Bener banget cerita mas Teguh.

Kebetulan saya baru aja kemaren naik kapal (taksi air) dari Melak (Kedang
Pahu) - Samarinda. Asyik banget naik kapal ini, walau waktu perjalananannya
jadi 2x lipat (kalau naik mobil paling2 hanya 6-7 jam aja, sedang naik kapal
ini saya berangkat pk. 18.00 WITA, sampai Samarinda pk. 09.00 WITA keesokan
harinya). 

Crew kapal dan penumpangnya ramah2, fasilitas kapalpun cukup memadai, ada
kantinnya, ada musholla, kamar mandinya 4 buah. Airnya disedot dari Sungai
Mahakam, jadi anggap aja kita mandi di Sungai Mahakam J trus kalo mandi pas
kapal lagi jalan, karena kalo lagi brenti ya airnya mati, jadi kalo pas lagi
keramas yah nunggu deh sampe kapalnya jalan lagi baru bisa bilas hehehe..

Teman saya cerita dia pernah naik kapal semacam ini, ga ada musholla nya
tapi ada bar sekaligus dihibur penyanyi :)

 

Saya sempet duduk berangin-angin di buritan kapal liat sunset di Sungai
Mahakam. indah sekali, dan besoknya juga bisa liat sunrise (jadi pengen lagi
nih. J ).

Kalau kebetulan di sebelah tmp tidur kita laki2, biasanya mereka yg sungkan
sendiri koq trus pindah nyari tempat lain sesama lelaki untuk ngobrol dan
mencari teman baru hehehe.

 

Jadi, aman2 aja kok perjalanan untuk wanita di Samarinda, paling tidak
itulah yg saya alami selama di Balikpapan-Samarinda-Kedang Pahu p.p.

Have fun.

 

Mayang

 

 

 

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of Teguh Sudarisman
Sent: Wednesday, November 26, 2008 6:06 PM
To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [indobackpacker] Samarinda dsk: amankah?

 

Saya dua kali naik taksi air ini, Samarinda-Muara Pahu pp, jadi mungkin info
ini bisa sedikit membantu:
Taksi air mempunyai ruang penumpang yang terdiri dari 2 tingkat, yang bawah
merupakan ruang yang agak terbuka dan juga menjadi lalu lintas naik-turun
barang dan penumpang. Penumpang yang memilih duduk di tingkat ini boleh
duduk/tidur di mana saja. Barang spt tas, ransel yg menjadi bawaan penumpang
mesti dijaga oleh si penumpang sendiri (ada tempat khusus untuk barang spt
motor, sepeda). 
Di tingkat atas bentuk kamarnya seperti kamar kelas 3 di rumah sakit: tempat
tidur terusan dari papan di kedua sisi, dengan fasilitas kasur lipat,
bantal, kipas angin. Ada gang di tengahnya. Tiap penumpang diberi 'wilayah'
sendiri-sendiri yang ditandai dengan nomor tempat tidur. Lebar wilayahnya ya
sama dengan lebar kasur lipat. Tempat tidur ini kayunya bisa dibuka dan ada
kompartemen untuk menaruh barang2 di sini. Jadi cukup aman.
Karena beda tarif kelas bawah dan atas cuma Rp 20 ribu, ya lebih bagus ambil
yang kelas atas saja. Yang kelas bawah itu problemnya kalo malam saja,
tiupan anginnya dingin. Kalo hujan juga lumayan, meski pelindung terpalnya
nanti dinaikkan.  
Selamat menikmati perjalanan dengan taksi air! (bawa kamera dengan zoom yang
cukup panjang, batere cadangan, kartu memori yang besar. banyak hal menarik
yang bisa dipotret sepanjang perjalanan).

Tg
sudarisman.multiply.com

--- On Tue, 11/25/08, rondang sitompul <[EMAIL PROTECTED]
<mailto:rondangsitompul%40yahoo.com> > wrote:
From: rondang sitompul <[EMAIL PROTECTED]
<mailto:rondangsitompul%40yahoo.com> >
Subject: [indobackpacker] Samarinda dsk: amankah?
To: [email protected] <mailto:indobackpacker%40yahoogroups.com>

Date: Tuesday, November 25, 2008, 11:05 PM

Saya lagi mikir2 utk berakhir tahun di Samarinda dan sekitarnya.

Untuk teman2 yg sdh pernah ke daerah sana mohon pendapat donk: aman ga ya
kalo wanita jalan sendirian dan keliling2 di sana? Misalnya utk naik taxi
air yg sampe makan waktu berjam-jam.

Mohon info, sharing, saran, dsb.

Thanx sebelumnya.





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke