Pengen rasanya ngomong ke Presiden masalah ini, tapi gimana ya ?.. saya hanya seorang turis tas punggung, bukan ahli berdebat.. :)
1. Mungkin sudah menjadi cerita klasik ya kalo Pariwisata kita nggak ditanggapi serius sama pemerintah. Jadi gimana dong ?.. kita hanya bisa nunggu sampai ada presiden yang suka pariwisata ?.. saya bandingkan dengan negara tetangga, mereka kayaknya udah serius banget menggali potensi wisata nya, padahal kalau mau dibandingkan negeri kita jauh lebih bagus dan lebih variatif, betul kata sebuah buku/blog tentang traveller, di negara lain hal kecilpun bisa dimaksimalkan seperti Pohon Pisang yang bisa membuat turis berdecak kagum.. 2. Saya heran, kenapa program Visit Indonesia lebih sering dipromosikan di luar negeri atau media luar negeri ?.. penduduk kita ini kalo gak salah merupakan 10 terbesar didunia, kalo setiap penduduk lebih memilih untuk berlibur di negeri sendiri, saya yakin program tersebut gak perlu lagi..kenapa nggak dibikin "Visit Our Own Country" aja 3. Katanya turis Indonesia yang ke luar negeri terkenal mewah, suka belanja, dan selalu bawa uang banyak..(katanya lho), coba turis tersebut milih untuk berwisata di negeri kita. Kadang saya juga suka heran, kenapa masyarakat kita sendiri begitu tergila-gila sama yang namanya "luar negeri".."eh, kamu udah ke Amrik belum ?".. gila keren amat.. padahal kalo saya pribadi lebih seneng ngomong "Gile.. kamu udah pernah ke Papua ?.. hebaat..", dari hal diatas mungkin kita bisa bertanya pada diri kita sendiri, cinta nggak kita sama negeri sendiri ?, coba tanya pada diri sendiri, anggap kalo kita punya uang yang cukup untuk berlibur, pilih ke mana ?, ke Bali/Lombok atau ke SG atau Thailand ? 4. Saya bikin postingan ini karena baru saja saya nonton acara TV tentang pariwisata di Ambon, katanya Pantai yang paling terkenal di Ambon setengahnya sudah dipagar, karena dimiliki warga negara asing.. itu mungkin hanya satu dari sekian banyak tempat2 di Indonesia yang dimiliki oleh Asing, seketika itu juga saya jadi ingat ketika saya nggak boleh masuk suatu tempat/pulau karena dimiliki Asing..sakit hati sekali rasanya, saya terlahir dengan KTP indonesia tapi gak boleh nginjek tanah di negeri sendiri. Contoh lain, buat saya Nusa Dua Bali sepertinya nggak bersahabat..ketika saya masuk ke beberapa pertokoan disana, beberapa penjaganya melihat saya dari bawah ke atas, sempet emosi juga.. memang saya nggak niat beli, hanya ingin tahu saja.. tapi begitukah perlakuan daerah wisata Indonesia terhadap yang berKTP Indonesia ?. Dari beberapa pendapat saya diatas, saya bermaksud mengajak rekan rekan penikmat pariwisata secara moral agar bisa lebih mencintai lagi negeri sendiri, kali aja ada rekan yang bisa atau punya kedudukan untuk menyampaikan unek2 ini ke pemerintah, tolong disambungin.. :) Saya ingin sekali mencanangkan "Visit Our Own Country".. Saya tidak pandai merangkai kata, maaf bila postingan ini kurang berkenan, anggap saja omong kosong.. saya hanya mengeluarkan isi hati setelah nonton acara TV tersebut
