Catatan Gathering Indobackpacker, Kumpul2 Backpacker dan Traveler Part-1
by Deedee Caniago

 
Sebenarnya ide awal untuk acara gathering alias kopi darat sudah direncanakan 
pada bulan Oktober, karena moment silaturahmi nya emang mau disesuaikan dengan 
tema halal bihalal setelah lebaran. Akan tetapi dikarenakan kesibukan masing2 
host, coordinator dan moderator milis Indobackpacker (Deedee Caniago, Ida SZ 
dan Aris Yanto), maka acara tersebut baru bisa kami laksanakan pada bulan 
Desember 2008.
 
Persiapan dilaksanakan dua minggu sebelum hari H, dengan bantuan small team 
yang membantu mengurus segala macam urusan, mulai dari pembentukan panitia, 
ijin2, konsumsi, dll dsb. Panitia mengadakan meeting persiapan sebanyak dua 
kali untuk persiapan final.
 
Kenapa acara gatheringnya di proposed untuk dilaksanakan di sebuah rumah ? 
selain karena saya ingin menerapkan sistem jaringan silaturahmi CouchSurfing 
hospitality club yang membuka rumah lebar2 untuk tamu dan pertemanan, budget 
juga menjadi kendala dikarenakan indobackpacker merupakan suatu komunitas 
nirlaba (non profit organization) yang notabene nya nggak punya budget untuk 
acara2 seperti ini. Untuk itulah kami panitia setuju untuk membebankan Rp 
50,000/orang untuk meng-cover semua persiapan dan biaya (spanduk, pin, lunch, 
snack & drink, stationary etc).
 
Undangan kami posting dan sosialisasikan di milis Indobackpacker dan di 
beberapa blog pribadi. Pada hari H, hari Minggu tanggal 21 Desember 2008, pagi2 
sekali kang Giman, Harry, Fita, Anne dan Dewi Carter sudah datang dan langsung 
bergerak untuk mengosongkan rumah, memindahkan barang2 keluar rumah, menyapu, 
mengepel, meletakkan karpet dan mulai sibuk memasang laptop, infocus dan screen 
untuk presentasi nanti siang. Tak lama kemudian Ida Az, Ida SZ dan suami bang 
Riza juga datang mempersiapkan stationary atau ATK untuk registrasi ulang dan 
juga mempersiapakan snack kue2 basah/kering, kopi, teh, sirop, soft drink dan 
beli es batu biar airnya dingin. All set, and we are ready to welcome the 
guests.
 
Pada pukul 10.00 tepat, Elly dan adiknya Mei sudah datang, dan langsung ambil 
posisi ngobrol2 dengan orangtua saya sambil menungu teman2 yang lain datang, 
and made themselves feel at home. Tak lama kemudian satu persatu teman2 mulai 
berdatangan memenuhi TKP.  Seperti kebiasaan jelek kita yang jam karet, mohon 
maaf kami harus menunda acara yang akhirnya dibuka pada pukul 11.00 pagi 
dikarenakan hampir semua peserta datang pada pukul 11.00.
 
Acara dibuka oleh Deedee Caniago sebagai host, yang memberikan welcome speech, 
yang kemudian mempersilahkan Kang Giman sebagai ketua Panitia untuk memberikan 
sepatah dua patah kata dan dengan membaca bismillah, kami memulai acara.
 
Buat yang belum tau, milis Indobackpacker berdiri 5 tahun yang lalu, tapi 
website di yahoogroups nya sendiri baru dibuat pada tanggal 29 september 2004, 
dengan jumlah anggota per tanggal hari ini, Senin 12 January 2009 berjumlah 
total 7997. http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/
 
Indobackpakcer juga mempunya website khusus yang feature nya lebih lengkap, 
karena selain artikel2 yang berhubungan dengan topik2 backpacking dan 
traveling, website ini juga memuat artikel, info destinasi, tips2 bepergian, 
dan photo2 perjalanan tentunya. Hingga saat ini, artikel2 yang sudah di upload 
di website jumlahnya sudah ratusan, bahkan mungkin ribuan ? silahkan lihat 
sendiri di : http://www.indobackpacker.com/
 
Acara lalu diteruskan oleh deedee yang kembali memberikan informasi dan 
presentasi mengenai travel management, alias bagaimana kita mempersiapkan dan 
memulai suatu perjalanan kepada sebagian besar teman Indobackpacker yang hadir 
- yang ternyata belum pernah melakukan perjalanan sama sekali.
 
Travel Management / Mempersiapkan Perjalanan di dalam negri by Deedee Caniago
 
1. Tujuan/Destinasi
Untuk memulai perjalanan, pertama2 kita harus mengetahui, kemana kita akan 
pergi. Jadi kita harus mempunyai tujuan lokasi perjalanan (destinantion), 
apakah itu perjalanan lokal/domestik, atau perjalanan ke luar negri. Lalu 
setelah kita menentukan lokasi tujuan kunjungan, barulah kita bisa menentukan 
tanggal keberangkatan. 
 
2. Tanggal Bepergian 
Kita harus melihat kalendar berdasarkan tempat tujuan. Apabila perjalanan itu 
di Indonesia, alangkah baikanya apabila kita jeli memperhatikan tanggal2 libur 
nasional dan jangan lupa untuk membaca berita atau mencari tahu untuk 
mengetahui perayaan2 atau event2 setempat yang karena akan berpengaruh terhadap 
semua perjalanan (harga tiket pesawat, darat, laut juga penginapan etc) juga 
itinerary yang akan kita buat. Contoh kasus, seorang teman yang sudah 
mempersiapkan perjalanan ke Bali harus kecewa karena ketika dia tiba di Bali, 
ada hari Raya Nyepi sehingga setibanya di bali dua hari itu dia tidak bisa 
kemana2 dan ngapa2in karena disaat hari Raya nyepi, kita tidak bisa kemana2 
(semua tempat tutup dan gelap), nggak boleh nyalain listrik atau melakukan 
kegiatan apapun, jadi dia hanya bisa duduk manis di penginapan nya saja sambil 
ngomel2. Salah siapa, coba ???
 
3. Teman Seperjalanan.
Di stage ini kita harus menentukan, apakah kita akan pergi sendirian (solo 
traveler), atau dengan teman2 ataupun dengan rombongan. Hal ini penting untuk 
pembagian job desk (who’s doing what) sebelum keberangkatan. Yang dimaksud 
dengan job desk adalah pembagian tugas untuk masing2 calon peserta perjalanan, 
biar semua orang ada effort untuk mempersiapkan perjalanan agar terlaksana 
secara maksimal.  Ada baiknya agar semua peserta perjalanan bertemu paling 
tidak satu kali sebelum keberangkatan, untuk saling mengenal (for strangers) 
atau untuk saling sharing informasi mengenai rencana perjalanan. Tidak punya 
teman seperjalanan dan takut pergi sendirian ??? Cari !!! bisa mengundang teman 
lewat milis, kasih info aja kalo kita mau pergi ke tempat ini tanggal segini, 
lalu undang mereka untuk menjadi teman seperjalanan. Atau sebaliknya, pantengin 
postingan di milis rajin2, lalu ketika ada ajakan untuk pergi bersama, biar pun 
nggak kenal, pake jurus PD 2 juta
 dan segera contact teman tersebut untuk tanya2 secara detail. Kalo cocok 
secara waktu dan biaya, kenapa tidak ??? 
 
4. Persiapan perjalanan : 
 
        * Itinerary & Map
Rute perjalanan itu penting sekali. Jangan sampai kita muter2 nggak jelas atau 
cari rute bolak balik sehingga buang2 waktu, tenaga dan biaya. Cari dan 
pelajari peta, dari sana kita bisa tau letak posisi masing2 lokasikunjungan. 
Apabila bepergian ke luar negri, sebaiknya mempunyai buku panduan internasional 
Lonely Planet untuk mengetahui lokasi kunjugan wajib di suatu negara, lengkap 
dengan panduan wisata kuliner yang sangat direkomendasi oleh penulisnya. 
Bukunya mahal ? nggak punya duit buat belinya ? jangan kayak orang susah, 
pinjam !!! (maap yah Puguh, Lonely Planet loe blom gue balikin, hihi).
 
Sebelum berangkat, samakan dulu presepsi dan tujuan wisata, because different 
people have different point of interest. Diskusikan dan putuskan apa saja yang 
akan dikunjungi, jadi apabila ada yang tidak setuju dengan  itinerary yang 
sudah diputuskan bersama, bisa ada yg mengalah atau silahkan memisahkan diri 
dijalan nantinya. You need to reach the point “agree to disagree”. Titik.  
 
Pelajari tempat2 yang ingin dikunjungi. Apabila ingin mengunjungi museum2, 
jangan lupa sekali lagi check jadwal buka tutupnya, karena beberapa museum 
misalnya tidak buka pada hari Senin. Apabila mengunjungi tempat2 suci dan 
ibadah, tolong diperhatikan dress codenya, pakai pakaian yang sopan. 
Sebaliknya, apabila ingin mengunjungi pantai, jangan lupa bawa memakai dan 
membawa perlengkapan untuk ber-aktifitas di air, misalnya baju renang, snorkel, 
mask, fins, sunblock, etc.
 
        * Transportation
Ada beberapa jenis transnportasi (darat, laut, udara). Sembelum membeli tiket, 
ada baiknya kita mencari tau dan membanding2kan harga antara satu dengan yang 
lain. Apabila kita menggunakan pesawat terbang, biasanya ada banyak promo harga 
tiket pesawat dengan harga murah, bahkan banyak yang menawarkan harga promo 
zero program alias Rp 0. Tapi jangan lupa untuk mengecheck harga akhirnya 
karena biasanya biarpun awalnya Rp.0, endingnya akan ada harganya karena kita 
tetap harus bayar pajak dan fuel surcharge alias bensin pesawat. Jangan lupa 
untuk membaca “rules and regulation” as different airlines have different rules 
and regulation. Check juga apakah ada biaya tambahan untuk kelebihan berat 
bagasi (kalo kelebihan berat badan ya olah raga dong ah), atau apabila ada 
fasilitas extra seperti express boarding dll dsb. Recommended budget airlines 
(airasia,jetstar, tiger, value, etc)
 
Apabila kita menggunakan bus, check jadwal nya, tanggal pergi dan tanggal 
pulang, AC/Non AC, ada toilet didalamnya atau tidak, jangan lupa beli makanan 
kecil untuk stock persediaan makanan dijalan – just in case kalo nanti macet 
atau apalah dijalan. Bagi yang nggak kuat duduk lama atau takut naik bus, 
mendingan jangan naik bus, karena kalo bus antar kota biasanya supir nya selalu 
ngebut seakan2 kalo hari ini nggak nyampe, besok akan kiamat. Dulu banget saya 
masih tahan naik bus ke Bali bolak balik 24-30 jam, tapi karena selalu sport 
jantung, akhirnya nyerah. Thanks to air asia juga, tiket ke bali sekarang lebih 
terjangkau, harga one-way-ticket nya bisa sama aja dengan tiket bus 
Jakarta-Bali sekali jalan, so why bother to spend more time on the road and 
badan jadi remuk kalo harganya sama, mendingan naik pesawat, iya kan ??? 
makanya rajin2 compare and compile data sebelum berangkat !
 
Apabila kita ingin menyewa kendaraan (mobil/motor), check biaya sewa per 
jam/per 8 jam/ per 12 jam/ per hari, apakah termasuk supir, bensin, lembur, 
apakah kita harus punya SIM untuk sewa kendaraan tersebut (contoh kasus, saya 
tidak punya SIM C, tapi bisa nyewa dan bawa motor selama di bali, hihi). Yang 
jelas, biasanya kita harus meninggalkan id card (passport atau KTP) kalo 
menyewa kendaraan tersebut. Jangan lupa pake helm, you’ll never know what’s 
gonna happen next, kali2 aja ntar keserempet angkot, (ketok kayu tiga kali, 
jangan sampe deh!)
 
Naik kapal motor atau kapal laut ??? naaaah, ini lebih ribet. Karena selain 
harus check jadwal nya (yang mungkin nggak tiap hari berangkat seperti misalnya 
kapal laut ke Karimun Jawa atau ke Banda Neira yang berangkatnya hanya setiap 
beberapa hari sekali), kita harus siap lahir lahir bathin. Kapal motor itu 
biasa nya kecil dan penuh sesak dengan berbagai macam barang dan jenis orang 
(wong saya aja pernah duduk bersebelahan dengan motor dan kambing), blom lagi 
water-lag alias mabuk laut (terima kasih buat orang yang sudah menciptakan 
tolak angin dan antimo obat anti mabuk). Kapal laut lebih Ok, karena biasanya 
lebih stabil dan lebih besar (kapal ceremei ke ambon bisa memuat hingga 2000 
orang), dan juga lebih aman karena biasanya disediakan life jacket alias 
pelampung (I don’t swim but I love water, jadi ini bisa menenangkan selama 
perjalanan lewat laut). 
 
Naik kereta api ??? biasanya kalo kereta api kelas bisnis atau eksekutif itu 
aman & nyaman, tapi kalo kereta ekonomi, selain panas, berisik, bau dan kotor, 
frekuensi orang lalu lalang yang setiap saat lewat bisa mengganggu ketentraman 
dan emosi jiwa. Nggak bisa tidur juga karena setiap saat deg2an takut 
kecopetan. Blom lagi polusi telinga karena bentar2 ada yg teriak ”lontong 
lontong lontoooonng !!! tahu tahu tahuuuuuuu*” pake volume 10 oktaf ! Tapi naik 
kereta api ekonomi ini menarik sekali untuk pengalaman hidup, dan juga sangat 
irit di biaya tentunya, coba deh! Jangan ngaku backpacker atau traveler kalo 
nggak pernah ngeteng naik kereta api ekonomi jarak jauh.
 
Intinya, kemanapun kita pergi, jangan lupa untuk selalu melihat JADWAL, dan 
juga jaga barang2 berharga (HP, dompet, etc) karena ada kemungkinan kecopetan 
selama dalam perjalanan.
 
        * Accommodation
Nah, bagian ini lebih menarik. Thanks to internet, kita bisa browsing2 mengenai 
penginapan murah dimana aja. Masih bingung nginep dimana ??? Join aja suatu 
mailing list atau komunitas traveling/backpacking, kenalan dengan para anggota 
nya dan minta info juga tips2 penginapan murah meriah. Jangan kaget, sampai 
hari ini, masih ada penginapan di bali yang harganya Rp 50,000/hari, itupun 
satu kamar bisa berdua, kamar mandi di dalam, pake kipas angin dan selimit juga 
sprei nyang bersih, dan masing2 cuma bayar Rp 25,000/orang. TOB kan ???
Masih kurang murah ? bisa nginep dirumah temen, saudara atau jadi anggota situs 
jaringan silaturahmi, (info mengenai komuitas ini akan saya jabarkan di bagian 
kedua) sehingga kita tidak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun untuk 
penginapan. Nggak Pede ? Ya udah, siap2 aja ngeluarin biaya untuk penginapan, 
that simple.
 
 
        * Money
Ini juga penting. Bikin perkiraan kalkulasi total pengeluaran, supaya kita 
tahu, berapa banyak biaya akan akan kita keluarkan dari hari keberangkatan 
hingga hari kepulangan, beserta biaya2 extra yang mungkin akan tiimbul. 
Biasanya saya membuat system sendiri apabila bepergian sama teman, saya jadi 
mentri keuangan. Saya kumpulkan uang dari masing2 orang, misalnya Rp 100,000 
per hari setiap orangnya, jadi setiap hari biaya penginapan, makan, minum, 
bensin dan uang masuk ke lokasi saya ambil dari situ. Malam harinya semua bon 
dikumpulin dan saya bikin catatan laporan keuangan, and everybody’s happy. 
 
        * Perlengkapan bepergian
Yang ini kayaknya semua orang udah tau. Tapi sekedar catatan saja bagi 
beginner/newbie dan sebagai reminder aja bagi yang sudah berpenga;aman supaya 
terbiasa untuk membuat check list barang2 yang harus dibawa dalam bepergian. 
Nomor satu adalah untuk membawa dokumen2 penting yang diperlukan untuk 
bepergian seperti tiket pesawat, konfirmasi hotel (tambahkan passport dan 
photocopy NPWP dan photocopy ini itu untuk memenuhi persyaratan bebas fiskal, 
etc). Contoh kasus, seorang teman yang baru pertama kali bepergian keluar negri 
ketika tiba di bandara baru sadar bahwa passport nya tertinggal dirumah, 
sehingga dia minta kakanya untuk nganterin tiketnya ke bandara, tapi dia 
ketinggalan pesawat. Untungnya pesawat terakhir ada yang kosong, sehingga dia 
bisa ikut penerbangan terakhir tersebut.
 
Lalu selain pakaian yang untuk dikenakan sehari2, jangan lupa bawa peralatan 
dan perlengkapan mandi dan pembalut untuk wanita (di beberapa daerah kecil, 
pembalut tertentu susah didapat), perlengkapan ibadah (biasanya traveler suka 
ngeles kalo traveling itu musafir jadi pada males bawa perlengkapan beribadah - 
hayooo, ngaku siapa aja yang berpendapat begitu), trus bawa jas 
ujan-payung-swater-kaos kaki (biasanya kalo perginya musim dingin atau musim 
hujan), P3K dan obat2an pribadi (jangan lupa bawa ventolin buat yang asma), 
trus bawa voctorinox atau perkakas kecil serba guna (sendok, garpu, pisau, 
gunting etc – biasanya kalo di pesawat dimasukan kedalam bagasi supaya lolos). 
Dan oh, jangan lupa untuk menukarkan uang ke mata uang setempat apabila 
bepergian keluar negri.  Kalo mau bawa per-alatan elektronik (HP, iPod, camera 
etc) jangan lupa bawa charger nya (ini yang suka ketinggalan dalam bepergian) 
daripada nanti mati gaya selama di jalan.
 
 
        * Emergency Contact Numbers
Jangan lupa juga untuk mencatat dan menyimpan no2 telp penting selama di lokasi 
- just in case of emergency, seperti no hotel, no keluarga yang bisa dihubungi, 
no polisi atau KBRI setempat apabila lagi ke luar negri. Selain dicatat di HP, 
no2 tersebut ada baiknya dicatat secara manual di buku atau dikertas.
 
        * Thank You Note
Penting ! kadang kalo kita bepergian, kita tanya2 info dan minta bantuan ini 
itu ke banyak orang, tapi kalo udah selesai, lupa mengucapkan terima kasih. 
Biasakan untuk mengucapkan terima kasih kepada pihak2 terkait yang sudah 
membantu kita memberikan kontribusi dan bantuan sekecil apapun yang membuat 
perjalanan kita sukses. Adatechnology yang namanya telp, sms, email, YM, FB, MP 
atau apalah, jadi sebenarnya there’s no excuse not to thank anyone who had 
helped. Jadi kapan kita perlu bantuan mereka kembali, mereka akan dengan senang 
hati membantu, begitu juga sebaliknya.
 
 
        * Catatan perjalanan
Nah, kalo semua nya sudah lengkap dan sudah siap, tinggal nikmati perjalanan 
kita, buka mata buka telinga untuk setiap detail yang kita lihat, dengar dan 
rasakan, dan ketika kembali pulang kerumah, tuangkan semuanya kedalam tulisan. 
Selain ini akan menjadi memory yang indah yang selalu bisa kita kenang kapan 
aja, catatan perjalanan  juga bisa menjadi inspirasi dan informasi yang berguna 
bagi orang lain yang ingin melakukan perjalanan ketempat yang sama. Catatan 
perjalanan bisa dalam bentuk tulisan, photo, atau kombinasi tulisan dan photo 
yang ditaro di blog/website gratisan (multiply, blogspot, wordpress, etc).  
Nggak punya website atau blog ??? hari gini ??? bikin dong ah, gampang banget 
kok. Malah kalo mau pinter dikit, kirim tulisan nya ke media, kemungkinan 
ngetop, dapet duit pula, hehe.
 
 
Okeh, bagian Deedee Caniago memberikan presentasi persiapan perjalanan dalam 
negri sudah selesai, lalu giliran Aris Yanto ang memberikan presentasi. Aris 
sebagai moderator Indobackpacker yang ternyata juga seorang anggota dari 
CouchSurfing community, jaringan silaturahmi international ini adalah seorang 
expert dibidang nya. 
 
Persiapan Pendakian : Mount climbing/Trekking/Hiking by Aris Yanto.
 
Aris merupakan pemandu wisata freelance, sejak kecil sudah di kenalkan dengan 
alam bebas. Hampir sebagian besar Gunung - Gunung di Sumatera, Java, Bali, 
Lombok, Flores dan Sulawesi pernah di daki, juga sudah menjelajah hampir lebih 
dari 20 Taman Nasional dari 50 lebih Taman Nasional di Indonesia. Berpengalaman 
sebagai Guide dan Leader guntuk mendaki gunung, jelajah Taman Nasional di in 
Indonesia. Kayaknya nggak ada satu Taman nasinal pun yang belum pernah dia 
jelajahi.
 
Di sessi ini Aris memberikan informasi dan panduan mengenai 
trekking/hiking/camping dan mount climbing,  bagaimana persiapan awal, 
persiapan fisik dan mental untuk melakukan perjalanan. Melalui slide, Aris juga 
memperlihatkan alat2 dan perlengkapan naik gunung (ransel gede, tenda, sleeping 
bag, pole, peralatan masak praktis dll dsb), dan bagaimana kita menggunakan 
nya. Perlengkapan lain selain perkakas masak dan perkakas perjalanan (pisau, 
garpu, sendok, gunting, pembuka botol etc) adalah GPS, map atau peta dan juga 
kompas untuk membaca arah.
 
