lihat Mauseleum Paman Ho, wayang dalam air, dan tentunya Halong Bay.
By the way, Thailand yang "tidak touristic" juga banyak, cuma memang kurang dipromosikan ...lha kurang penggemar... Misalnya: A) Bangkok: 1) Keliling area, melihat kehidupan sehari-hari masyarakat Bangkok. Misalnya area Ban Baht dekat Sao Sing Cha (Giant Swing). Di Ban Baht atau "Monk's Bowl Village" ini penduduknya bekerja khusus membuat wadah sumbangan makan para Biksu. Area Chinatown juga menarik (juga ada jalan yang banyak menjual patung2 ukiran Buddha/Taoisme, dan barang antik), atau Rattanakosin (kalau suka sejarah). 2) Menyusuri kuil-kuil yang lebih hening, seperti Wat Suthat (depan Giant Swing), Wat Yannawa yang seperti kapal Jung, Wat Mahathat yang menyediakan sesi meditasi berbahasa Inggris, dan Golden Mount. Wat Phra Kaeo, Wat Traimit, Wat Pho dan Wat Ben adalah yang ramai turis, karena memang lebih menarik untuk difoto... Pilihlah di luar hari Sab/Ming. B) Luar Kota Bangkok 1) Cha Choeng Sao, sekitar 3/4 jam dari Bangkok, tapi sangat dekat dari airport. Di daerah tua ini terdapat pasar yang sudah berusia 100 tahun, dan kuil tua. Pengunjung bisa naik perahu mengelilingi sungai Bang Pa Kong, yang dahulu merupakan pusat logistik tentara GI saat perang Vietnam. Restorannya enak sekali, dan murah! 2) Kanchanaburi Datanglah ke Tiger Temple, di mana para biksu memelihara macan dan hewan terlantar di alam bebas. Jadi uniknya, macan dan domba ini tidak saling menyerang, hidup damai di alam bebas. Namun para pengunjung tetap diharuskan berhati2 karena mereka tetap hewan liar yang tidak dapat diduga2. Konon kita harus "berhati bersih" saat masuk mendekati kawanan macan ini, jangan jongkok di depannya (nanti dikira celeng kecil tinggal dilahap ;) dan berjalanlah di sampingnya, bukan di depan sang macan. Di daerah ini pula terdapat Bridge over River Kwai, jembatan legendaris yang dibuat tentara Sekutu yang ditawan balatentara Jepang. Ribuan tawanan Sekutu gugur di sini, dan diabadikan dalam JEATH museum. Konon besi jembatan ini diangkut dari pulau Jawa, dan banyak pula romusha yang tewas di sini, termasuk dari Indonesia, China, Birma, dan Malaya. Juga terdapat "floating Nun" di sini, alias Biksuni mengapung... tapi entah mengapa akhir2 ini semakin "matre" jadi kurang saya rekomendasikan. 3) Suphan buri Ini daerah-daerah masih asli zaman dulu. Makanan masih murah (20-30 baht), lalu kita naik perahu sambil bawa makanan ke kuil desa setempat. Kalau di utara, seperti di Chiang Mai - Chiang Rai, masih banyak daerah 'perawan turis', seperti - Homestay di suku Lahu (desa Ban Ja Boo See) atau suku Akha (ban Huai Ki Lek), atau suku Mon (Ban Pha Nok Kok) - Datang ke area Doi Mae Salong, mengunjungi desa Ban Sathi Khiri. Desa ini seluruh penduduknya adalah keturunan prajurit Kuomintang Yunnan Selatan yang kabur ke Thailand setelah kalah dari tentara Kungchangtang Mao Zedong, dan masih mempertahankan adat istiadat China dan urutan pangkat bapak2nya. Uniknya, di tengah Thailand yang Buddhis, desa bercirikan China ini semuanya beragama Islam (penduduk Yunan banyak yang beragama Islam), dan kini menjadi penghasil teh Oolong terbaik di Thailand. Sedangkan di Selatan, kalau ogah dengan keramaian turis di Phuket, cobalah Krabi yang lebih hening, misalnya ke Emerald Pond, atau ke gugusan pulau Hong yang lebih sepi. Di sana masih banyak sekali pulau2 sepi... Tinggal tanya sama si tukang perahu. Namun, area wisata yang sudah "touristic" memiliki manfaat juga, seperti: - Standar kebersihan - Lebih bisa berbahasa Inggris (seperti ada rambu dan informasi berbahasa Inggris) - Lebih siap dalam hal infrastruktur, seperti jalan yang baik, penginapan yang baik, medis (siapa tahu ada yang memerlukan), internet, restoran berstandar baik, dll. Salam, Indra --- On Mon, 7/14/08, melysa charlex <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: melysa charlex <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [indobackpacker] Thailand or Vietnam? To: [email protected] Date: Monday, July 14, 2008, 1:03 AM temans, kalo punya waktu liburan 1 minggu, menarik mana, dihabisin di Thailand ato di Vietnam? akhir agustus besok ceritanya mo main seminggu ke 1 negara tetangga, tapi lagi bingung milihnya. Thailand itu sepertinya terlalu dibuat touristic, sedangkan Vietnam itu selalu menarik buatku. Tapi karena jarang baca review-nya dan jarang denger ada yang tertarik ke sana, jadi ragu, apa kurang ´peminat´ itu disebabkan oleh karena emang kurang menarik ato simply karena kurang pamor aja.. kalo ada yang mo share, saya tunggu ^^ btw, agustusan besok, ada yang mo ke Baliem Festivak ga? kalo ada boleh kontak lewat japri, siapa tau bisa ketemuan. thanx salam melysa [Non-text portions of this message have been removed]
