Mas Paul,

Setuju sekali dengan pendapat mba Ambar, dan klo boleh nambahin sih tidak hanya 
pas lebaran atau hari besar lain loh keadaan itu menyebalkan atau tidak nyaman, 
tetapi memang hampir seperti itulah potret keadaan transportasi kita (tidak 
semua sih), yah hiruk pikuk di terminal, penumpang yg melebihi sit (pada bis2 
di daerah), ban yg gundul & sering bocor, calo, penerbangan yang ditunda dll. 
Tetapi saya pikir dengan semangat backpacker kita bisa mereduksi semua 
ketidaknyaman tersebut bukankah perjalanan bukan hanya bagaimana kita bisa 
mencapai tujuan dengan nyaman & selamat tetapi juga bagaimana kita menikmati 
semua bagian dari perjalanan itu. Oh yah, semua bila kita nikmati pasti berbuah 
dengan hikmah dan pelajaran buat kita.

Selamat bertualang dan menikmati perjalanan.

Regards,

Hendra Saputra
Expedition "Menemukan yang hilang"


________________ Reply Header ________________
Subject:        [indobackpacker] Re: Lebaran Justru Pusing, Mohon Saran Liburan 
Lebaran
Author: "ambar" <[EMAIL PROTECTED]>
Date:           02nd September 2008 19:56

Mas Paul,

Mungkin memang saatnya pola jalan-jalannya dirubah. Sedikit beda.
Misalnya naik sepeda ke desa tetangga, atau sepedamotoran ke tempat
yang belum pernah ditempuhi. Kan semangat backpacker memang discovery,
menemukan tempat yang tidak 'umum'?

Ide lainnya adalah menggali budaya setempat. Contoh sederhana misalnya
jika ada industri rumahan seperti membuat gula jawa, genteng atau batu
bata yang masih dibakar dengan cara tradisional. Atau melihat
pemetikan kopi, coklat, teh, pala, cengkeh atau apapun produksi alam
setempat. Mengunjungi rumah2 kuno, menyusuri rute sejarah dll. Coba
melihat lebih dekat, bertanya dengan penduduk dan mengamati lebih detail. 

Saya sarankan banyak membaca background misalnya sejarah, geography
ataupun politik. Terkadang ide2 itu muncul disitu. Kalau yang mau agak
pop misalnya film atau musik. Seperti mencari jejak syair dari Leo
Kristi misalnya. Ada lagi ide dari arsitektur, geologi atau
manusia-nya. Misal : upacara adat sebelum puasa dan menjelang iedul
fitri. Ataupun hingga syawal.

Jadi ngga musti ke tempat wisata. Terkadang yang disekitar kita itu
lebih menarik loh. Banyak sekali ide2 yang bisa didapat. Memang untuk
tampil beda dan berpikir "out of the box" (halah..) itu susah untuk
memulai. Tapi sekali dijalankan pasti keterusan. Itu yang saya suka
bilang sebagai backpacker's spirit. Jarak bukan alasan, ongkos bukan
penghalang. 

Salam,
Ambar


--- In [email protected], "paul.santoso"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Setiap lebaran aku justru pusing, tiket mahal, makanan mahal, hotel 
> mahal, tempat pariwisata berjubel... tak bisa dinikmati. Masak aku 
> harus setiap tahun bolak-balik ke ortu atau mertua dengan susah payah? 
> Masak aku selama hidup hanya tiga kota (ortu-mertua-tempat kerja)saja 
> yang dikunjungi? KA full, bis full, pesawat full, jalan-jalan macet, 
> apa-apa mahal, inikah berkat Lebaran? Mungkin teman-teman punya ide 
> cemerlang tuk menikmati liburan panjang lebaran, mohon saran.
>



------------------------------------

Indonesian Backpacker Community
visit our website at http://www.indobackpacker.com atau bisa juga di 
http://www.backpacker-indonesia.info/


Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/   
untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan.

No SPAMMING or forwarding unrelated messages.
Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari Jumat. 

Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian 
yang perlu saja

Milis tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk menghindari virus dan menghemat 
bandwidth.

Cara mengatur keanggotaan di milis ini :

- Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
- No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
- menerima email: [EMAIL PROTECTED]
- berhenti dari milist kirim email kosong : [EMAIL PROTECTED]
- Begabung kembali ke milist kirim email kosong : [EMAIL PROTECTED] Groups Links





Kirim email ke