jika saya membaca postingan seperti ini badan saya suka bersitegang dan kaki saya panas.. he..he.. saya sudah baca-baca caranya. tapi mungkin ada yang pernah mengambil moment ini di Ausi bisa sharing. sehingga bisa lebih mudah mendapatkannya. Enak rasanya setahun di Ausi terus setahun di Eropa dan thanks aji setiakarya nb: ,masih berusia 22 tahun. akan lulus kuliah.. he..he.. nb: masih 23 tahun
--- On Mon, 9/8/08, ambar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: ambar <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [indobackpacker] Re: OOT: Australia Butuh Tenaga Kerja + Visa Working Holiday (setahun) To: [email protected] Date: Monday, September 8, 2008, 1:30 PM Mas Adi dan Mas Ossy, Betul tuh memang usianya dibatasin dibawah 30tahun. Asumsi saya para fresh graduate ini kan sekitar 23-25 tahun. Sementara ini yang saya monitor adalah Australia memang membatasi pada bidang2 kerja tertentu yang membutuhkan skill. Makanya pak dubes menjalin kerjasama dengan universitas2 indonesia. Mungkin biar lebih terorganisir. Dari pengalaman saya, kebanyakan kerja ini memang ke sektor non formal seperti turisme (kerja di hotel, hostel, restaurant) atau kerja di bidang agroindustri (perkebunan anggur, peternakan). Yah buat pengalaman kerja saja. Seorang student dari Inggris saya temui sebagai pelayan di sebuah hostel menceritakan bahwa ia perlu keluar dulu sebelum meminta perpanjangan visa. Kebanyakan anak2 muda ini memilih tinggal selanjutnya disana. Dan jika beruntung mendapatkan pekerjaan yang layak. Riwayat backpacker sendiri memang sejatinya usia segitu. Yang masih haus akan keingintahuan. Akhir2 ini saya amati backpacking Indonesia mulai muncul generasi baru yakni yang masih di bangku kuliah sekedar mencari pengalaman, jalan-jalan liat dunia. Menurut saya bakalan membuat generasi mendatang lebih 'melek' terhadap dunia luar. Maksudnya lebih terbuka pada kultur, politik, dan kondisi negara lain. Membuat mereka lebih survival dan bisa melihat Indonesia dari sisi yang lain. Makin jauh makin cinta Indonesia. Betul tuh Mas Ossy, ngga perlu pake agen-agen sekolah/pendidikan. Saya sendiri dulu cuma berbekal photokopian daftar kontak sekolah dari British Council udah nyukup. Imel sana-sini, ambil toefl, ngurus visa hingga tiket sendiri. Padahal tahun 98an tuh. Ayuks..yang masih gres di universitas atau baru lulus. Jelajah dunia mumpung bisa! Salam, Ambar
