Boleh Nimbrung?

Seorang kawan saya asal malasya, belum lama trip in Indonesia, karena dia
minta Hotel bagus..  y, saya pilihkan Akomodasi yang Bagus, tentu tak
Ketinggalan pasti ada Tevisi..

Comment ya?  Aris, kenapa kok semua acara di TV pemutaran Sinetron melulu..
dia Cuma bilang, I hate Sinetro...hehe!
Dalam Hati. Apalagi saya, acara paling tidak saya sukai ya Sinetron...hehe


Cerita tentang Tontonan Kegiatan Outdoor, saya lihat banyak kok..
kendalanya, Katanya sih... Menurut Survey, Ratingnya Rendah!  Kalau pamor
sama Sinetron...

Belakangan, ad adi TVone.. Backpacker,  wuih.. keren, sayangnya Backpacker
yang di gambarkan atau di tayangkan lebih ke Backpacker yang melakukan
Backpacking (jenis Travel)  bukan Backpacking yang Typical Backpacking
(adventure)

Saya sendiri kurang terlalu minat untuk Nontonnya, mosok Cuma di Mass Touris
Destination aja..  coba!  Bikin yang Backpacking dalam artian Gendong Ransel
Jalan kaki Panjang.. (seperti di acara Kick Andy)  sang petualang.

Mungkin Bangsa Kita bisa disamakan dengan bangsa2x lain, kataya Indonesia
bangsa Petualang..

Salam
ARIS

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of Hendra Saputra
Sent: 19 Maret 2009 9:36
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Subject: Re: [indobackpacker] Re: Merindukan Penayangan yang menarik ttg ke
giatan outdoor

Setuju banget dengan mba Ambar,

Saya dari dulu percaya dan yakin, bahwa tidak ada yang bersifat kebetulan
terjadi, baik itu kegagalan, keberhasilan, keberuntungan, kesialan, musibah
atau apapun itu! Bagi saya semua ada hikmah pelajaran di dalamnya, bukankah
semuanya sudah direncanakan olehNya. Kegagalan mengajari kita untuk kembali
bangkit memulai, keberhasilan mengajari kita untuk konsisten dan berbuat
lebih, keberuntungan mengajari kita bersyukur serta waspada dan memperbaiki
diri, dan musibah mengajari kita rendah diri dan sabar. Keberhasilan bagi
saya bukanlah terlihat dari kesuksesan atau kekayaan tapi lebih dari manfaat
yang banyak dihasilkan olehnya. Banyak yang kaya dan sukses tapi tidak
memberi manfaat bagi orang sekitarnya.

Mengikuti milis ini bukan pula suatu kebetulan, tapi sudah rencanaNya untuk
memberikan saya satu cara untuk belajar.

Regards,

Hendras
Catatan dari "mengigau" di siang hari


________________ Reply Header ________________
Subject:        [indobackpacker] Re: Merindukan Penayangan yang menarik ttg
kegiatan outdoor
Author: "ambar" <[email protected]>
Date:           18th March 2009 8:10 pm

Saya ini mungkin tipe orang yang belajar dari kegagalan. Jadi disuguhi
kesuksesan malah kurang greng. Buku adventure yang saya baca juga kebanyakan
'ketidak suksesan' atau 'kematian' (halah maksudnya bukan justified kalau
petualang itu emang ngga takut mati). 

Ada buku menarik yang saya ingat terus. Kisah kelima wanita pemanjat gunung
K2 dimulai dari awal ketertarikan mereka, petualangan hingga kisah kematian
mereka yang tragis. Pergulatan mereka mencari dana, mencoba membuktikan
kemampuan di dalam dunia yang maskulin hingga kisah asmara dan kegalauan
hubungan dengan suami/pacar ataupun rekan setim. 

Tayangan TV dan film tentang kegagalan mungkin disimak berbeda dengan kultur
bangsa Indonesia. Secara tidak langsung, orang Asia sangat memuja kesuksesan
(itulah kenapa David Beckham dan Tiger Woods ngetop luarbiasa). Tapi
pernahkah kita tahu tentang Scott Fischer atau George Malorry? 

Mengilustrasikan kegagalan itu seperti 'wirang'(malu, shame, sharm -urdu)
hal yang tidak perlu diungkap. Menunjukkan ketidakmampuan di depan umum
menurut orang Jawa adalah hal yang big NO. Yang menarik 'sharma' dalam
bahasa sansekerta artinya bliss, happiness, good fortune. Jadi bukankah
sebuah kegagalan bisa dilihat sebagai berkah?

Mungkin sebagai produser saya akan memutuskan kegagalan ngga bakal menarik
penonton. Apa sih yang bakal dilihat. Air mata? 

Well, bukankah hidup ini adalah drama. (hi hi..maunya mengutip American
Idol).

Salam
Ambar


Kirim email ke