Halo, sedikit nimbrung cerita tentang Sempu. saya dah tim sudah 2x ke Sempu bulan AGustus dan September kemarin. Benar katanya. Segaraanakan memang sangat sangat indah!!! Cobalah ke sana waktu summer time, lebih indah. dan lagian track medannya lebih ringan dibandingkan musim hujan.
Bulan September kemarin saya baru berkemah di sana dengan teman2 backpacker Surabaya. Suasana sangat2 luar biasa!! Malamnya cepat sekali gelap, tapi paginya (jam 2 subuh) sudah sedikit terang! Fenomena alam yang aneh.. Di sana kami sempat senorkling. Kebetulan teman saya fotografer dan membawa kamera underwater. Kami bahkan melihat ada gurita di segara anakan!! OMG! Sunggu masih asli dan indah. Waktu itu saya masih belum menemui banyak sampah.. Masih agak bersih. Jadi saya dan tim betah sekali di sana. Sampai2 jaket kesayangan saya ketinggalan tidak mau pulang. >.< Sedikit saran, tidak perlu menyewa pemandu. Jalannya linear, hanya satu. Tidak akan tersesat. Tenang saja. Best regards, James Winner ________________________________ From: Eridhany Pastima <[email protected]> To: indobackpacker <[email protected]> Cc: Ria Basuki <[email protected]>; madera madera <[email protected]> Sent: Wed, November 11, 2009 2:56:26 PM Subject: [indobackpacker] Cerita Sempu Dear All, Membaca catper rekan2 semua mengenai Sempu, pada kesempatan ke Malang minggu lalu saya & anak-anak menyempatkan diri ke Sempu. Setelah tanya sana-sini mengenai arah perjalanan ke Sempu, juga biaya2 (yang cukup mahal kalau kita cuma ber 3), maka jadilah kami tetap ke Sempu..... Dengan mobil sewa kami ke Sendang Biru (+/- 65 km di selatan Malang atau 38 km dari Turen)..... Pemandangan lembah dan gunung...... .....Subhanallah .......... cantiknya. Tiba di perkampungan nelayan Sendang Biru (yang semula saya kira cuma danau/sendang kecil, ternyata kampung nelayan), sambil menunggu proses perijinan kunjungan (bayar Rp. 10.000,-.) kami melihat pembuatan kapal kayu penangkap ikan........ ...... Membaca surat pernyataan yang dikeluarkan oleh yang berwenang, kamipun merasa senang dan antusias untuk melihat Segaraanakan yang pastinya cuantik alamiah, bersih & aman, karena, kita tidak boleh membuang sampah sebarangan ataupun membawa senpi/sajam. Sendang Biru memberikan kesan tersendiri, desa nelayan yang tenang & damai, dipagari oleh puluhan kapal kayu berwarna-warni, dan dihuni oleh para nelayan yang baru saya pulang dari melaut, menangkap ikan. Perahu sewaan kami pun siap dan kamipun meluncur ke pulau Sempu. Perahu berhenti di salah satu pantai yang dipenuhi oleh terumbu yang mati........ .....sayang sekali. (Sewa perahu Rp. 100.000,-. & pemandu Rp. 75.000,-., biasanya dipakai oleh 10 - 15 orang pengunjung) Disisi tempat kami berhenti, ada serumpun hutan bakau yang menghijau... ...wah bagus nih......... tapi di pintu masuk ke hutan pulau Sempu, hati ini mulai miris, melihat tumpukan kemasan air mineral..... .. 1.5 jam jalan di tengah hutan, turun, naik, tersandung akar2, dengar dan lihat gerakan satwa (kebanyakan monyet) tapi tetap ceria.... hanya sesekali terdengar omelan anak-anak, kog banyak plastik bu.........apa pengunjung sebelumnya gak dapet surat kaya kita ?? Perjalanan 1.5 jam itu bener-bener di hadiahi pemandangan alam Segaraanakan yang cantiiiik banget. (Mohon koreksi kalau ada yang tau persis ; apakah Segaraanakan ini adalah sebuah laguna yang tertutup karang tepat di pintunya ?) Pasir putihnya, biru dan dingin airnya...... ......... .. But again....... ......... .tumpukan kemasan air mineral, tabung gas kecil, kaleng2 dan botol2 minuman, juga sampah2 lain, membuat mata sepet... Menurut pemandu kami, diadakan pembersihan 3 atau 6 bulan sekali, oleh jagawana & penduduk desa. Setelah puas bermain di Segaraanakan, kembalilah kami ke hutan bakau..... gak terasa jamannya cuma 30 menit saja...... Dijemput Pak Samadi nakhoda perahu, kembalilah kami ke Sendang Biru....... Kesan anak-anak ; Tempat ini bagus bu, kalau di Bali, udah dibangun vila2, dan masyarakat gak bisa menikmatinya. Tapi kalau kebersihan pulau Sempu benar-benar bisa dijaga, menumbuhkan rasa cinta kebersihan dengan cara membawa keluar semua sampah yang dihasilkan oleh pengunjung itu sendiri, tidak perlu ada gerakan kebersihan penduduk & jagawana. Apalagi kalau di Segaraanakan dan disekeliling Pulau Sempu bisa ditanami coral warna warni dan ikan-ikan hias........ Tidak dipungkiri akan memberikan nilai tambah bagi pulau Sempu. Aku gak bisa jawab, cuma bisa merasa trenyuh saja......... ........Hiiiiiks Bali, 11 Nov 2009 [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