Kendala yang paling utama dalam pendakian adalah cuaca, apalagi di gunung itu 
biasanya cuaca dingin sekai dan kadang2 hujan. Dia menerangkan beberapa kendala 
lagi yang mungkin terjadi selama pendakian, seperti misalnya mountain sick, 
kram dan segala macam permasalahan dan solusinya. 
 
Aris juga memberikan info mengenai daerah2 yang di rekomendasikan untuk 
dikunjungi, juga daerah2 atau lokasi2 yang sebaiknya dihindari dikarenakan 
bahaya atau tidak aman dan nyaman selama bepergian, berdasarkan pengalanan nya 
keliling Indonesia. Untuk beberapa remote area seperti Ujung kulon, Wakatobi 
dll dsb, dia menyarankan agar minimal dua minggu sebelum hari keberangkatan 
kita meminum pil kina untuk mencegah kena malaria di daerah2 yang rawan kena 
serangan malaria tersebut, karena ancaman malaria yang paling buruk adalah 
kematian. Jadi, kesehatan tidak boleh dianggap enteng dalam bepergian terutama 
dalam pendakian, kondisi fisik harus barry prima deh pokoknya.
 
Plesiran Sejarah, Plesiran Tempo Doeloe by Ade Purnama
 
Selesai memberikan informasi dan presentasi, Adep mendapatkan giliran untuk 
presentasi dan memberikan info mengenai wisata sejarah. Ade Purnama atau yang 
lebih dikenal dengan Adep adalah founder dan owner sebuah komunitas pecinta 
sejarah, heritage, dan tempo doeloe bernama Sahabat Museum 
http://groups.yahoo.com/group/SahabatMuseum/ . Merintis komunitas ini dari 
tahun 2002, memulai semuanya dari nol, dari cuma punya member sejumlah 20 
orang, sampai pada hari ini, komunitas tersebut sudah mempunya anggota sebanyak 
4042 orang yang aktif memberikan info mengenai topik2 diatas. 
 
Adep mempunya program tahunan yang bernama Plesiran Tempo Doeloe, yaitu 
plesiran alias jalan2 berwisata sejarah mengujungi museum2, bangunan2 tua atau 
lokasi2 atau daerah2 bersejarah yang diadakan di hari Minggu, di setiap akhir 
bulan nya. Semua lokasi kunjungan Adep berada di dalam negri (Jakarta dan 
sekitarnya), lalu kota2 dan lokasi2 sejarah di pulau2 lain nya di Indonesia.
 
Pada sesi sharingnya, Adep memberikan info mengenai kegiatan2 komunitasnya, dan 
mengajak para peserta yang datang untuk plesiran ke museum, daerah kota tua, 
maupun ke bangunan2 atau lokasi2 tua dengan atau tanpa komunitas, karena wisata 
itu tidak harus ke pantai, gunung atau ke taman, tapi bisa juga ke tempat2 
bersejarah karena selain sarat dengan informasi berharga, biaya yang 
dikeluarkan pun amat sangat murah di setiap tripnya. Bayangkan, seorang teman 
Indobackpacker saja sampai terkagum2 begitu mengetahui bahwa tiket masuk untuk 
sebuah museum hanya Rp 1,000 perak saja! Itu sama saja bayar masuk ke toilet 
dan numpang pipis bukaaaan ??? yeah, memang menyedihkan sekali appresiasi kita 
terhadap museum dan bangunan2 tua, tapi setidaknya teman2 peserta gathering 
jadi tau lebih banyak lagi mengenai informasi lokasi kunjungan wisata di 
Jakarta atau di indonesia dengan tujuan lokasi yang berbeda dari biasanya.
 
Setelah sesi Adep selesai, acara kemudian dilanjutkan dengan intermezzo yang 
dibawakan oleh Ida SZ yang lagi sakit mata tapi bela2in dateng untuk memberikan 
informasi tambahan seputar kegiatan beserta photo2 kegiatan yang sudah sering 
dilakukan oleh milis Indobackpacker yang ditampilkan melalui slide slow yang 
keren. Dan dengan dibantu oleh Harti, Ida memandu games dan door prize buat 
teman2 peserta gathering, dan beberapa teman dengan senang hati berpartisipasi 
dan memenangkan hadiah berupa merchandise dari Lee Cooper.
 
Tak lama kemudian, Elok Dyah lalu mendapatkan giliran untuk memberikan 
presentasi dan sharing informasi.  Elok adalah seorang wartawan senior di koran 
KOMPAS, yang sudah melanglang buana keliling Indonesia dan keliling dunia sejak 
dia berusia 13 tahun. Sebagian besar perjalanan nya dilakukan sendirian, 
kadang2 dilakukan bersama dengan suami tercintanya, mas Arief. Elok sudah 
mengeliling hampir semua kota di Indonesia, juga sudah menjelajah lebih dari 30 
negara dan masih terobsesi untuk menjelajah 170 negara lainnya di berbagai 
belahan dunia.
 
Traveling Overseas, Persiapan Bepergian ke Luar Negri by Elok Dyah
 
Di sesi bagian nya, Elok selain memberikan flash back info mengenai persiapan 
perjalanan seperti yang sudah disampaikan oleh deedee di awal sesi, bedanya, 
untuk perjalanan keluar negri, Elok menambahkan juga informasi mengenai 
persiapan dokumen2 yang harus dipunyai dan dibawa untuk keberangkatan ke luar 
negri.
 
Untuk berkunjung ke luar negri kita harus mempunya passport (tanda mengenal 
internasional) dan juga VISA (ijin masuk ke negara orang). Untuk mengurus 
passport sekarang ini bisa diurus sendiri dalam waktu satu sampai tiga hari dan 
membayar resmi sekitar Rp 300,000 tanpa menggunakan agen atau calo di kantor 
imigrasi. Elok juga memberikan info mengenai persyaratan pembuatan passport, 
antara lain dengan melampirkan photocopy id card (KTP), kartu keluarga (KK), 
akte kelahiran, rekening koran atau tabungan 3 bulan terakhir, dll dsb.  
 
Untuk membuat VISA, diperlukan invitation letter, atau surat undangan dari 
teman atau sanak saudara kita yang akan memberikan jaminan yang juga biasa 
disebut sponsorship letter. Ada beberapa ketentuan dan informasi invitation 
letter yang dia sebutkan di sesi nya.
 
Surat jaminan juga bisa didapatkan dari perusahaan tempat kita bekerja sebagai 
salah satu referensi supporting dokumen untuk pembuatan VISA. Surat jaminan ini 
berisikan informasi bahwa perusahaan membenarkan kita adalah pegawai perusahaan 
yang bersangkutan yang mempunyai gaji sejumlah sekian yang akan berangkat ke 
negara ini itu dari tanggal sekian sampai tanggal sekian, dan memberikan 
jaminan bahwa kita akan kembali lagi Indonesia alias tidak akan menjadi Ilegal 
di negara orang.  Surat jaminan sekaligus berbagai dokumen lainnya seperti 
bookingan tiket dan bookingan penginapan di negara yang akan kita kunjungi 
merupakan beberapa dokumen yang diperlukan untuk menunjang pembuatan VISA. 
Formulir pengajuan VISA bisa diambil di masing2 kedutaan negara yang hendak 
kita kunjungi, dan hampir kebanyakn kantor kedutaan berada di daerah Kuningan 
dan thamrin area. VISA yang sudah lengkap dokumen nya juga bisa kemungkinan 
ditolak dengan berbagai alasan. 
 
Contoh berbagai formulir pengajuan VISA, alamat berbagai kedutaan di indonesia 
berikut file2 kelengkapan dokumen lainnya, bisa diakses dan di download di 
bagian files di milis Indobackpacker yang di upload oleh Ambar Briastuti, salah 
satu moderator Indobackpacker, 
 
http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/files/Travel%20Document%20%28paspor%20dll%29/
 
Selain itu Elok juga menceritakan pengalaman nya selama menjelajah Indonesia 
dan negara2 lain di dunia. Saya kagum dengan memorynya yang kuat. Nggak kayak 
saya yang suka short term memory dan suka amnesia nggak jelas (makanya saya 
selalu bikin catatan perjalanan kemanapun saya pergi), Elok bisa dengan 
mudahnya mengingat nama hostel dia menginap di Paris beberapa tahun yang lalu, 
atau lokasi2 yang paling menarik yang harus dikunjungi di Korea, memberikan 
referensi nama teman yang bisa dikenalkan kepada kita di kemanapun kita pergi 
di dunia lain, menjelaskan mengenai daerah rawan yang mungkin bahaya di Itali, 
bahkan sampai paham banget mengenai rute yang digunakan oleh Maria penulis buku 
keliling Eropa 6 bulan hanya dengan US$1000). 
 
Ia juga berbagi pengalaman2 lucu, juga trik2 bertahan (the art of survival) di 
luar negri dengan ngirit  se-irit2nya, misalnya untuk 1 hari makan, sebaiknya 
membeli roti tawar dan keju atau selai kecil, sehingga bisa dimakan dua atau 
tiga kali dalam sehari (waduh padang dengan perut kampungan kayak gue yang 
harus selalu kena nasi kayaknya report deh kalo harus ke eropa, tapi at least 
kalo nggak mampu pergi ke eropa karena nggak punya duit, gue bisa bilang nggak 
mau ke Eropa karena nggak cocok sama makanan nya, hehe). Lalu air minum jangan 
beli, tapi ambil aja tab water atau ambil dari keran karena hampir semua air 
yang ada di negri orang bisa diminum begitu saja karena bersih dan higenis 
(Aduh, kapan yah Indonesia bisa seperti itu ???).
 
Trus satu lagi, Elok juga memberikan info2 berguna untuk survive, seperti 
misalnya kalau kita pergi, baju2 yang dibawa cukup yang tipis2 dan jangan 
banyak2, bisa dipakai berkali2 (aduh, ngak banget buat saya yang kebanyakan 
gaya), pakaian dalam cukup yang dari kertas yang sekali pake buang (eh apa yah 
namanya, disposable ???). Trus semua dokumen asli dibawa tas pinggang yang kita 
taro didepan badan yang bisa keliatan oleh kita, dan bawa semua photocopy 
dokumen, sebagian di taro di penginapan, sebagian laginya dimana dan ditaro 
dimana2, di dompet, di tas, di kantong celana, pokoknya sedia cocacola sebelum 
kehausan deh judulnya. Trus sebaiknya uang cash sebagian dibawa2 juga, karena 
sama seperti di Indonesia, beberapa tempat diluar negri juga tidak ada ATM, 
lagipula, menukar uang di money changer apalagi di luar negri sering rugi 
karena nilai jual beli nya yang tinggi. Banyak lagi yang disharing Elok di sesi 
ini, akan tetapi saya tidak mengikuti sampai
 habis karena pada saat2 terakhir, saya keluar dan ngobrol2 dengan teman2 yang 
pada duduk2 diluar sehingga tidak sepenuhnya mendengarkan.
 
Anyway, ketika Elok selesai berbicara dan membawakan presentasinya, acara di 
break satu alias rehat jam untuk istirahat, shalat dzuhur dan makan siang 
bersama. Ida SZ dan team konsumsi pu sibuk membagi2kan paket ayam nasi Mc 
Donald’s dan teman2 pun mengambil posisi masing2 untuk makan. Yang moslem 
segera shalat di kamar2 yang disediakan, dan sementara masih pada antri ke 
toilet untuk ambil wudhu, yang lainnya ambil box makan siang.
 
Saya lihat beberapa teman baik yang datang sendiri maupun yang datang mulai 
minggling, saling memperkenalkan diri dan membuat group2 kecil sesuai dengan 
interest nya masing2. Yang pengen tau mengenai komunitas Indobackpacker 
mengerubungi Aris dan panitia acara, yang masih mau tanya2 mengenai Plesiran 
sejarah mengelilingi Adep, yang masih penasaran dengan backpacking keluar negri 
langsung mengepung Elok, sedangkan kalo mau ngobrol2 santai, ngebahas Dewi 
Persik dan bahasan2 nggak penting lainnya, langsung join dengan deedee dan 
banyak teman lainnya sambil haha hihi diluar.
 
Dikarenakan makin siang makin banyak yang datang sehingga rumah Deedee mulai 
terasa sesak, beberapa teman pindah duduk diluar, di garasi yang sudah disulap 
menjadi ruang tamu, sampai beberapa teman membuat group berdiri diluar, makan 
sambil berdiri kayak di kondangan2 kawinan, haha, seruuuuu !
 
To be continued, part 2


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

Indonesian Backpacker Community
visit our website at http://www.indobackpacker.com atau bisa juga di 
http://www.backpacker-indonesia.info/


Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/   
untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan.

No SPAMMING or forwarding unrelated messages.
Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari Jumat. 

Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian 
yang perlu saja

Milis Indobackpacker tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk menghindari virus 
dan menghemat bandwidth.

Cara mengatur keanggotaan di milis ini :

- Satu email perhari: [email protected]
- No-email/web only: [email protected]
- menerima email: [email protected]
- berhenti dari milist kirim email kosong : 
[email protected]
- Begabung kembali ke milist kirim email kosong : 
[email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke