Sempu yah, ikut nimbrung..

Sekitar bulan oktober kemarin, Pengalaman tak terlupakan, 
menurut informasi teman yang lebih dulu kesana untuk keSagaranakan-nya tidak 
perlu guide karena jalurnya sudah ada dan mudah dilalui
Saya dan teman2 saat izin ke pos diSendang biru waktu ditanya petugas apakah 
sudah ada yang pernah kesana, karena kalau belum wajib memakai guide, dengan 
pede nya saya berbohong kalau saya sudah pernah kesana dan petugasnya percaya.

Singkatnya kita nyebrang dengan perahu ke Teluk semut sekitar jam 3 sore karena 
rencana kita juga buka tenda disana, didepan kita ada rombongan lain (itu bisa 
jadi patokan guide kita), namun begitu kita mendarat kita sibuk dengan foto2 
jadinya mereka sudah menghilang. Saat kita mulai memasuki pulau sempat bingung 
karena ada 2 jalur, yang satu jalur lurus tertutup pohon2 rimbun dan ada satu 
jalur belok kekanan, dengan pedenya kita masuk kejalur yang kanan, karena 
memang ada jalan setapaknya walau sempit, ditengah2 jalan kita menemui 
rintangan sebuah pohon tumbang yang kita lalui dengan menyebrang, sudah hampir 
2 jam kita jalan tapi ga bertemu degan Sagaranakannya sempat curiga juga apakah 
kita tersasar atau tidak. Sampai teman yang didepan teriak2 kalau sudah 
bertemu, otomatis saya berlari mengejar sumber suara itu, namun alangkah 
kagetnya kita malah menemukan sebuah pantai dengan ombak tinggi, tidak sesuai 
dengan foto2 yang saya liat di internet
Dalam kebingungan kita coba susur pantai kearah kanan tapi malah jalurnya 
terputus oleh karang2 dan pantai yang sudah pasang, walau pantainya indah tetap 
panik apalagi sinyal sudah terputus, lalu kita kembali susur pantai kali ini 
kearah sebaliknya, sampai kita masuk kedalam hutan lagi menemukan padang 
ilalang setinggi dada, dengan nekad kita tembus juga berusaha mencari 
Sagaranakannya, sempat deg2an juga takut ada ular disekitar situ, ketemu pantai 
lagi dan kita menemukan jejak kaki orang, dengan yakin kalau jalur ini benar 
masuk kehutan lagi dengan langit yang sudah mulai gelap, dan senterpun 
dikeluarkan kita tetap paksa jalan digelap hutan pohon2 yang tingi, hingga kita 
dikagetkan suara binatang disemak2 membuat kita panik, alhasi kita putuskan 
kembali saja ke pantai awal kita tersasar karena kondisi tidak memungkinkan, 
dan kita buka tenda disini esoknya kita jalan balik ke Teluk semut. Nasib 
memang menyedihkan mungkin karma karena berbohong kepetugas malamnya hujan 
lebat turun, tenda2 kita kebanjiran malam2 tidur diatas air.

Esok pagi2 sekali kita udah packing tenda jalan balik, ditengah jalan kita 
menemukan 2 jalur lagi, satu jalur saat kita datang satu lagi entah kemana, 
lalu dengan nekad (lagi) kita coba jalur baru itu hingga kita masuk disatu 
jalur besar setapak yang lumayan besar, mungkin ini jalur yang dimaksud lalu 
kita eksekusi saja jalannya kearah menurun, efek dari hujan semalam jalurnya 
jadi licin dan berlumpur, kalau jatuh sudah pasti hingga kita bertemu dengan 
Sagaranakan yang dimaksud, benar kata orang2 Indah sekali, kita berkaktifitas 
disini sekitar 2 jam saja.

Jalur balik 1 jam, dan begitu mendekati teluk semut jalannya terhalang pohon2 
tumbang yang rimbun dan kita memang harus melaluinya, bgtu menybrang poho2 
tumbang itu baru kita sadari kesalahan kita tersasar, ternyata memang saat 
pergi kita harus menembus pohon2 tumbang2 itu, jalur awal yg kita masuki sudah 
salah, dan sialnya baru dipalang dengan kayu oleh seseorang saat kita tiba.
Saat menunggu kapal jemputan kita bertemu dengan seseorang petualang namanya 
Pak Hendro, ternyata pak Hendro adalah orang yang kali pertama membuka jalur ke 
segaranakan, dan beliau sudah empunya dipulau sempu ini hanya bermodal daypack 
saja dia sudah kelilingi pualu sempu ini, lalu kita cerita pengalaman kita 
tersasar, rupanya kita tersasar kepantai Pondok Obong dan Baru-baru, dan suara 
disemak2 yang buat kita panik malam itu kemungkinan suara harimau, menurut pak 
hendro kalau malam itu kita tetap lanjut jalan masuki hutan kemungkinan kita 
bertemu dengan goa yang isinya ular cobra, seru juga dengar cerita dari pak 
Hendro dan kapal sudah datang kitapun pamitan dengan sang petualang sejati Pak 
Hendro.

cerita lengkapnya
http://indraji.multiply.com/journal/item/19/Keliling_Malang_tersesat_diSempu_menantang_maut_diMardakaripura

Dwie B


  ----- Original Message ----- 
  From: James Winner 
  To: Tri Setyo Wijanarko ; Eridhany Pastima ; indobackpacker 
  Cc: Ria Basuki ; madera madera 
  Sent: Thursday, November 12, 2009 8:24 AM
  Subject: Re: [indobackpacker] Cerita Sempu


    
  Sedikit tertohok mendengar kata2 Tri. >.<

  kebetulan saya camp pas lebaran di sempu dan untunglah tidak semua campers 
seperti itu. Saya dan tim membungkus kembali botol2 dan membawanya kembali ke 
sendang biru. (gara2 itu jaketku ketinggalan. wew..)

  james

  ________________________________
  From: Tri Setyo Wijanarko <[email protected]>
  To: Eridhany Pastima <[email protected]>; indobackpacker 
<[email protected]>
  Cc: Ria Basuki <[email protected]>; madera madera 
<[email protected]>
  Sent: Wed, November 11, 2009 6:27:41 PM
  Subject: RE: [indobackpacker] Cerita Sempu

  Iya sempu emang bagus banget mbak, tapi sampah2nya emang mulai banyak sihh
  (pengalaman kesana abis lebaran kemaren).. kebanyakan sampah bekas botol air
  mineral orang2 yang ngecamp disana, ngakunya sih pecinta alam tapi buang
  sampah seenaknya sendiri.. 

  Sebaiknya sih sampah2 bekas air mineral dikumpulin lalu ditaruh di plastik
  trus dibawa lagi ke sendang biru, disana kan banyak tersedia tempat2 sampah..

  Salam,

  Tri Setyo Wijanarko

  <http://greatstyo. wordpress. com/> http://greatstyo. wordpress. com/

  From: indobackpacker@ yahoogroups. com [mailto:indobackpacker@ yahoogroups. 
com]
  On Behalf Of Eridhany Pastima
  Sent: Wednesday, November 11, 2009 2:56 PM
  To: indobackpacker
  Cc: Ria Basuki; madera madera
  Subject: [indobackpacker] Cerita Sempu

  Dear All,

  Membaca catper rekan2 semua mengenai Sempu, pada kesempatan ke Malang minggu
  lalu saya & anak-anak menyempatkan diri ke Sempu.

  Se


  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke