Aturan Visa Holiday itu memang ngga segera diaplikasikan, soalnya butuh
banyak sekali persiapan elemen didalamnya. Misalnya peraturan hukum
(berkaitan dengan dua negara), tata keimigrasian, persiapan/pelatihan para
staff plus sosialisasi ke masyarakat dalam hal ini yang terkait misalnya :
calon pekerja, pihak universitas, sekolah bahasa, travel agent, de el el.

Ini yang disampaikan oleh pihak Australia (akses per 8 Sept 2008)  :

*"*Australia has agreed to a Work and Holiday arrangement with Indonesia.
The signing and implementation of the arrangement is expected to take place
later this year. It is not possible for people from Indonesia to apply for
this visa at present. Information about the commencement of this arrangement
will be published on the website when it is finalised".

Ada beberapa hal yang saya sarankan untuk adik-adik (cie..berasa tua sayah)
:

1. Tingkatkan kemampuan bahasa Inggris  hingga tahap layak. Yakni bisa
ngobrol, gaul dan ngerti bukan cuma grammar aja tapi dipraktikkan. Beberapa
Universitas saat ini mewajibkan test TOEFL sebagai syarat lulus. Kalau bisa
capai level 500an (kertas) atau menyentuh 200an (CBT computer based -test di
lembaga toefl resmi). Dalam syarat visa tsb jelas disebutkan :

"You must provide proof of English proficiency (evidence can include
International English Language Testing System (IELTS) test result of at
least 4.5, interview assessment by Embassy, or evidence of post secondary
tuition in English)".

2. Saya memprediksikan bahwa clausal perjanjian visa holiday Australia -
Indonesia  itu akan seperti SubClas 462 yang mencakup negara : Chili,
Thailand, Turkey, USA plus tambahan Bangladesh dan Malaysia. Jadi silakan
dibaca apa aja yang diperlukan untuk apply visa jenis ini. Sumber bacaan
silakan dibuka di
http://www.immi.gov.au/visitors/working-holiday/462/index.htm

3. Dilihat dari penjelasan pihak imigrasi, sepertinya tidak ada batasan
apakah harus dari UI atau ITB. Besar kemungkinan itu ditempuh karena
mempermudah organisir karena akan dibantu oleh pihak Universitas dalam
urusan syarat2 visa seperti : surat keterangan lulus, transkrip, bidang
kerja dll. Jadi semacam Career Advice begitu. Jadi ngga perlu minder atau
surut jika bukan dari UI atau ITB.

4. Coba bicarakan dengan pihak fakultas/univ (misalnya PR III yang membawahi
kemahasiswaan) untuk ngobrol2 tentag peluang ini. Bisa diwakilkan oleh
Lembaga Kemahasiswaan.  Siapa tahu pihak Univ akan memjalin kerjasama dengan
Australia.

5. Yang terakhir mungkin agak berat yakni masalah dana. Menurut pihak
Australia, untuk apply working holiday visa paling tidak mampu menunjukkan
dana sebesar AUD$5000 atau sekitar Rp 37,8 juta (kurs berdasar mid-rate pada
8 Sept 2008). Jadi mungkin harus nabung atau mencari dana entah dari sponsor
ataupun dari keluarga. Ngga perlu buru-buru sekarang tetapi begitu siap
apply, bukti dana itu bisa ditunjukkan.

6. Persyaratan kesehatan fisik juga diperlukan. Jadi general check-up yang
menyatakan sehat walafiat. Lebih bagusnya jika dari rumah sakit dengan check
up menyeluruh (dulu ketika saya di Inggris diminta Xray paru2 segala).

7. Surat kelakuan baik. Ini dibuktikan kita ngga punya catatan/record
kejahatan. Dalam form visa biasanya kita diminta menuliskan "kesalahan" apa
aja yang pernah dibuat dan pernyataan. Seorang kawan dulu pernah menuliskan
speeding ticket (atau tilang polisi) segala. Tapi sebenarnya yang dicari
adalah kemungkinan kejahatan antar negara (kaliber kakap) atau terorisme
atau money laundering. Jadi ditilang polisi ngga sebanding deh he he he...

8. Mempersiapkan mental. Walaupun cuma 12 bulan tapi mungkin pekerjaan itu
lumayan berat menurut skala orang Indonesia. Attitute yang baik adalah
jangan mengeluh dan bekerja keras. Kalau Nana terbiasa dirumah dilayani,
mulai sekarang belajar mandiri.

Syarat lengkap lainnya mungkin bisa dibaca dan dipahami (lihat link diatas).
Jadi mempersiapkan diri untuk memenuhi syarat2 yang diperlukan. Ohya satu
hal lagi adalah mempersiapkan jika ditolak atau gagal. Yang pasti itu bukan
akhir segalanya. Masih banyak jalan ke Roma.


Salam,
Ambar

www.ceritaambar.com



2008/9/8 diana menulis >

> Mbak Ambar,
>
> saya diana, tingkat akhir, kul di accounting unpar.
> diperkirakan lulus awal 2009.
>
> Saya membaca post ttg Re: OOT: Australia Butuh Tenaga Kerja + Visa
> Working Holiday (setahun), dan saya sgt interested.
>
> tahun ini saya baru mulai mengenal backpacking dan udah sekali pergi
> ndiri ke malaysia, alasanny, krn emang pengen liat dunia. dan saya
> liat chance ke australia ini sbg suatu opportunity yang sangat bagus.
> (tadinya sempet ada rencana backpacking ke aussie jan 2009 tapi kyy
> mahal, jd masih dipikir2)
>
> Mungkin mbak ambar bisa share, kira2 apa yang harus saya lakukan buat
> kesempatan ini? krn saya cari ke web:
> http://www.indonesia.embassy.gov.au/jaktindonesian/home.html
> http://kangguru.com.au/default.aspx
> saya masih belum nemu2 ttg program itu. lagipula, saya mahasiswi
> unpar, bukan UI ataupun ITB.
>
> terima kasih sebelumnya utk Mbak Ambar =)
>
> Salam,
> Diana
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke