Setuju banget dengan mba Ambar, Saya dari dulu percaya dan yakin, bahwa tidak ada yang bersifat kebetulan terjadi, baik itu kegagalan, keberhasilan, keberuntungan, kesialan, musibah atau apapun itu! Bagi saya semua ada hikmah pelajaran di dalamnya, bukankah semuanya sudah direncanakan olehNya. Kegagalan mengajari kita untuk kembali bangkit memulai, keberhasilan mengajari kita untuk konsisten dan berbuat lebih, keberuntungan mengajari kita bersyukur serta waspada dan memperbaiki diri, dan musibah mengajari kita rendah diri dan sabar. Keberhasilan bagi saya bukanlah terlihat dari kesuksesan atau kekayaan tapi lebih dari manfaat yang banyak dihasilkan olehnya. Banyak yang kaya dan sukses tapi tidak memberi manfaat bagi orang sekitarnya.
Mengikuti milis ini bukan pula suatu kebetulan, tapi sudah rencanaNya untuk memberikan saya satu cara untuk belajar. Regards, Hendras Catatan dari "mengigau" di siang hari ________________ Reply Header ________________ Subject: [indobackpacker] Re: Merindukan Penayangan yang menarik ttg kegiatan outdoor Author: "ambar" <[email protected]> Date: 18th March 2009 8:10 pm Saya ini mungkin tipe orang yang belajar dari kegagalan. Jadi disuguhi kesuksesan malah kurang greng. Buku adventure yang saya baca juga kebanyakan 'ketidak suksesan' atau 'kematian' (halah maksudnya bukan justified kalau petualang itu emang ngga takut mati). Ada buku menarik yang saya ingat terus. Kisah kelima wanita pemanjat gunung K2 dimulai dari awal ketertarikan mereka, petualangan hingga kisah kematian mereka yang tragis. Pergulatan mereka mencari dana, mencoba membuktikan kemampuan di dalam dunia yang maskulin hingga kisah asmara dan kegalauan hubungan dengan suami/pacar ataupun rekan setim. Tayangan TV dan film tentang kegagalan mungkin disimak berbeda dengan kultur bangsa Indonesia. Secara tidak langsung, orang Asia sangat memuja kesuksesan (itulah kenapa David Beckham dan Tiger Woods ngetop luarbiasa). Tapi pernahkah kita tahu tentang Scott Fischer atau George Malorry? Mengilustrasikan kegagalan itu seperti 'wirang'(malu, shame, sharm -urdu) hal yang tidak perlu diungkap. Menunjukkan ketidakmampuan di depan umum menurut orang Jawa adalah hal yang big NO. Yang menarik 'sharma' dalam bahasa sansekerta artinya bliss, happiness, good fortune. Jadi bukankah sebuah kegagalan bisa dilihat sebagai berkah? Mungkin sebagai produser saya akan memutuskan kegagalan ngga bakal menarik penonton. Apa sih yang bakal dilihat. Air mata? Well, bukankah hidup ini adalah drama. (hi hi..maunya mengutip American Idol). Salam Ambar --- In [email protected], Arina Hanisthan <dears...@...> wrote: > > Setuju dengan Mas Aris... seingat saya, saya belum pernah disuguhi tayangan > TV mengenai liputan pendakian gunung yang baik dan sukses kalaupun ada > (mungkin terlewatkan oleh saya) itu hanya tayangan yang sifatnya laporan saja > dan hiburan, tidak ada pembelajarannya. > Kapan ya ada media yang mau membuat hal2 semacam itu? > Salam, > Pipin > ------------------------------------ Indonesian Backpacker Community visit our website at http://www.indobackpacker.com atau bisa juga di http://www.backpacker-indonesia.info/ Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan. No SPAMMING or forwarding unrelated messages. Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari Jumat. Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian yang perlu saja Milis Indobackpacker tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk menghindari virus dan menghemat bandwidth. Cara mengatur keanggotaan di milis ini : - Satu email perhari: [email protected] - No-email/web only: [email protected] - menerima email: [email protected] - berhenti dari milist kirim email kosong : [email protected] - Begabung kembali ke milist kirim email kosong : [email protected]! Groups Links
