patokannya travelling, jangan yg nyusahin orang dong.
kabur dari rumah itu jelas bikin keluarga repot.
numpang di rumah orang, disangonin, atau dikasih makan orang. atau ngemis di 
kbri.
emang bisa aja yg ngasih itu ikhlas2 aja, tapi kalo nggak, kan nggak berkah.
nebeng di kantor polisi, di mesjid boleh2 aja buat anak2 tanggung, abg, 
kuliahan.
tapi kalo buat yang udah tuaan dikit, ya mbok dipikir2 dikit lah.
kalo nginep di rumah petani miskin, abis makan, yah kita ngasih sangu.
jangan nyusahin orang susah. kecuali darurat. 
 
kalo menurut gue sih, travelling emang buat yang berduit. kemaren deedee bilang 
"seminimal mungkin". artinya kalo kita pergi, nggak kepikiran kalo orang rumah 
bakal kekurangan. dan kalo di jalan jangan sengsara2 amat.
kalo belom punya duit lebih, yah memang lebih baik buat ngurus keluarga yang 
memang membutuhkan. itu kan kebahagiaan juga.
 
tapi namanya orang suatu saat butuh rekreasi biar gak stress. di 
sini travelling bisa jadi pilihan. silahkan direncanakan sesuai kemampuan. 
menabung. nggak usah liat kiri kanan, nggak usah liat anak2 di milis yang tiap 
weekend jalan2. tiap ada kesempatan ke luar negeri. ngukur diri. kalo kata pak 
harto, "nggak traveling juga gak pathek'en". Jadi diri sendiri aja lah. 
 
ada yg naik gunung, keliling dunia katanya untuk mencari jati diri, belajar 
hidup, melihat manusia, belajar budaya. tapi baliknya malah makin jumawa, 
egois. karena itu, kalo kita belum mampu jalan2. nggak usah kuatir. itu 
ibaratnya naek haji belom panggilan. 
 
banyak cara laen menikmati hidup kok. 
 
 
 
 
 


--- On Wed, 10/9/08, Dandossi Matram <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Dandossi Matram <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [indobackpacker] Hobby Travelling Bisa Dimulai Dengan Yang Sederhana
To: [email protected]
Date: Wednesday, 10 September, 2008, 1:54 AM






Rekan2 backpacker sekalian,

Apakah kendala ekonomi membuat seseorang tidak bisa melakukan travelling?

Jawabannya tegas tidak .....

Karena travelling bisa dilakukan oleh siapa saja, sesuai dengan
kemampuannya ...

Saat saya kelas 1 SD, maka naik gerobak sapi (secara menyelinap), maka
perjalanan ke luar dari kota Jember buat saya waktu itu adalah
travelling, walau pulangnya saya harus jalan kaki (untung saya ingat
jalan pulangnya).

Atau naik sepeda saat kelas 3 SD mengelilingi kota balikpapan bersama
teman2 juga travelling yg menyenangkan .... Begitu pula ketika kelas
4 SD, perjalanan naik dari cempaka putih menuju tebet kerumah tante
naik bis umum sendirian adalah juga travelling yang menarik ..... Dan
itu semua bisa dilakukan tanpa membutuhkan biaya sepeserpun (anak
kecil ternyata tidak diminta bayar) .....

Saat SMP & SMA kegiatan traveling yang saya lakukan juga hanya
bermodalkan biaya tiket bis atau kereta api ekonomi (mana yg paling
murah) ke kota tujuan yg ada kerabat yg mampu, dimana pulangnya
biasanya saya disangoni .... Atau mencari kegiatan2 yg biasanya
biayanya murah, seperti kegiatan pramuka ....

Kalau saat kuliah, karena saya sudah dapat gaji bulanan (sekolah
kedinasan), maka perjalanan menjadi lebih nikmat karena bisa membiayai
sendiri, dan dipuas-puaskan jalan2 ke kota2 yang saya suka di
indonesia dgn tetap cara backpacker ....

Kalau menurut saya, travelling tidak terlalu dipengaruhi oleh
kemampuan ekonomi. Menurut saya, siapapun yang bisa mengakses
internet, seharusnya bisa melakukan travelling yang sederhana
sekalipun, karena kemampuan mengakses internet menunjukan kemampuan
ekonomi yang seharusnya diatas garis kemiskinan .....

Masalah umumyg dihadapi oleh pemula adalah lebih pada keberanian untuk
mencoba melakukan suatu perjalanan. Selalu dianggap bahwa sebuah
travelling itu biayanya tinggi. Padahal kalau kreatif, travelling itu
tidak terlalu membutuhkan biaya besar.

Masalah lainnya adalah keberanian, kalau kita berani, maka sebenarnya
kita tidak membutuhkan biaya yg besar. Misalnya akomodasi. Untuk
menginap, bisa di mesjid ataupun kantor polisi ataupun di setasiun
kereta api, dimana paling dibutuhkan ongkos untuk beli autan (pengusir
nyamuk) dan bayar MCK saja.

Untuk transportasipun, kadang bisa dilakukan dengan menumpang, baik
naik kereta api (bayar di kereta) ataupun menumpang pada kendaraan
seperti saat dari bali, diatas kapal ferry gilimanuk, saya bisa
menumpang gratis mobil charteran kosong yang akan pulang ke jakarta.
Sopirnya senang ada teman seperti saya. Biaya yg saya keluarkan hanya
biaya traktir makan di warteg yang tidak seberapa .....

Keberhasilan beberapa backpacker jalan2 kemana-mana dgn biaya yg
miniiiiiim sebenarnya adalah karena modal keberanian, kreatifitas dan
kesiapan mental untuk hidup dgn standard yg minimalis saja ....

Masalahnya kita punya keberanian & kreatifitas dan siap mental atau
tidak? Kalau kita tidak punya salah satu dari tiga diatas tersebut,
terpaksalah kita siapkan dana yg lebih banyak ......

Ossy'81
 














      Get your new Email address!
Grab the Email name you&#39;ve always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke