Menarik...menarik...diskusi ini.... Kebetulan saya termasuk yang paling suka motret dari dalam pesawat. Bahkan selalu motret....Saat landing atau take off ngga akan pernah matikan kamera. Karena momen itulah saat yang bagus. Kita bisa menangkap bentuk teluk Jakarta kalau terbang dari Soekarno-Hatta. Kalau boleh saya kasih link di MP saya salah satu hasil motret dari pesawat yang sangat saya suka :
http://robertadolf.multiply.com/photos/album/32/Denpasar_Jakarta_with_Batavia_Air Saya baru sekali ke Bromo itupun siang hari....Belum sempat nikmati sunrise 'n sampai pinggir gunung yang nanjak naik tangga.... Tapi waktu penerbangan Denpasar - Jakarta di link di atas, saya beruntung bisa menangkap momen bagus melintas Bromo di saat cuaca bagus.... Melihat pemandangan menarik dan langka segera keluarin DSLR dan pocket....Momen yang sekejap namun cukup banyak shoot....Pengalaman yang sangat berkesan.... Sejauh ini saya tidak pernah ditegor kalau motret saat landing atau take off.... Pernah pramugari Lion Air yang duduk persis di depan saya saat landing maupun take off, menghadap ke saya, cuek aja saat motret. Pun waktu naik Garuda, disaat ancang-ancang landing kamera siap di jendela pesawat. Perlu ada "strategi" saat motret dari pesawat. Biasanya saya pilih 5 baris dari belakang supaya ngga terhalang sayap pesawat, atau pilih 3 baris dari depan. Kalau naik Lion, pesawatnya B 737-400 atau B-737-900 saya sudah catat tempat duduk favorit yang asyik, ideal untuk motret. Mengenai posisi-nya, apakah deretan A atau F, tergantung tujuan. Yang pernah saya jalanin, kalau dari Jakarta ke Surabaya, pilih deretan F. Pesawat menyusur pantai utara, disebelah kanan daratan pulau Jawa. View bagus berupa gunung ada di deretan sebelah kanan. Rute sebaliknya, Surabaya-Jakarta, pilih deretan A. Jakarta - Yogya, pilih deretan A. Karena menjelang landing akan terlihat (kalau cuaca bagus) hamparan bukit, gunung Merapi, Sindoro-Sumbing....Shoot dech.... Bali - Jakarta, pilih deretan A, seperti yang saya capture dan simpan di MP di atas. Surabaya - Denpasar, pilih deretan F. Karena menjelang landing biasanya pesawat "melintas" landas pacu Ngurah Rai sebelum landing dari arah timur....Saat melintas landas pacu menyajikan view bagus...Kelihatn juga "kaki" pulau Bali.... Masih dari Surabaya - Denpasar, sebelah kiri juga oke...Terlihat Gunung Agung...Menarik sekali.... Pernah juga waktu beberapa kali ke Banjarmasin... terlihat lekuk sungai Martapura dan kontur landscape hijau tanah Banjarmasin yang dipadukan dengan jalan raya....Menarik....menarik.... Rute Jakarta - Manado, ambil deretan A. Begitu akan landing di Sam Rartulangi Airport akan terlihat Gunung Manado Tua dan P.Bunaken yang saya jadikan background MP. Salah satu pemandangan terindah yang pernah saya foto...... Yang menjadi "persoalan" semoga mendapat kaca yang bening...Suatu keberuntungan juga....Beberapa kali naik Garuda, kacanya banyak yang sudah tergores.... Tapi beberapa kli juga naik Lion, kacanya lumayan bening.... Sedikit Out of Topic...sekarang kalau pas mau terbang mainan saya sudah terbagi antara motret dan GPS. Pegang GPS saat akan take off maupun landing juga asyik. Dari GPS bisa tahu berapa kecepatan pesawat saat akan take off maupun landing... Kemudian saat menuju ketinggian jelajah...Ketahuan di ketinggian berapa, speed-nya, dan posisi-nya.... Pernah juga saat pesawat baru take off lalu manuver menuju rute penerbangan....eeee....ngelewati rumah saya...Ketahuan-nya dari GPS. Di GPS sudah saya tandai rumah saya...Makanya bisa tahu saat pesawat manuver atau menuju rute penerbangan, di bawah-nya adalah rumah saya...ha...ha....ha.... Jadi dech perhatian pecah antara motret dan perhatiin GPS. cheers ----- Original Message ----- From: army gulardi To: [email protected] ; [email protected] ; indobackpacker Sent: Tuesday, January 20, 2009 7:47 PM Subject: Bls: [indobackpacker] Foto-foto pemandangan dari dalam pesawat yang sedang terbang Just sharing...... Pengakuan juga deh.... saya paling sering moto2 aerial (gitu sih kata menu kamera digital saya) dan nggak bosen2 emang..... Alhamdulillah belum pernah ditegur sama awak pesawat.... tapi pernah bersitegang sama penumpang lain gara-gara si ibu itu nyerobot kursi saya.. padahal udah dibela2in minta kursi sebelah jendela pas check-in dan nenteng2 kamera digital.... maaf ya bu ini kehendak kamera digital saya hehehe Sebetulnya boleh tidak ya karena setiap saya memilih menu aerial di LCD kamera selalu muncul anjuran untuk meminta ijin dari awak kabin jika ingin menggunakan. Sering juga khawatir kalau saya merekam (video mode) saat take-off atau landing ..... lebih sering saya moto2 saat mengudara. Out of topic, penumpang kita sudah banyak yang sadar untuk menonaktifkan HP dibanding tahun2 dulu meskipun masih saja ada satu atau dua orang yang masih 'melanggar' kejadian terakhir malah saat mengudara ada bunyi handphone berdering beberapa kali yang ada penumpang sekitarnya melotot sambil celingak-celinguk hehehe. Terkadang suka geli sendiri dengan penumpang yang penampilan parlente dan nampak berpendidikan tapi saat pesawat baru landing dan masih jalan menuju apron sudah banyak yang sibuk menyalakan HP dan mulai cuap-cuap bilang kalu baru tiba hehehehe..... HP boleh high-end ya tapi kebiasaan masih belum menyesuaikan....... Ardi ________________________________ Dari: Andika Prasetyo <[email protected]> Kepada: [email protected]; indobackpacker <[email protected]> Terkirim: Selasa, 20 Januari, 2009 17:02:47 Topik: RE: [indobackpacker] Foto-foto pemandangan dari dalam pesawat yang sedang terbang Peraturan dibuat untuk dilanggar. Begitulah pemeo yang sering kita dengar. Saya sendiri sering menjumpai penumpang pesawat yang "nekat" mengaktifkan hape maupun perangkat yang menggunakan gelombang radio. Sebenernya regulasi dari KNKT maupun badan terkait sudah jelas bahwa segala bentuk peralatan yang menggunakan gelombang radio dilarang aktif selama penerbangan, toh sampai saat ini masih sering kita temukan. Kedua, saat lampu safety belt belum mati, banyak loh yang sudah melepas belt nya. Mungkin anggapan mereka ahh sudah nyampe juga, ngapain mesti dipake terus. Lalu mereka berdiri sambil menunggu pesawat berhenti. Hehehehe ... seperti naik bis ya? Ketiga, ya semua kembali ke diri kita masing-masing. Introspeksi apakah kegiatan yang kita lakukan itu safe, dalam artian tidak membahayakan diri kita sendiri maupun orang lain. Salam hangat, Andika [Non-text portions of this message have been removed]
