Dear Paul, Setuju dengan pendapat Hendra. Pakailah semangat backpacker supaya kita bisa menerima semua ketidaknyaman tersebut. Perjalanan bukan hanya bagaimana kita bisa mencapai tujuan dengan nyaman & selamat tetapi juga bagaimana kita menikmati semua bagian dari perjalanan itu. Nikmati bagaimana serunya berdesak2an dengan penumpang waktu antri tiket, dan kemudian tersenyum puas ketika mendapatkannya. Nikmati bagaimana jika kita seperti rakyat kebanyakan yang tidak mampu naik bis Patas, sehingga terpaksa naik bisa ekonomi yang panas, jalannya lama dan tempat duduk sekedarnya bahkan sampai berjejal-jejal demi tiba di tempat tujuan.
Hal inilah yang akhirnya saya pakai karena saya juga mengalami ketidaknyaman tersebut. Karena budget terbatas, saya memutuskan pergi ke Bali. Saya pesan tiket dan hotel satu bulan sebelum liburan tiba, tapi ternyata saya tetap kalah cepat, karena cuma bisa dapet hotel murmer dgn fan, dan naik kereta api ekonomi. Tau kan KA ekonomi, ACnya angin cepoi2 dari jendela, tidak pake recyclining seat, kebersihan kurang, wc kurang memadai. Tapi tetap saya harus nikmati tanpa harus berkeluh kesah jika ingin tetap berlibur ke Bali. Kita harus tetap bersyukur bahwa kita masih bisa menikmati liburan, tidak seperti penjaga perlintasan kereta api yang tetap standby meski di hari Lebaran yang (mungkin) merupakan hari raya nya. Sincerely, Flory On 9/4/08, Hendra Saputra <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mas Paul, > > Setuju sekali dengan pendapat mba Ambar, dan klo boleh nambahin sih tidak > hanya pas lebaran atau hari besar lain loh keadaan itu menyebalkan atau > tidak nyaman, tetapi memang hampir seperti itulah potret keadaan > transportasi kita (tidak semua sih), yah hiruk pikuk di terminal, penumpang > yg melebihi sit (pada bis2 di daerah), ban yg gundul & sering bocor, calo, > penerbangan yang ditunda dll. Tetapi saya pikir dengan semangat backpacker > kita bisa mereduksi semua ketidaknyaman tersebut bukankah perjalanan bukan > hanya bagaimana kita bisa mencapai tujuan dengan nyaman & selamat tetapi > juga bagaimana kita menikmati semua bagian dari perjalanan itu. Oh yah, > semua bila kita nikmati pasti berbuah dengan hikmah dan pelajaran buat kita. > > Selamat bertualang dan menikmati perjalanan. > > Regards, > > Hendra Saputra > Expedition "Menemukan yang hilang" >
