Hari keenam, terakhir, Senin, 25 Mei 2009

Jam 8.30 pagi saya terbangun oleh langkah kaki penghuni lain dari Guesthouse 
ini. Badan sudah pegal-pegal rasanya. Capek dan terlalu banyak jalan kaki.. 

Setelah berberes-beres, saya langsung keluar guesthouse menuju Kwan Im Tong di 
daerah Bugis Village. Dari guesthouse, berjalan kaki kira-kira 15 menit 
melewati tempat jualan di Bugis yang seperti lorong labyrinth. Lapar rasanya 
melihat penjual makanan, tapi saya putuskan untuk berdoa dulu.

Di depan Vihara, ada penjual bunga untuk persembahan. Saya beli satu ikat 
seharga SGD 4. Kemudian saya masuk dan berdoa. Vihara ini ramai sekali oleh 
penduduk Singapura. Mereka berdoa dan melihat peruntungan nasib. Saya sendiri 
hanya berdoa saja. Selesai berdoa, sewaktu mau keluar, saya baru ingat, sejak 
kemarin saya belum mengambil foto. Sudah beberapa kali juga ke Vihara ini tapi 
belum pernah difoto. Saya melangkah balik ke dalam Vihara dan mengambil ancang2 
untuk mengambil gambar Kwan Im Tangan Seribu berlapis emas. Tau-tau ada yang 
berteriak keras, dan menunjuk ke lambang kamera dicoret garis merah. 
Oppss...ternyata tidak boleh difoto. Ya sudah, saya foto dari luarnya saja.

Balik lagi ke jalan yang tadi, sepanjang jalan banyak berjualan bakchang, 
kebetulan lagi musim pek chun. Tapi saya kurang tertarik karena sudah pernah 
beberapa kali mencoba, rasanya kurang cocok di lidah saya. Akhirnya saya 
membeli bakpau dan siaumai di lorong Bugis. Tidak ada tempat duduk yang 
tersedia. Akhirnya saya duduk saja di depan toko yang masih belum buka. 
Hmmm..... siawmainya eeenyak, enyak, enyak.... tapi kok belum kenyang ya...saya 
tambah curry puff dengan ukuran cukup besar. Enak rasanya.. nah, ini baru 
lumayan...kemudian di sebrangnya ada yang berjualan macam2 minuman dingin. Saya 
pilih Sour Plum....segarrrr...

Siap berjalan lagi..kali ini rencananya saya pergi ke Isetan Dept. Store 
terakhir di daerah Tampines. Tiba di MRT Bugis, saya lihat peta...oh, ternyata 
cukup jauh, hanya beda 2 stasien ke Bandara. Saya menimbang2. Melihat jam masih 
jam 9.30. Mau ke Orchard, sudah lihat kemarin dan tidak ada apa2. Ya sudah, 
saya putuskan tetap pergi juga ke Tampines. Siapa tau ketemu baju yang saya 
suka.

20 menit dengan MRT. Dari bawah tanah, kemudian naik ke atas. Sambil melihat2 
pemandangan dan bertanya-tanya dalam hati, kapan kira-kira Jakarta-BSD akan 
senyaman ini....

Isetan Tampines berhadapan dengan MRT. Jadi tinggal menyebrang saja. Keliling 
Mal, tidak ada yang bagus. Akhirnya saya ke foodcourt saja untuk makan 
Gressjelly alias cingcau hitam. 

Jam 10.30 saya kembali ke MRT, bingung mau kemana. Chinatown, bosen juga karena 
saya tidak suka belanja. Akhirnya saya putuskan pergi ke Toko National 
Geographic yang merangkap museum di Vivo City. Toko ini baru buka dan katanya 
cabang kedua setelah yang di London. 

Naik MRT sampai di Harbourfront. Jalan sedikit, langsung masuk Mallnya. 
Sepertinya menyatu antara Mall dan stasiun MRT. Mirip KLCC di Kuala Lumpur. 

Saya cari petunjuk, kok tidak ada tulisan National Geographic ya...iseng2 saya 
naik ke Lantai 2...eh, ternyata di depan eskalator langsung.

Saya masuk ke dalamnya. Ternyata cukup luas, dihiasi interior dominasi warna 
hitam. Tersedia buku2 NG, barang-barang yang usianya sudah ratusan tahun. 
Pameran foto yang memperlihatkan kondisi wilayah dan orang-orang dari negara 
miskin. Kemudian ada juga dijual pakaian, tas, perlengkapan trekking, pameran 
lukisan. Alat-alat makan yang sudah tua, lemari, barang pecah belah. Ukiran 
macam2. Tapi saya perhatikan, beberapa dihasilkan pengrajin Bali. 

Sayang saya bukan penyuka seni, jadi saya tidak mengerti apa bagusnya… tapi 
saya kira buat yang senang barang jadoel, maka akan kegirangan.

Selesai dari toko ini, saya ke foodcourtnya. Bingung mau memilih makanan apa, 
akhirnya saya putuskan untuk mencoba lagi Rojak Singapore. Beberapa kali saya 
mencoba kurang sreg. Moga-moga kali ini enak. Hanya ada satu stand yang 
menjual. Letaknya di pojokan. Saya pesan porsi kecil seharga SGD 3. Dari foto, 
terlihat ada taburan kacang. Saya minta dibuatkan tanpa kacang. Bim Salabim! 
Rasanya enakkkkkk…..bau petis kuat dan asemnya pas…waaahhh…satu lagi list 
makanan favorite di Singapore.

Sehabis makan, langsung saya balik hotel untuk mengambil tas. Sebelum 
berangkat, saya sudah meminta izin untuk mandi sebelum balik ke Bandara. Handuk 
muka yang saya bawa dan saya gantung, ternyata sudah tidak ada. Tak enak hati, 
pemilik hotel menggantikannya dengan handuk kecil yang sudah jelas kualitasnya 
jauh lebih bagus daripada punya saya yang hilang…yipiiieee…. satu lagi 
keberuntungan !

Selesai mandi, saya langsung berangkat ke Bandara. Rasa sedih mulai merayap.. 
Perasaan yang sama setiap kali saya akan meninggalkan negara ini. Dalam hati 
saya berjanji akan kembali lagi. 

Tiba di Bandara, saya menuju Terminal 1, check in bagasi. Masih ada waktu 
berkeliling. Saya cari foodcourt untuk karyawan. Letaknya terpencil, dan tidak 
ada pelangnya. Tidak banyak yang tau tempat ini. Sesudah berkeliling, akhirnya 
ketemu juga. Waaahhh…sekarang ternyata harga untuk karyawan Bandara dan tamu 
dibedakan…hiks…..setelah berkeliling, akhirnya saya pilih Wonton Mie. Tak usah 
bingung, ini hanya mie pangsit…sudah beberapa hari saya belum makan mie. Jadi 
saya pesan, seharga SGD 3.. Enak mienya...harga karyawan sebenarnya hanya SGD 
2. Malah ada beberapa toko yang menawarkan setengah harga saja. Saya sempat 
celingukan mencari karyawan bandara untuk nebeng harga murah, tapi karena bukan 
jam makan siang, maka sepi...ya sudah lah...

Di Bandara Changi, saya tidak pernah beli minum. Ada tap dispenser menyediakan 
air yang bisa langsung diminum di beberapa lokasi. Jadi selesai makan, saya 
buru2 keluar untuk minum. Airnya dinging dan segar. Kadang-kadang malah saya 
bawa botol kosong untuk diisi penuh-penuh. Hehehe...Lumayannnn....

Akhirnya, sampai pada waktunya. Saya kembali ke Indonesia. Begitu naik pesawat, 
saya sudah tidak tau apa-apa. Barulah setelah hampir tiba, saya terbangun. 
Bandara Soetta seperti biasa, sempit, tidak nyaman, WC bau…halahhhhh…..tapi 
kangen rasanya dengan anak dan suami saya…tidak sabar menunggu waktu liburan 
berikutnya untuk kembali ke Singapura…!!!



      New Email names for you! 
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/sg/

Kirim email ke