Mas Robert..,waduh, saya kira sudah lama jadi mengudaranya...(teringat
pembicaraan serupa dahulu he he).

Kalo liat fungsinya radio komunikasi, memang membantu sekali. Kita
dapat koordinasi dengan baik terhadap teman di rombongan lain di
lokasi yang tidak terjangkau sinyal HP dan gratis pula. Nah,
pertanyaannya, seberapa sering kita travelling/trip terpisah menjadi
dua rombongan atau lebih. Atau seberapa sering kita ke remote area
yang benar2 blank sinyal HP dan mengandalkan sekali pada komunikasi
dengan pengguna radio dari masyarakat setempat?

Kalo memang sering travelling atau berada di lokasi yang tidak
terjangkau sinyal HP dan terpencar menjadi beberapa rombongan, ya
tidak ada pilihan lain. Radio komunikasi dua arah  menjadi wajib
hukumnya. Medan gunung2, laut, hutan terpencil  adalah tempat yang
cocok. Walaupun sebenarnya bepergian ke luar kota dan terpisah dalam
beberapa kendaraan tetap saja mengasyikkan jika mengunakan radio
komunikasi.

Saya, karena tuntutan pekerjaan, lebih banyak menggunakan radio
komunikasi untuk koordinasi lapangan, update informasi dan tentu saja
walaupun sangat tidak diharapkan, adalah berfungsi sbg emergency
channel. Jangan coba2 mematikan radio saat bekerja, kalo tidak mau
disemprot habis2an. Tipe yang dipake  HT UHF, dengan satu Rig dan satu
repeater.

Bagaimana jika backpacking?Saya pernah membawa radio komunikasi saat
mendaki G. Merapi. Sebelum naik saya tanya petugas jaga, berapa
channel SAR di situ dan saya panteng terus untuk update cuaca, jumlah
pendaki dan informasi lainnya. Cukup seru dan berguna sekali saat itu
walau saya hanya mendengarkan saja karena saat itu memang sedang hujan
badai di puncak, plus jumlah pendaki yang luar biasa banyak dan pas
juga lagi ada penyisiran pencarian korban hilang yang jatuh di salah
satu lembah sungai di Boyolali.

Radio Walkie Talkie bekerja di channel UHF, dalam kisaran gelombang
khusus FRS/GMRS (Family Radio Service dan General Mobile Radio Service
kalo ga salah) yang aslinya dari Amerika. Daya/watt yang dipancarkan
setahu saya bila di bawah 0.5 watt tidak memerlukan izin. Jika dilihat
dari jangkauan WT yang digunakan Mas Robert, sepertinya sekitar 1
watt. Harusnya pake izin kali ya (kalo di Amrik sono he he) tapi kalau
di Indo sepertinya dibiarkan saja walau ada yang mencapai 2 watt.
Jarak pancar 8 mil adalah kondisi los, baik itu artinya los = lepas
atau los = line of sight, :D. Posisi los itu adalah di laut, alias
tanpa hambatan. Jika terhambat gedung, kendaraan dll maka sinyal akan
terbiaskan atau terpantulkan sehingga keok di tengah. Apalagi UHF
menggunakan panjang gel yang sangat pendek, lebih rentan terhadap
gangguan. Belum lagi interferensi dari penggunaan WT sejenis yang di
Ibu Kota nggak keru2an simpang siurnya, medan magnet dan listrik dll.

Sebenarnya Walkie Talkie lebih praktis untuk backpacking ringan..,
misalnya keliling kota, pedesaan atau di pantai karena ukurannya yang
kecil mungil dan bisa ngandelin batere AA (kalo charger HT gede dan
berat). Kalo trip ke medan yang lebih berat menuntut jangkauan yang
lebih jauh ya mau tidak mau lari ke HT, selain watt nya lebih tinggi
(4 watt up) juga bisa dimodifikasi macam2 termasuk menambahkan booster
dan menggunakan jenis antena yang daya pancarnya maksimal. Pengalaman
saya, penggunaan HT 4 watt di daerah perbukitan dapat menjangkau
hingga 8 km. Lebih ekstrem lagi untuk watt yang sama dicoba dari
puncak bukit ke pesisir pulau seberang, komunikasi dapat dilakukan
dengan baik padahal jarak dua pesawat HT tsb mencapai 50 km! Antena
standar, bukan telescopic, namun memang cuaca harus cerah.

