Catatan Gathering Indobackpacker, Part-2 (the end)
 
Selesai shalat dan makan siang, pada pukul 13.00 siang semua peserta gathering 
and diskusi backpacking & traveling kumpul barengnya Indobackpacker kembali ke 
posisi semula, ke area rumah belakang untuk mendengarkan presentasi bagian 
kedua, jaringan silaturahmi internasional, CouchSurfing Indonesia, yang di 
presentasikan oleh Nancy Margaretha. 
 
Jaringan Silaturahmi Internasional  
 
Nancy Margaretha adalah Country Ambassador CouchSurfing Indonesia, single 
parents of 3 -smart-beautiful daughters, seorang full time volunteer di 
komunitas Internasional ini yang sudah melanglang buana keliling Indonesia dan 
keliling dunia untuk menyebarkan visi, misi dan spirit komunitas. Dikarenakan 
pada saat presentasi Nancy memberikan info secara acak dari pertanyaan2 yang 
ditujukan kepadanya dengan alasan supaya suasana tidak terlalu kaku dan menjadi 
lebih santai (and it works), saya mencoba untuk merangkumnya secara urut.
 
Couch itu artinya sofa, surfing itu pengertian nya browsing atau mencari2. Jadi 
couchsurfing adalah mencari2 sofa yang bisa di inapi, that simple. Apabila 
Marina, pengarang buku “keliling Eropa selama 6 bulan dengan 1000 dollar” 
bilang CouchSurfing atau Hospitality Club itu jalur pertemanan, rasanya kami 
lebih suka menyebut komunitas ini sebagai Jaringan Silaturahmi, rasanya lebih 
tepat aja, dikarenakan situs ini tidak hanya untuk pertemanan seperti 
Friendster atau Facebook, tapi lebih ke “maintain friendships, relationships & 
network” dengan teman2 di seluruh penjuru Indonesia dan seluruh penjuru dunia. 
Jadi nggak hanya kenal di dunia maya, tapi juga di dunia nyata dan melaksanakan 
kegiatam bersama2.
 
Banyak sekali keuntungan yang bisa dapat kalo kita menjadi anggotanya, dari 
mendapatkan teman, tukeran mengenai budaya dan adat istiadat dengan teman2 
setahan air dan teman2 dilain Negara, sampai bisa menginap dimanapun juga di 
belahan dunia tanpa harus membayar alis gratis !!! jadi kasarnya, kemanapun 
kita pergi, selalu ada tempat teman yang bisa dikunjungi, atau tempat yang bisa 
di inapi.
 
Sistem CouchSurfing adalah bertamu dan menginap dirumah orang, atau menerima 
tamu dirumah dan memberikan penginapan kepada tamu dirumah kita sendiri. Dari 
belajar bertamu kerumah orang lain, kita bisa mengerti apa yang harus kita 
kerjakan dan ketahui apabila kita menginap dirumah seseorang, sehingga apabila 
suatu saat nanti kita menerima tamu2 yang akan menginap dirumah kita (baik tamu 
lokal maupun internasional), kita juga udah tau “what to expect” and “how to 
treat guest”. Ini akan menjadi pelajaran dan pengalaman berharga apabila kita 
nenamu secara cuma2 dirumah orang, apalagi diluar negri.
 
Gimana cara bergabung dan menjadi anggotanya ? Join aja disini :
http://www.couchsurfing.com dan create account atau bikin profile seperti 
contoh disini :
http://www.couchsurfing.com/people/deedee_caniago
 
dan setelah itu, kalian akan bisa akses dan bisa mendapatkan segala macam info 
mengenai kegiatan silaturahmi Internasional ini. Secara situs ini juga situs 
gratisan, maka bagi kalian yang suka traveling dan backpacking dan menganut 
azas murahan kayak saya (ngirit disana sini malah kalo bisa gratissan, hehe), 
cepatlah bergabung dengan 3000 orang yang sudah menjadi anggotanya. 
 
Kegiatan Couchsurfing ini hampir sama dengan kegiatan2 milis backpacker 
lainnya, yaitu traveling bersama dalam sebuah group Travelmates, 
http://www.couchsurfing.com/group.html?gid=12694
dimulai dari keliling Indonesia sampai keliling dunia, juga mengadakan workshop 
dan kegiatan sharing informasi dan pengalaman gimana caranya supaya kita bisa 
bepergian semurah2nya, tapi tetap aman, nyaman & menyenangkan.
 
Dalam presentasinya, Nancy juga menceritakan pengalaman dia selama menerima 
tamu dan bertamu dirumah sesama traveler atau backpacker. Dia juga sharing 
mengenai rules and regulation ataupun do and don’t (apa yang boleh dan tidak 
boleh) dalam lingkungan jaringan silaturahmi ini, juga berbagi pengalaman2 lucu 
dan unik yang tidak didapatkan apabila kita menginap di hostel atau low budget 
accommodation. Untuk lebih detail mengenai komunitas ini, silahkan langsung 
klik ke link websitenya, dan mempelajari semua tentang kegiatan nya, karena 
saya akan membahas sesi berikutnya, yaitu penulisan catatan perjalanan untuk 
media (Teguh Sudarisman) 
 
Broaden Your Audience, by Teguh Sudarisman.
 
Teguh Sudarisman adalah Group Managing Editor-PT Indomultimedia : (inflight 
magazine Garuda, JalanJalan, Jakarta Java Kini) - yang sudah bertahun2 malang 
melintang di dunia media - memandu kita untuk memberikan tips2 bermanfaat 
mengenai cara penulisan catatan perjalanan yang menarik untuk dimuat di media. 
 
Sebenar nya Teguh memberikan beberapa contoh penulisan di media cetak, akan 
tetapi yang akan saya bahas adalah penulisan catatan perjalanan atau laporan 
pandangan mata dalam bepergian yang disukai oleh media.
 
Menulis itu sulit ???
 
Menurut Teguh, ada beberapa kendala untuk kebanyakan orang awam dalam dunia 
tulis menulis, antara lain adalah takut untuk mencoba, tidak tahu harus menulis 
seperti apa, tidak tahu harus dikirim kemana, tulisan nya tidak unik, gaya 
bahasa yang jelek, mutu photo yang jelek. Jadi blom apa2 udah nggak PeDe dan 
mundur dari niat untuk menulis. 
 
Tapi ada juga orang2 yang merasa udah sering menulis ini itu dimana, tapi dia 
nggak tahu apa yang menyebabkan tulisan dia tidak pernah lulus sensor dan 
seleksi untuk dianggap layak dimuat di media, dalam hal ini, majalan travel.
 
Bagi kita (baca : saya) yang mungkin sudah biasa dalam dunia tulis menulis, 
emang rasanya sangat mudah untuk menulis, (istilahnya, ngeliat laptop nganggur 
aja bawaan nya udah mau ngetik melulu), akan tetapi ternyata lain hal bagi 
orang lain, apalagi bagi pemula. 
 
Teguh juga menekankan bahwa ada perbedaan besar antara penulisan di blog dan 
penulisan di media. Catapan perjalanan di blog tidak selalu cocok menjadi 
artikel di suatu majalah travel, akan tetapi artikel di majalah akan selalu 
cocok menjadi catatan perjalanan dalam suatu blog.
 
Seperti apa artikel perjalanan yang bagus?
 
•          90% pengalaman pribadi, 10% informasi/fakta. 
Jadi jangan ngarang bebas ! Jangan mengada2 dan jangan pernah untuk mengutip 
catatan perjalanan orang lain tanpa seijin atau tanpa sepengetahuan yang punya. 
Contoh kasus, ada satu orang teman yang saya kenal yang mem-perkara-kan orang 
lain hanya karena orang tersebut memuat tulisan yang diambil secara paksa dari 
multiply dia tanpa seijin yang punya artikel dan memuatnya di media seakan2 dia 
itu penulisnya. Hati2, kita bisa berhadapan dengan hukum kalo begitu. Tulislah 
sendiri pengalaman mu dalam bepergian, dengan gayamu sendiri...
 
•          Unik
Carilah gaya bahasa yang berbeda dari orang lain. Word does matter indeed, 
karena sekalinya tulisan kita disukai, believe me, orang akan kembali dan terus 
kembali untuk mencari tulisan2 kita.  
 
•          Gaya bahasa yang simpel tapi elegan.
Ingat, pembaca dan pembeli suatu majalah di media cetak itu terdiri dari 
berbagai macam latar belakang. Jadiiiiiiiiiiii, gunakan bahasa yang dimengerti 
oleh semua orang, dan untuk ukuran media, gunakan bahasa yang simple dan elegan
 
•          Deskriptif, detail
Jangan lupa untuk memberikan info yang lengkap, misalnya nama hotel yang kita 
rekomendasikan itu berada dijalan apa, biaya penyewaan kapal motor itu berapa, 
makanan minuman yang kita coba rasanya seperti apa, kira2 seperti itulah 
intinya.
 
•          Menceritakan joy of traveling
Ini benar sekali. Saya sendiri pernah punya pengalaman menyebalkan ke suatu 
tempat, tetapi akhirnya berusaha untuk menikmati setiap detiknya, karena saya 
pikir, toh udah bayar ini, so make the most out of it ! Apalagi kalo bepergian 
nya tidak ada kendala, sehingga kita main bisa menuliskan catatan perjalanan 
kita dengan sepenuh hati, menceritakan nya dengan semangat yang menyala2, 
dengan segala kenikmatan dan kebahagiaan perjalanan itu sendiri, yang akan 
menjadi inspirasi bagi orang lain yang membacanya, dan membawa seseorang 
kedalam dunia yang seolah2 kita ciptakan sendiri !
 
•          Memberikan kesan mendalam kepada pembaca. 
Ceritakan bagian yang sangat menarik yang mungkin tidak dialami oleh orang 
lain, misalnya ketika kita menjelajah suatu tempat, ternyata secara tidak 
sengaja kita melewati sebuah lokasi dimana terdapat sebuah upacara adat yang 
sakral sehingga kendaraan kita harus berhenti selama beberapa waktu, dan waktu 
berhenti yang cukup lama itu kita gunakan untuk berkenalan dengan penduduk 
lokal, pada akhirnya kita malah diajak oleh penduduk setempat itu untuk mampir 
kerumahnya diperkampungan dekat situ dan diajak makan siang bersama. Hal2 
seperti inilah yang membuat tulisan kita berbeda dari orang lain dan tentunya 
memberikan kesan yang mendalam kepada pembacanya
 
Tips membuat tulisan bagus yang layak tampil di media
 
Berikut adalah Tips dari Teguh agar punya  kita bisa membuat tulisan yang bagus 
(sebenernya bisa dijabarkan lebih luas lagi, tapi maaf sekali, saya lagi nggak 
konsen ngetiknya, hehe. Tapi yang jelas, silahkan catat dan terapkan tips2 yang 
bermanfaat ini, yang mungkin hanya bisa kita dapatkan dari seorang expert pada 
saat sharing session seperti ini aja!
 
•          Pelajari gaya tulisan traveling yang dimuat di majalah-majalah
•          Pilih angle penulisan yang berbeda 
•          Persiapan yang matang: riset
•          Don’t mix business with pleasure
•          Gigih, serius, fokus!
•          Foto, rekam, catat semua detail info
•          Segera tulis!!!Makin lama jeda waktu liputan dengan penulisan, 
tulisan akan makin kehilangan greget.
Waaaaaaa, yang ini bener bangeeettt!!! Contoh kasus nya yah kayak yang sekarang 
ini, seharusnya tulisan catatan acara gathering indobackpacker ini harusnya 
segera ditulis dan di upload ke milis (mohon maaf saya baru sempat mengerjakan 
dan menyelesaikan nya sekarang2 ini), akan tetapi setelah beberapa minggu 
kemudian baru di upload. Selain udah banyak lupa mengenai bahasan presentasi 
oleh masing2 pembicaranya - biarpun udah banyak yang tanya, orang mungkin juga 
udah muak menunggunya. 
 
Begitu juga dengan tulisan2 yang akan diposting di blog pribadi atau di media2, 
segera tulis dan submit ! Sebab aneh aja kaaaaaann, kalo misalnya kita menulis 
mengenai naik gunung pada saat 17 agustusan, tapi kemudian di upload nya pada 
bulan desember, hampir mendekati tahun baru ??? udah pasti ditolak oleh media, 
karena moment nya yang udah lewat jauh banget kaleeeeeeeeee ! (and you’re still 
wondering why, haha!)
 
That’s all. 
Jadiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii, Yuk, mari mulai menulis !!!
 
Sesi terakhir adalah sesi yang dibawakan oleh Trinity, seorang 
pengarang/penulis buku ”The Naked Traveler”. Sama seperti Elok, Trinity adalah 
salah satu penulis journal backpacking yang cukup dikenal di dunia traveling & 
backpacking. Bukunya sudah dicetak sampai 10 kali dan menjadi salah satu buku 
“best seller” yang wajib dipunyai. (Elok, loe kenapa nggak mau bikin buku juga 
sih mbak, kan pasti akan laku juga bukunyaaa ???)
 
Disini Trinity (yang minta nama aslinya dirahasiakan) membahas dan menceritakan 
pengalaman2 dia sewaktu travelling dan backpacking keliling dunia, baik itu 
pengalaman unik, menyenangkan, menyeramkan, yang semuanya berkesan baginya. 
Kalo kalian sudah membaca buku nya,  mungkin kalian juga membaca salah satu bab 
mengenai toilet di suatu negara yang tidak ada flush nya dan membuat dia panik, 
yang ternyata flush tersebut akan bekerja secara otomatis apabila kita mau 
keluar kamar mandi dengan membuka pintu. Info2 semacam itulah yang Trinity 
sharing dalam sesi presentasinya.
 
Trinity juga menceritakan proses pencetakan bukunya, yang semuanya dimulai dari 
penulisan si blog pribadinya : http://naked-traveler.blogspot.com/ Dan ketika 
hits yang masuk ke blog pribadinya sudah begitu banyak, sehingga dia mempunyai 
nilai jual yang bisa ditawarkan kepada penerbit.
 
Dia juga memberikan tips2 dalam menulis yang cukup penting, mengingat bukunya 
sempat di ”cekal” karena tulisan nya dirasa sedikit extrim untuk ukuran orang 
Indonesia (dia menceritakan ketika dia berenang di suatu tempat sepi di sebuah 
negara secara skin-deep – if you know what I mean), dan disitulah terjadi 
kompromi, bahkan cetakan akan tetap diteruskan dengan catatan bahwa bagian yang 
itu harus dihilangkan karena kurang ”kena” adat istiadat dan ”mind set” orang 
kita.
 
Jadi ternyata ya teman2, kalo menulis di blog itu ”aman2” aja karena toh blog 
blog kita ini, tapi kalo udah dicetak ternyata cerita kita menjadi milik umum. 
Publik juga penerbit berhak menentukan mana yang boleh ditulis mana yang tidak, 
karena nantinya selain bermasalah dengan ijin cetak, juga bisa merembet ke UU 
pornografi dll dsb. Jadi alangkah baiknya apabila kita juga berhati2 dalam 
menuliskan artikel kita, apalagi apabila tulisan kita akan/sudah menjadi 
konsumsi khalayak ramai.
 
Anyhow, sesi sharing dan diskusi ini ditutup dengan rangkuman sekilas informasi 
flash back yang sebelumnya dibawakan oleh teman2 pembicara yang dipandu oleh 
deedee sebagi host, dan semua pembicara (Aris, Elok, Adep, Nancy, Teguh dan 
Trinity) didaulat untuk maju ke depan untuk menerima dan manjawab pertanyaan2 
seputar bahasan2 yang berhubungan dengan backpakcing atau traveling atau 
bahasan materi yang sudah mereka presentasikan. Pertanyaan2 tersebut tidak akan 
saya bahas lagi karena kalo ditulis satu persatu, bisa2 kalian selesai bacanya 
tahun 2010, hihi
 
Lalu sebelum berpisah, sekitar jam 16.00 sore semua peserta, pembicara (kecuali 
Adep yang masih tetep sibuk diskusi dengan teman2 IBP lainnya) dan panitia 
berphoto bersama diluar rumah Deedee. Pada awalnya peserta masih malu2 dan 
jaim, tapi lama2 menjadi liar tak terkendali, udah nggak ada malu2nya lagi, 
saya aja sampe takut sama tetangga depan karena keributan dan kericuhan yang 
terjadi, untungnya tetangga saya baik2 semua, mungkin mereka udah males juga 
kali yah liat kita. Pasti mereka pikir, ah, biarin aja anak2 norak itu pada 
berisik, asalkan tanaman gue nggak keinjek, hehe. Jangankan peserta, 
pembicaranya aja pose centil2 dengan berbagai gaya, nggak cewek nggak cowok 
semuanya heboh!
 
Sekitar 45 menit berlalu, peserta masih saja belum mau beranjak & berpisah, 
karena masing2 peserta sudah merasa dekat satu sama lainnya (ya iyalaaaah, 
secara duduk dan ngobrol bareng dari pagi, hehe), dan akhirnya pada pukul 
18.00, sebagian besar peserta pamitan pulang, dan semua panitia pun membantu 
saya untuk membersihkan rumah, dari cuci piring, ngegulung karpet, ngelap debu, 
ngelap meja, nyapu, ngepel, sampai mengembalikan posisi perlengkapan dan 
furniture rumah tangga kembali ke posisi semula. 
 
Rumah kosong ? ah, tentu tidak, karena beberapa teman masih betah nongkrong dan 
ngobrol2 membahas ajakan trip ke Ranu Kumbolo sambil makan malam, dan hampir 
pada pukul 22.00 malam, tamu terakhir (Nancy, Tiara & Anne) berpamitan pulang.
 
Alhamdulillah, acara berjalan dengan sukses dan lancar - tidak kurang satu 
apapun. Setelah posting thank you note ke milis, saya baru bisa berisitirahat 
dengan tenang dan senang.
 
Semoga ke 150-an teman2 yang menyempatkan diri untuk berpartisipasi pada acara 
gathering Indobackpacker kemarin mendapatkan banyak manfaat dari sesi berbagi 
ilmu dan pengalaman tersebut, dan semoga kita bisa bertemu kembali di lain 
waktu.
 
 
Salam,
Deedee Caniago


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

Indonesian Backpacker Community
visit our website at http://www.indobackpacker.com atau bisa juga di 
http://www.backpacker-indonesia.info/


Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/   
untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan.

No SPAMMING or forwarding unrelated messages.
Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari Jumat. 

Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian 
yang perlu saja

Milis Indobackpacker tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk menghindari virus 
dan menghemat bandwidth.

Cara mengatur keanggotaan di milis ini :

- Satu email perhari: [email protected]
- No-email/web only: [email protected]
- menerima email: [email protected]
- berhenti dari milist kirim email kosong : 
[email protected]
- Begabung kembali ke milist kirim email kosong : 
[email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke