Dok Saya pernah jalan ke daerah Kampung Deparpe kira2 gitu tulisan di depan kantor desanya. Dari Jayapura sih cuman 2 jam kira2. saya diajak oleh teman2 dari jayapura salah satunya teman2 dari WWF papua.
Kampungnya asik banget dan sempat juga saya ketemu beberapa orang bule yang berkeliaran di sekitar daerah ini. Perjalanan dari kampong terakhir menuju desa ini lumayan jauh, kira2 1 jam saya jalan kaki, karena emang belum ada jalan darat, yang saya pake adalah jalan logging, sedangkan masyarakat dari kampong ini mo ke jayapura mereka naek perahu dulu ke kecamatan selanjutnya ada mobil taksi yang menuju jayapura. Yang menarik adalah pantainya indah banget bo, karena menghadap langsung ke laut pacific, dan bukan pasir yang ada di pantai tapi batu krikil kecil2 hitam karena tersapu ombak. Wuih....dan ombaknya dari jauh udah kedengaaran deburannya. Kampong ini diselimuti oleh batu krikil kecil2 di jalan kampong maupun di seputar kampong dan dibagian belakang kampong ini ada danau air tawar. Saya sempat berenang dan airnya dalam banget, dan kita pergi kebelakang kampong untuk bilas dengan air tawar, saya satu hari di kampong dan kita juga sempat bakar2 ikan juga, dan saya rekomendasikan bagi teman2 yang mo ke jayapura sekali2 ke kampung ini untuk menenangkan diri, karena disini hanya komunitas nelayan jauh dari dunia khalayak di padatnya kota jayapura. Ini mungkin berbagi cerita tentang perjalanan saya di Papua,semoga menjadi tempat yang menarik bagi kita para pengelana, Salam Harry -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Riyanto Santoso Sent: 24 Nopember 2008 9:37 To: [email protected] Subject: Re: [indobackpacker] Re: Alam Liar papua Benar sekali pak Harry, Saya bilang begitu karena saya uda liat Raja Ampat dan yg lainnya di Papua. Pulau2 di seputaran Biak juga bagus banget. Walau saya bukan diver, tapi mungkin teman2 bisa coba Kepulauan Padaido di Biak misalnya. Memang mungkin g ada cottagenya kayak di RajaAmpat, tapi ada rumah penduduk yang bisa diinapi. Jadi g perlu harus tidur di tenda ato g mandi. Saya malah sangat menikmati bisa mandi di kali yang masih sangat jernih dan di tengah hutan yg masih asli pada beberapa kali perjalanan saya hunting foto. Masih banyak rangkaian pulau2 kecil (dan banyak yang masih kosong) yang lainnya. Klu mo liat kehidupan asli suku Dani, jangan cuma ke lembah Baliem yg notabene uda dikemas utk turis. Coba ke Ilaga, mungkin merupakan kabupaten tertinggi di Indonesia. Karena terletak di kaki Cartenz. Di situ suku Daninya masih sangat asli. Juga ada mumi suku Dani. Ilaga adalah salah satu pintu untuk naik ke Cartenz yang paling sering dilakukan oleh pendaki. Di Ilaga sering hujan es klu pas lagi musim dingin dan angin krn letaknya yang sangat tinggi. Mau liat suku yang tinggal dan buat rumah di ketinggian pohon di tengah hutan? Bukan hanya manusia saja, bahkan anjingnya Masih bisa qt lihat di Papua. Dll. Papua menyediakan berbagai macam wisata advanture yang selama ini hanya bisa dinikmati sebagian besar oleh bule yang datang langsung dari negaranya. Bahkan juga "wisata" penelitian selama berbulan-bulan di tengah kekayaan rimba Papua. Bahkan pernah beberapa kali kapal wisata cruises dunia masuk dan singgah di beberapa tempat di Papua, seperti di Agats utk melihat kehidupan suku Asmat dan memborong patung2 karya mereka. Mulai dari puncak bersalju, gunung dan lembah, sungai dan rawa, pesisir pantai, dan pulau2 indah di tengah laut yang masih kosong. Dan semuanya include suku2nya dengan berbagai macam karakter kebudayaan mengikuti letak geographynya. Saya juga masih belum tamat menelusuri alam Papua. Masih banyak daftar tempat yang belum saya datangi di Papua ini. Walau selama ini uda lumayan banyak juga koleksi foto nature Papua yang saya kumpulkan. Hanya karena hobby dan senang aja, klu pas lagi cuti. Selamat advanture. Salam RS Windesi.
