--- On Sun, 10/12/08, Indra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Indra <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [indobackpacker] Unek unek Pariwisata Indonesia
To: [email protected]
Date: Sunday, October 12, 2008, 1:52 PM






Pengen rasanya ngomong ke Presiden masalah ini, tapi gimana ya ?..
saya hanya seorang turis tas punggung, bukan ahli berdebat.. :)

1. Mungkin sudah menjadi cerita klasik ya kalo Pariwisata kita nggak
ditanggapi serius sama pemerintah. Jadi gimana dong ?.. kita hanya
bisa nunggu sampai ada presiden yang suka pariwisata ?.. saya
bandingkan dengan negara tetangga, mereka kayaknya udah serius banget
menggali potensi wisata nya, padahal kalau mau dibandingkan negeri
kita jauh lebih bagus dan lebih variatif, betul kata sebuah buku/blog
tentang traveller, di negara lain hal kecilpun bisa dimaksimalkan
seperti Pohon Pisang yang bisa membuat turis berdecak kagum..

2. Saya heran, kenapa program Visit Indonesia lebih sering
dipromosikan di luar negeri atau media luar negeri ?.. penduduk kita
ini kalo gak salah merupakan 10 terbesar didunia, kalo setiap penduduk
lebih memilih untuk berlibur di negeri sendiri, saya yakin program
tersebut gak perlu lagi..kenapa nggak dibikin "Visit Our Own Country" aja

3. Katanya turis Indonesia yang ke luar negeri terkenal mewah, suka
belanja, dan selalu bawa uang banyak..(katanya lho), coba turis
tersebut milih untuk berwisata di negeri kita. Kadang saya juga suka
heran, kenapa masyarakat kita sendiri begitu tergila-gila sama yang
namanya "luar negeri".."eh, kamu udah ke Amrik belum ?".. gila keren
amat.. padahal kalo saya pribadi lebih seneng ngomong "Gile.. kamu
udah pernah ke Papua ?.. hebaat..", dari hal diatas mungkin kita bisa
bertanya pada diri kita sendiri, cinta nggak kita sama negeri sendiri
?, coba tanya pada diri sendiri, anggap kalo kita punya uang yang
cukup untuk berlibur, pilih ke mana ?, ke Bali/Lombok atau ke SG atau
Thailand ?

4. Saya bikin postingan ini karena baru saja saya nonton acara TV
tentang pariwisata di Ambon, katanya Pantai yang paling terkenal di
Ambon setengahnya sudah dipagar, karena dimiliki warga negara asing..
itu mungkin hanya satu dari sekian banyak tempat2 di Indonesia yang
dimiliki oleh Asing, seketika itu juga saya jadi ingat ketika saya
nggak boleh masuk suatu tempat/pulau karena dimiliki Asing..sakit hati
sekali rasanya, saya terlahir dengan KTP indonesia tapi gak boleh
nginjek tanah di negeri sendiri. Contoh lain, buat saya Nusa Dua Bali
sepertinya nggak bersahabat.. ketika saya masuk ke beberapa pertokoan
disana, beberapa penjaganya melihat saya dari bawah ke atas, sempet
emosi juga.. memang saya nggak niat beli, hanya ingin tahu saja.. tapi
begitukah perlakuan daerah wisata Indonesia terhadap yang berKTP
Indonesia ?.

Dari beberapa pendapat saya diatas, saya bermaksud mengajak rekan
rekan penikmat pariwisata secara moral agar bisa lebih mencintai lagi
negeri sendiri, kali aja ada rekan yang bisa atau punya kedudukan untuk
menyampaikan unek2 ini ke pemerintah, tolong disambungin. . :)
Saya ingin sekali mencanangkan "Visit Our Own Country".. 

Saya tidak pandai merangkai kata, maaf bila postingan ini kurang
berkenan, anggap saja omong kosong.. saya hanya mengeluarkan isi hati
setelah nonton acara TV tersebut

 














      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke