Kalo kita sampai di Manokwari, dan melihat dari pelabuhan kapal di sebrang
teluk, kita akan melihat jajaran pegunungan, nah itu adalah salah satu
jajaran pegunungan Arfak. Dan ini sudah di kukuhkan oelh pemerintah pusat
sebagai kawasan lindung. Di Pegunungan Arfak ini ada beberapa spesies
endemic antara lain, adalah kupu-kupu raja dan burung pintar, istilah
masyarakat local.

Sedangkan di bagian muara ada 2 pulau, salah satunya adalah pulau yang
dahulu merupakan salah satu tempat ijil pertama masuk ke Papua. Dan pada
bulan desember, kalo tidak salah, tempat ini menjadi sangat rame karena
tempat ngumpul para penginjil di seluruh Papua. Dan segala atraksi dan
aktivitas yang berhubungan dengan keagaman tumpah ruah di pulau ini. Kalo
dari kota manokwari sendiri sih, cuman 10 menit menyebrang dengan perahu. 

Memang kota manokawari sendiri berada di tepi pantai dan berada di dalam
teluk, dan dibagian atasnya tempat Universitas Negrinya dengan nama UNIPA,
berada di atas bukit, masyarakat sih tau namanya adalah Gunung Meja. Sebab
kalo dari jauh mirip dengan meja besar. Ada beberapa yang masih menjadi
peninggalan belanda, salah satunya hutan jati  yang masih terlihat dari
tengah kota manokwari. 

Pusat kota adalah pasar yang berada di tengah2 kota, selain menjual berbagai
macam kebutuhan masyarakat, juga ada di emperan toko kita bisa nemuin
kue-kue sagu yang dibuat secara tradisional oleh para ma-ma, ada yang emang
rasanya tawar dan ada juga yang rasanya manis di campur ama gula merah, kalo
di jakarta seperti kue pancong kali. Di bagian lain secara terpisah ada
pasar ikan, dan aku sering sekali ke pasar ini ikan ini untuk beli ikan
segar dan yang pasti ikan "mubara atau kakap merah" untuk dimasak kuning
sebagai campuran makan sagu.....shruuup..shruup...mantap, kuliner banget.
Selain itu juga bisa kita kepantai dan masak dari batu. Caranya ikan dan
sayur manyur kita bungkus dengan daun dan kita timbun dengan pasir dan
diatasnya kita letakin ama batu-batu yang udah panas membara, dan baunya itu
lho.....harum banaget kalo udah matang, menambah selera makan kita....

Dan klo mo liat atraksi lain, kita bisa sewa angkot ato orang papua bilang"
naik taksi". Dan taksi alias angkot di manokwari ini kaya diskotik bo, klo
malam lampunya klap klip dengan "house musix" pokoknya ngga perlu cari
diskotik deh, dengan naek angkot aja kita bisa endehoy, dan bisa request
lagi..ha..ha..ha..., malah pernah satu kali aku naek dengan teman dari
jakarta, dia langsung minta tolong, "pak?, "lagunya minta yang slow aja
ya...ngga kuat telinga saya" katanya. Di bagian muara ada salah satu
kampung, dimana ada satu keluarga yang bisa memanggil ikan dengan pluit,
yaitu dengan cara meniupkan pluit ikan2 pada datang untuk ngumpul dan
setelah itu akan diberi makan dengan sarang semut sebagai imbalannya datang.

Pokoknya mantaplah, kalo ke Manokwari sempati juga jalan2 ke Pegunungan
Arfak, karena ada beberap komunitas yang masih asli sebagai suku di atas
pegunungan arpak dan kalo emang nasib lagi baik kita bisa liat kupu-kupu
raja dan burung pintar.

Manokwari, kota pertama yang aku kunujungi. Salam/Harry




-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of Riyanto Santoso
Sent: 24 Nopember 2008 9:37
To: [email protected]
Subject: Re: [indobackpacker] Re: Alam Liar papua

Benar sekali pak Harry,

Saya bilang begitu karena saya uda liat Raja Ampat dan yg lainnya di Papua.

Pulau2 di seputaran Biak juga bagus banget. Walau saya bukan diver, tapi
mungkin teman2 bisa coba Kepulauan Padaido di Biak misalnya. Memang mungkin
g ada cottagenya kayak di RajaAmpat, tapi ada rumah penduduk yang bisa
diinapi. Jadi g perlu harus tidur di tenda ato g mandi. Saya malah sangat
menikmati bisa mandi di kali yang masih sangat jernih dan di tengah hutan yg
masih asli pada beberapa kali perjalanan saya hunting foto. Masih banyak
rangkaian pulau2 kecil (dan banyak yang masih kosong) yang lainnya.


Klu mo liat kehidupan asli suku Dani, jangan cuma ke lembah Baliem yg
notabene uda dikemas utk turis.
Coba ke Ilaga, mungkin merupakan kabupaten tertinggi di Indonesia. Karena
terletak di kaki Cartenz.
Di situ suku Daninya masih sangat asli. Juga ada mumi suku Dani. Ilaga
adalah salah satu pintu untuk naik ke Cartenz yang paling sering dilakukan
oleh pendaki. 
Di Ilaga sering hujan es klu pas lagi musim dingin dan angin krn letaknya
yang sangat tinggi.

Mau liat suku yang tinggal dan buat rumah di ketinggian pohon di tengah
hutan? 
Bukan hanya manusia saja, bahkan anjingnya 
Masih bisa qt lihat di Papua. Dll.

Papua menyediakan berbagai macam wisata advanture yang selama ini hanya bisa
dinikmati sebagian besar oleh bule yang datang langsung dari negaranya.
Bahkan juga "wisata" penelitian selama berbulan-bulan di tengah kekayaan
rimba Papua. Bahkan pernah beberapa kali kapal wisata cruises dunia masuk
dan singgah di beberapa tempat di Papua, seperti di Agats utk melihat
kehidupan suku Asmat dan memborong patung2 karya mereka.
Mulai dari puncak bersalju, gunung dan lembah, sungai dan rawa, pesisir
pantai, dan pulau2 indah di tengah laut yang masih kosong. Dan semuanya
include suku2nya dengan berbagai macam karakter kebudayaan mengikuti letak
geographynya.

Saya juga masih belum tamat menelusuri alam Papua. Masih banyak daftar
tempat yang belum saya datangi di Papua ini. Walau selama ini uda lumayan
banyak juga koleksi foto nature Papua yang saya kumpulkan.
Hanya karena hobby dan senang aja, klu pas lagi cuti.

Selamat advanture.


Salam
RS Windesi.




 



________________________________
From: Harry Gunawan <[EMAIL PROTECTED]>
To: puguh_imanto <[EMAIL PROTECTED]>; [email protected]
Sent: Sunday, November 23, 2008 4:48:48 AM
Subject: RE: [indobackpacker] Re: Alam Liar papua


Dok,

Emang kalo untuk masalah “amazing” papua ngga ada duanya saya kira, baik di
bawah lautnya maupun di hutan belantaranya, selama ini saya lebih banyak
eksplor di hutan belantaranya saja. Saya setuju Raja4 bukan satu2nya tempat
yang super indah saya kira yang ada di papua, ada di bagian timur di sekitar
Kepulaun BIAK, dan kalo kita dari pesawat ada terlihat beberapa pualu yang
udah ada di laut pasifik, dan udah diperbatasn terluar Indoensia. 

Saya pernah liat suatau acara di TV nya Australia, namanya ”Travelling”
wuih..indah banget, karena selain bersejarah sebagai warisan perang dunia ke
2, karena masih ada gua2 jepangnya juga tempatnya itu lho. Indah tenan…Kalo
untuk di hutan beantaranya orang hanya tahu “LEMBAH BALIEM” padahal ada satu
lokasi yang sangat eksotik namanya “PENGUNUNGAN NABI”, ini seperti mitos
bagi teman2 di papua, karena ada banyak beragam cerita mistik di lokasi ini
yang saya dapat selama perjelajahan saya di Papua.

Salam

Harry

_____ 

From: indobackpacker@ yahoogroups. com [mailto:indobackpacker@ yahoogroups.
com]
On Behalf Of puguh_imanto
Sent: 22 Nopember 2008 14:04
To: indobackpacker@ yahoogroups. com
Subject: [indobackpacker] Re: Alam Liar papua

Dok,

Bener juga tuh, kalo pengelola wisata yang menjual tema eksoktika 
daerah terpencil pasti akan gerah kalo pembangunan sampai di daerah 
mereka...

Kalau ada yang mau bangun jalan, dituduh merusak hutan...mau masukin 
listrik dibilang merusak budaya asli...mereka pasti lebih senang 
kalo kehidupan masyarakat sekitarnya tetap 'asli' dan dapat 
memenuhi 'Sindrom Kolombus' tamu-tamu mereka...

hmmm....

Tabik,
Puguh

--- In indobackpacker@ <mailto:indobackpac ker%40yahoogroup s.com>
yahoogroups. com, dokterriyanto@ ... wrote:
>
> Halo Temans,
> 
> Saya mau ikutan nimbrung. Saya tinggal di Papua. Hoby saya motret 
jadi saya sering advanture utk hunting foto. Menurut saya sih R4 
hanyalah sebagian yg sangat kecil dari keindahan alam liar papua yg 
kebetulan diketahui, dipublikasi dan dikomoditisasi oleh orang bule. 
Sbg anak negeri saya menyesalkan bahwa orang ind harus membayar 
mahal utk melihat keindahan negerinya sendiri, shg lebih suka 
melihat keindahan negara lain yg lebih murah. Ironis. Sbg orang 
papua saya merasa resort spt itu tdk banyak membawa manfaat bagi 
kemajuan kami orang papua. Hanya dirasakan segelintir orang2 
tertentu. Krn yg dijual adalah keindahan, keaslian dan keterpencilan 
dari masy sekitar, yaitu orang papua itu sendiri. Semoga suatu saat 
kondisi spt ini bisa qt balik. Dan jgn ada lagi kesulitan bagi qt 
utk mengagumi keindahan tanah air qt sendiri.
> 
> Teman2 jgn khawatir utk ke papua.
> Masih banyak t4 lain yg tdk kalah indah dan amazingnya dari R4 di 
Papua. Dan tdk perlu sampai semahal itu.
> R4 hanya setitik kecil diantara ribuan noktah amazingnya papua. 
Klu tdk percaya? Silahkan buktikan sendiri.
> 
> Selamat advanture... .!
> 
> Salam dari Papua.
> RS Windesi.
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> 
>

[Non-text portions of this message have been removed]

 


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

Indonesian Backpacker Community
visit our website at http://www.indobackpacker.com atau bisa juga di
http://www.backpacker-indonesia.info/


Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/
untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan.

No SPAMMING or forwarding unrelated messages.
Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari Jumat. 

Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip
bagian yang perlu saja

Milis tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk menghindari virus dan menghemat
bandwidth.

Cara mengatur keanggotaan di milis ini :

- Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
- No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
- menerima email: [EMAIL PROTECTED]
- berhenti dari milist kirim email kosong :
[EMAIL PROTECTED]
- Begabung kembali ke milist kirim email kosong :
[EMAIL PROTECTED] Groups Links



Kirim email ke