Minggu lalu gue baru balik dari Aceh. Sempat mengunjungi danau laut tawar di daerah dataran tinggi gayo di Takengon, dan pulau weh.
Ke Takengon, berangkat dari Banda Aceh sekitar jam 2pm, sampai sana sekitar jam 9pm, jalannya santai2 aja sih, ada tempat menarik, kita mampir2, via bireun. Jalan ke bireun, jalannya mulus, sekitar 4 jam. Dari bireun, menuju Takengon, sekitar 2 jam, jalannya berkelok2, dan ada beberapa tempat yang berlobang dan sedikit longsor. Viewnya, oke banget. Secara overall, trip ke Takengon cukup bagus untuk mengenal geografis aceh yang sebagian besar bukit & gunung. Viewnya sendiri sih, kalah sama danau toba. Sekitar 30 menit dari Kota bireun (arah Takengon), ada air terjun yang baru dikembangin, masih alami, worthed untuk tempat singgah. Tempatnya pas ditikungan, ada patung duren guede. Nama tempatnya Puncak Bundaran Burgutul (konon, artinya puncak bukit gundul). Sewa mobil Innnova, perhari 500rb termasuk sopir (belum BBM, dll). Di Takengon, ada beberapa penginapan yang cukup bersih, harga sekitar 150rb. Ada juga yang murah sekitar 50rb. Back to Pulau Weh, ferry cepat menyeberang ke Pulau weh dari Banda Aceh, sekitar 60rb/orang, 45 menit. Kalau mau bawa mobil, kudu antri dari subuh, otherwise, ga bakalan dapat space (Ferry untuk mobil sekitar 2 jam). Dari terminal ferry di Pulau Weh, ada banyak jemputan ke Pantai iboih, kita sabang, etc... ratenya 30rb s/d 50rb, untuk perjalanan 30'. Penginapan di Iboih, banyak yang murah2 sekitar 50rb - 100rb, tanpa AC, dan di pinggir pantai. Pasir pantainya sendiri kurang gitu bagus. Aktifitas snorkling atau diving, banyak di sekitar pulau Rubiah, yang berjarak kira2 500m dari Pulau weh, atau 150rb by Boat, drop & jemput. Terubu karang di pulau rubiah bagus2 seperti tempat lain, tetapi ikannya variatif banget, dan banyak. Saya sempat ketemu ikan Hiu, rombongan ikan (warna warni) dan ikan buntal. Menggoda untuk ditangkap, cuma ikannya lebih lincah hehehe..... Dari pulau rubiah, tinggal berenang 100m, sudah ada karang hidup dengan ikan2nya. (Pendapat pribadi aja, snorking di Pulau Rubiah, lebih bagus dari Pulau Seribu atau Karimun Jawa). Recommend deh. Namun di sini, jangan bayangkan seperti Kuta, fasilitas masih minim. Di Kota Sabang, konon kota ini ramenya mulai jam 5pm sampai malam. Kalau siang malah tutup. Anak2 muda di sini pakaiannya hampir seperti di Jawa, ada yang pakai kerudung, ada juga yang tidak. Kelihatannya tidak begitu ketat di sini. Untuk makanan, kurang banyak yang menarik. Back to Banda Aceh, hampir 99% wanita memakai jilbab, dan berpakaian di bawah lutut. Dalam robongan saya, ada 2 wanita, dan tidak memakai jilbab. Kita nongkrong di coffee shop, dan saya perhatiin, emang ada beberapa orang yang curi2 pandang (mungkin just feeling aja), but so far, sopan2 aja kok. Makanan di Aceh, enak. Penyajian seperti di restoran padang, tetapi jenis makanannya jauh berbeda. Semoga berguna untuk yang pengen ke Aceh. Salam, Piau --- In [email protected], "Kang Giman" <gimana_...@...> wrote: > > Jadi inget pepatah jawa, ajining diri soko lathi ajining rogo soko busano > yang kurang lebih artinya seseorang di hargai karena ucapan dan cara > berpakaian nya, > tidak ada aturan tentang sopan dan rapi, tapi terlalu berlebihan menonjolkan > anggota tubuh memang identik dengan kuran sopan, > > intinya adalah jangan berlebihan, > karena dimana bumi di pijak di situ langit di junjung > > heheh ... peace > KG > > > > ----- Original Message ----- > From: EL > To: Indobackaper Group > Sent: Friday, May 15, 2009 5:25 PM > Subject: Re: [indobackpacker] Mohon Tips² wisata di Aceh > > > > > > > Hai Nini, > > Kalau di Pulau Weh aturan berbusana lebih longgar, karena banyak turis > asing yang berlibur di sana. Di Pantai Gapang dan Iboih, saya lihat banyak > bule2 yang berpakaian renang minim dan gak ada masalah. Saya waktu itu pakai > atasan bikini dan bercelana pendek, gak ada yang ganggu tuh. Sempet di foto > sama cowok2 iseng, dikirain turis Jepang kali yee... buat saya mah itu gak > mengganggu. > Turis lokal juga banyak, mereka kebanyakan nongkrong di pantai sementara > anak2nya berenang ria. > > Kalau lagi gak di pantai, yah ada bagusnya pakai baju yang lebih tertutup. > Ingat ini Aceh bukan Bali. > Misalnya lagi jalan2 di kota Sabang, pakailah baju yang berlengan dan > celana/rok yang sampai ke lutut. Gak mesti pakai penutup kepala segala, yang > penting sopan. > > Waktu wara-wiri di Banda Aceh saya kebanyakan mengenakan kaos tangan > pendek dan celana jeans atau rok selutut. > > Jangan lupa makan malam di Peunayong yah, wajib itu! Di sekitar Peunayong > ada beberapa resto makanan Chinese dan ada satu resto makanan India yang > banyak dikunjungi expat (mahal!). > > Salam, > Elly >
