sepakat ! sekedar sharing contoh laen nih ...
waktu aku ke iboih (sabang) dan diving di sono, dapet buddy diver orang swedia. dari ngobrol2 disono ma dia, ada semacam ide yang bisa dilaksanain disana. jadi, setiap divers "diwajibkan" dalam setiap kegiatan divingnya untuk membawa "oleh-oleh" sampah dari laut. jadi sekalian membersihkan terumbu karangnya. ini mungkin bisa juga diterapkan di tempat laennya, kayak gunung dan pantai. jadi, pihak pengelola misalnya "membekali" wisatawan dengan kantong sampah dan wajib dikembalikan lagi pas mau pulang, tentunya dengan isi sampah dari lokasi tersebut. -acang | www.acang.co.cc- --- In [email protected], nita roshita <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Hi semua, > > Yang kayak begini neh seru. Jangan cuma sibuk menikmati pemandangan dan perjalanan tapi lupa sama sekitar. Jangan merusak alam cuma untuk wisata. Setuju sama idenya Mba Ida. > > Btw, perkenalkan saya Nita Roshita, Kepala Bagian Siaran 89,2 Fm Green Radio, the eco-lifestyle of Jakarta. Seperti juga namanya tentu saja main concern program kami adalah lingkungan. Saya sudah pernah mencoba mengajak para moderator untuk salah satunya menjadi co-host di program prime time Green talk saban Senin-Jumat pukul 15-19, tapi co-hostnya cuma siaran 18-19. Seru kan buat memperkenalkan mailinglist ini kepada para pendengar. lebih seru lagi kalau ajakan seperti dari Mba Ida ini bisa kita gaungkan bersama. > > Selama ini saya hanya jadi pembaca sejati, tapi sekarang saya mau mengajak kawan-kawan indobackpacker yang punya kegiatan wisata sekaligus menyelamatkan alam untuk mengacungkan jari dan bisa kita bahas bersama di radio kami. Seru kan. > Kami pernah mengangkat tema soal ajakan membuka gede pangrango 17 agustus lalu, mas Heri macan anggota dari mailinglist ini jadi tamunya.
