aku lanjutin ke forum ya...

--- On Fri, 12/12/08, E <[email protected]> wrote:

From: E <[email protected]>
Subject: Re: tranport yang murah ke Gili Trawangan
To: "lo2asinamura" <[email protected]>
Date: Friday, 12 December, 2008, 7:10 PM

Hello all, mau ikut nimbrung tentang Bangsal:

Bulan Maret 2008 kita ke Lombok. Terbang dari Surabaya, naik taxi
borongan (harga sudah fixed) dari Selaparang ke Lombok Garden Hotel
(d/h Granada) di Mataram, so far so good, gak ada yang aneh2.

Besoknya kita naik BlueBird ke Bangsal. Diturunin di tempat parkir,
karena sopir BlueBird gak berani bawa kita sampai ke pinggir
pantai/akhir jalan aspal ke pelabuhan. Kita udah tahu di Bangsal
memang penuh dengan preman2 cidomo yang akan maksa kita naik cidomo.
Berhubung bagasi kita lumayan berat, jadilah kita naik cidomo, nego
harga dimulai dari Rp. 50.000 sampai final harga Rp. 10.000.
Deket banget bo, gila aja kita bayar 50.000!

Banyak backpacker asing yang kecele naik cidomo. Padahal di buku
Lonely Planet Indonesia, Bangsal dikasih box khusus, bukan sebagai
deskripsi tempat penyeberangan termurah ke Gilis, tapi sebagai
peringatan kepada turis supaya jangan tertipu oleh preman2 Bangsal. Di
berbagai website, 'keramah-tamahan' Bangsal juga sudah di ulas abis.
Sayang sekali, perjalanan ke Gili yang indah, harus dimulai dengan
pengalaman yang burok!

Baru turun dari cidomo kita udah dikerubungin oleh pemuda2 yang
menawarkan (setengah memaksa) perahu ke Gili Air. Harga dibuka dari Rp
800.000 one-way! Minta ampun dah....
Kita cuekin abis rentetan rayuan manis dan ancaman 'halus' ala The
Bangsal Boys, akhirnya begitu kaki kita nginjek pintu masuk loket,
harga udah melorot jadi tinggal Rp. 175.000 one way!
Tetep aja kita cuekin, karena kita memang mau naik public boat. Kita
daftar nama di petugasnya, terus nongkronglah kita di warung, karena
sistem public boat ke Gili mirip angkot, ngetem dulu sampai penumpang
penuh, baru tarik jangkar.

Lamaaaaa kita nunggu, di bawah terik matahari, dengan beberapa pemuda
yang masih semangat '45 merayu kita untuk charter boatnya.

What part of NO that they didn't understand ???!!!

Akhirnya kita udah gak tahan nunggu sambil terus2an di ganggu dan di
pelototin oleh The Bangsal Boys yang ngedumel karena kita keukeuh gak
mau naik boat-nya, kuping jadi panas mendengar omelan mereka, segala
kata2 tidak pantas keluar semua, dari sejenis hewan berkaki 4 sampai
nama2 bagian tubuh manusia yang membedakan pria dan wanita, juga
beberapa kata2 julukan untuk para kupu2 malam.

Ngacirlah kita ke loket dan kita borong semua seat public boat yang
tersisa. Alhasil dengan membayar Rp. 90.000, berangkatlah kita dengan
segelintir penumpang lokal yang memang sudah membayar tiket dan sudah
menunggu lebih lama dari kita, plus beberapa penumpang gratisan gak
tahu malu yang ikut2an naik perahu.
Yo wis, kita mah nyantai aja, walaupun logikanya itu perahu mestinya
kosong karena kita udah beli nyaris 100% seat-nya. Yang penting kaki
kita udah  nginjek perahu, bukan lagi nginjek Bangsal yang bikin kesal...

Kapan sih Bangsal mau dibenahin? Adik saya Januari mau ke Lombok, saya
sudah suruh dia jangan lewat Bangsal (berhubung temperamen dia lebih
panas dari saya, takutnya bisa ada pertumpahan darah nantinya!). Kalau
semua orang menghindari Bangsal, yang rugi kan orang2 di sana juga.

Help Bangsal help themselves!

Elly





      Get your new Email address!
Grab the Email name you&#39;ve always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke