Dear Mardeamumpuni,

setahu saya ketika ingin melihat penyu yang sedang bertelur, para pengunjung 
sudah diwanti2 dengan beberapa aturan, seperti: tidak boleh berisik, tidak 
boleh menyalakan cahaya (handphone maupun senter). dan ketika sudah ada penyu 
yang mendarat dan sedang bertelur, kami hanya dibolehkan memotret tanpa blitz 
dan tidak boleh menyenteri mata si penyu karena itu akan mengganggunya. dan 
kami (setidaknya saya dan 6 teman saya) mematuhi semua aturan itu.

tapi karena waktu itu adalah liburan akhir pekan dan banyak pengunjung yang 
datang juga (kebetulan saya kesana akhir Juli dan kalau tidak salah bersamaan 
dengan kelompok JejakKaki), sebagian pengunjung tidak mematuhi aturan. saya 
sendiri mendengar ada pengunjung yang marah dan jengkel karena ada bapak2 yang 
tetep aja memotret si Penyu dengan blitz yang menyilaukan mata. dan sebagian 
pengunjung lain yang berpose untuk dipotret dengan memegang si penyu. saya 
merasa kasihan sekali pada penyu itu.

mungkin masih tidak apa-apa ada kegiatan melihat penyu bertelur di pantai 
pangumbahan (agar masyarakat lebih menghargai dan ikut melestarikan satwa dan 
alam), tetapi dipastikan para pengunjungnya mematuhi aturan. begitu.
Ayo, cintai dan lestarikan keindahan alam Indonesia...!
Salam,
Titi



----- Original Message ----
From: mardeamumpuni <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, August 25, 2008 10:16:20 PM
Subject: [indobackpacker] Re: Ujung genteng


dear mba titi..
aku dapet info dari milis sebelah..
ktnya kegiatan melihat penyu bertelur itu disarankan utk ditiadakan.
sebabnya mnrt mas Santos :

1. Sebenarnya dengan adanya pengunjung tsb penyu merasa terganggu saat
bertelur. Apalagi jika jumlah pengunjung banyak, dan tidak mungkin
tidak ribut, hal itu merupakan salah satu faktor yg menggagu saat
penyu bertelur.

2. Selain itu penyu bertelur saat malam hari, pengunjung yg datang
biasanya membawa senter, dan penyu sangat sensitif akan cahaya.
Biasanya jika penyu akan naik ke daratan untuk bertelur dan melihat
cahaya maka penyu tersebut tidak jadi naik kedaratan dan mencari
tempat yang lebih sunyi dan tidak ada cahaya. Bisa bayangkan kan, jika
wanita hamil sudah saatnya melahirkan tetapi harus ditunda karena ada
yg mengganggu.. ..

3. Penyu yang akan bertelur biasanya prosesnya naik kedaratan dan
mencari tempat yang strategis untuk bertelur lalu menggali pasir untuk
tempat telurnya, lalu saat sudah bertelur penyu tersebut menutup
kembali lubang tsb baru kembali ke lautan. Biasanya di Pangumbahan
Ujung Genteng para wisatawan hanya diperbolehkan melihat saat proses
penyu itu bertelur. Nah biasanya yg terjadi karena penyu itu sudah
bertelur maka mau tidak mau penyu itu akan tetap meneruskan
kegiatannya walaupun terganggu oleh pengunjung. Sekali lagi penyu
sangat sensitif terhadap cahaya apalagi dari arah depan
(kepala/matanya) , tetapi banyak pengunjung yang tidak peduli akan hal ini.
kepunahan, diantaranya akibat adanya pengunduhan telurnya. Menurut
para ahli, pada lingkungan normal, hanya 1 (satu) dari 1.000 (seribu)
telur penyu yang bisa hidup hingga dewasa atau mencapai usia lebih
dari 30 tahunan dan kembali bisa bertelur. Hal tersebut terjadi,
akibat ancaman dari predator alami di laut samudera, itu belum
termasuk ancaman dari manusia.

Kirim email ke