Saya dua kali naik taksi air ini, Samarinda-Muara Pahu pp, jadi mungkin info ini bisa sedikit membantu: Taksi air mempunyai ruang penumpang yang terdiri dari 2 tingkat, yang bawah merupakan ruang yang agak terbuka dan juga menjadi lalu lintas naik-turun barang dan penumpang. Penumpang yang memilih duduk di tingkat ini boleh duduk/tidur di mana saja. Barang spt tas, ransel yg menjadi bawaan penumpang mesti dijaga oleh si penumpang sendiri (ada tempat khusus untuk barang spt motor, sepeda). Di tingkat atas bentuk kamarnya seperti kamar kelas 3 di rumah sakit: tempat tidur terusan dari papan di kedua sisi, dengan fasilitas kasur lipat, bantal, kipas angin. Ada gang di tengahnya. Tiap penumpang diberi 'wilayah' sendiri-sendiri yang ditandai dengan nomor tempat tidur. Lebar wilayahnya ya sama dengan lebar kasur lipat. Tempat tidur ini kayunya bisa dibuka dan ada kompartemen untuk menaruh barang2 di sini. Jadi cukup aman. Karena beda tarif kelas bawah dan atas cuma Rp 20 ribu, ya lebih bagus ambil yang kelas atas saja. Yang kelas bawah itu problemnya kalo malam saja, tiupan anginnya dingin. Kalo hujan juga lumayan, meski pelindung terpalnya nanti dinaikkan. Selamat menikmati perjalanan dengan taksi air! (bawa kamera dengan zoom yang cukup panjang, batere cadangan, kartu memori yang besar. banyak hal menarik yang bisa dipotret sepanjang perjalanan).
Tg sudarisman.multiply.com --- On Tue, 11/25/08, rondang sitompul <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: rondang sitompul <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [indobackpacker] Samarinda dsk: amankah? To: [email protected] Date: Tuesday, November 25, 2008, 11:05 PM Saya lagi mikir2 utk berakhir tahun di Samarinda dan sekitarnya. Untuk teman2 yg sdh pernah ke daerah sana mohon pendapat donk: aman ga ya kalo wanita jalan sendirian dan keliling2 di sana? Misalnya utk naik taxi air yg sampe makan waktu berjam-jam. Mohon info, sharing, saran, dsb. Thanx sebelumnya. [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