Prinsipnya penggunaan HT mewajibkan izin dan mengambil call sign.
Namun menurut kebiasaan, jika kita menggunakan hanya 'sambil lewat',
bukan mendirikan fix station maka tidak pake izin tidak apa2. Hanya
ada aturan tidak tertulis untuk tidak menggunakan atau mengganggu
channel2 sensitif seperti SAR, kepolisian, Radio Pantai, bandara dll.
Untuk izinnya di DepHub atau Orari saya tidak paham tata caranya.

Jika akan membeli HT, pilih yang bandel, tahan cipratan air dan
baterenya tahan lama. Lebih baik lagi jika dilengkapi dengan VOX
(voice operated), jadi jika digandengkan dengan handsfree yang tepat
bisa berbicara tanpa perlu menekan tombol PTT (Push To Talk).
Rombongan2 bikers biasa menggunakan tipe ini. Kelebihannya ya kita
tidak jadi mencolok di tengah orang ramai, hanya handsfree saja yang
nempel sedang radio tersembunyi di pinggang atau di dalam tas
punggung. Ada HT yang bekerja di UHF, namun umumnya berada di gel VHF.
VHF lebih banyak digunakan sehingga anda bisa lebih leluasa
berkomunikasi dengan pengguna lain. Pengguna HT UHF biasanya
mementingkan privasi internal, misal security, sehingga pembicaraan
mereka tidak gampang disadap keluar. Untuk kepentingan itu seringkali
mereka mengaktifkan 'squelch', semacam program acak yang melindungi
transmisi (umum juga terdapat di WT). Ada juga yang mengunci channel
mereka di posisi 'channel ganjil', dan membedakan gelombang transmit
dan receive sehingga kita hanya dapat mendengar satu sisi saja. Merk
HT sendiri banyak sekali, mulai dari legendaris Icom, Motorola,
Kenwood, Yaesu, Alinco sampai merk2 plesetan lain dari China.

Jika backpacking/travelling menggunakan moda pesawat, sebaiknya radio
dipisah batere dan body-nya. Jaga2 saja daripada tas kita dibongkar
petugas X-Ray hanya untuk memastikan radio kita sudah mati atau belum.
Kadang2 pula, kita dimintai keterangan mengenai radio tersebut. Selama
ini radio yang saya bawa adalah radio kantor sehingga ada surat
keterangan kepemilikan dari kantor, cukup diperlihatkan dan tidak
pernah ada masalah lanjut. Jika radio pribadi saya tidak tahu, mungkin
bisa dimintakan semacam surat keterangan serupa seolah2 milik kantor.


Salam


R. Heru Hendarto

-------------------------------------------------------
Kabaena Camp-D3W North Pit; S 5 deg 25.73 min/E 121 deg 59.43 min
YM : heru_hendarto


2009/5/25 R A I <[email protected]>:
>
>
>  Ceritanya dari kemarin naksir berat sama Handy Talkie (HT)…Bukan untuk
> nge-break-nya, melainkan kebanyang fungsinya saat trip, terutama untuk
> keperluan emergency. Itu bayangan saya…
>
>
>
> Sebelum beli, kepingin tanya sama rekan-rekan yang biasa pake HT…kira-kira
> seberapa jauh sich efektifnya saat kita traveling? Untuk keperluan emergency
> call atau memantau situasi tempat yang kita datangi, apakah efektif? Lalu
> kalau untuk dipake saat traveling, apakah memang harus ambil call sign?Mohon
> pencerahannya donk supaya tepat ambil keputusan.
>
>
>
> Untuk Walkie Talkie…kemarin beli yang Motorolla, yang jangkauannya 8 mile.
> Waktu jajal dari daerah Kuningan manggil teman yang di Bidakara…lho kog
> mandeg… ? apakah karena kena gedung kali ya… Dapat informasi, range segitu
> bisa efektif kalau tidak ada penghalang…Pengalaman teman-teman gimana
> nich…Mohon pencerahannya donk…
>
>
>
> Adolf
>
> 


------------------------------------

Indonesian Backpacker Community
visit our website at http://www.indobackpacker.com atau bisa juga di 
http://www.backpacker-indonesia.info/


Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/   
untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan.

No SPAMMING or forwarding unrelated messages.
Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari Jumat. 

Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian 
yang perlu saja

Milis Indobackpacker tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk menghindari virus 
dan menghemat bandwidth.

Cara mengatur keanggotaan di milis ini :

- Satu email perhari: [email protected]
- No-email/web only: [email protected]
- menerima email: [email protected]
- berhenti dari milist kirim email kosong : 
[email protected]
- Begabung kembali ke milist kirim email kosong : 
[email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke