salam kenal, mau sharing juga nih.....
kalo di bandara jangan ambil resiko....pilih bluebird ato gamya, mereka
ada sampai flight terakhir kok.......bayangkan kemarin teman saya yang
bekerja di bandara (yang notabendenya sudah mengenal lingkungan
bandara) saat pulang kantor naik taksi gelap, dia di bius dan di
turunkan di jalan Tol, seluruh uang dan dan jam tangannya
diambil,....bahkan untuk seseorang yang sudah biasa lalu lalang di
bandara pun bisa ertimpa musibah seperti ini, bagaimana dengan turis yang
masih awam?????????.....makanya pilih yang aman saja lah, ya sedikit mahal tp
amannnnn
warm regards
REZA S. PRAWIRAATMADJA
---------------------------------
Re: [indobackpacker] Taksi Tanpa Argo (di Soekarno-Hatta)...
Tue, December 15, 2009 8:12:06 PM
From: yeri <[email protected]>...Add to Contacts
To: Indo backpacker <[email protected]>
________________________________
Mau sharing juga.
Persis sama dengan kejadian mas Randolph, november akhir kemarin saya
menjemput orang tua, kedatangan dari Singapura kira-kira pukul 22.00.
Bersamaan dengan ibu saya, ada 2 orang WNA yang langsung dikerubuti
oleh para supir taksi gelap. Pertama saya diamkan saja, karena mereka
memakai I'd Bandara, yang saya sendiri ga terlalu mihat dengan jelas
tulisannya.
Tapi sambil menunggu ibu di toilet, dua orang bule ini saya liat sangat
terganggu, berkali-kali mereka menolak. Tapi yang datang menawarkan
taksi malah makin banyak.
Akhirnya dengan gaya Sok Akrab (karena saya sempet melihat mereka
berbarengan keluar dengan ibu), saya samperin 2 orang bule itu, mereka
warga negara Belgia yang mau cari hotel seputaran Bandara, karena mau
menyambung penerbangan lagi keesokan harinya. Akhirnya saya tawarkan
mereka ikut mobil saya sampai keluar. Kelihatan sekali bahwa para supir
taksi gelap itu mendongkol, bahkan memaki, tapi ya saya biarkan saja.
Menyedihkan, pintu masuk Indonesia justru banyak sekali jasa-jasa tidak
resmi dan bersikap sangat memaksa. Saya saja melihatnya jadi geram,
apalagi mereka.
Semoga ke depan, Soekarno-Hatta bisa lebih baik lagi.
Sent from my setrum
-----Original Message-----
From: Randolph Van Glamond <glamondiandra@ yahoo.com>
Date: Mon, 14 Dec 2009 23:10:50
To: Rusmiliany, Erni<erusmiliany@ talisman- energy.com>; Indo
Backpacker<indobackpacker@ yahoogroups. com>
Subject: Re: [indobackpacker] Taksi Tanpa Argo (di Soekarno-Hatta)
Saya mau berbagi pendapat nech.
Ini pengalaman terjadi kurang lebih 2 minggu lalu.
Waktu itu, ada kurang lebih 6 orang Philippines datang dengan
Philippines Airlines jam 00:30an WIB. Lalu mereka bingung mau tukar
uang dan cari kendaraan.
Lalu mulailah para supir taksi gelap ini "beraksi" dan dapat terlihat
dengan jelas klo orang2 Philippines ini sangat risih dan terganggu.
Kita sama2 tau, bahwa hanya orang2 yang punya ID angkasa pura yang bisa
masuk ke daerah arrival-dalam hal ini tempat dmana penumpang akan
keluar yang ada stand money changer & Taksi; sedangkan para
penjemput harus berada diluar pagar pembatas. TAPI di depan para
keparat keamanan uppss aparat keamaan mereka dapat melenggang bebas
keluar masuk, sambil duduk2, merokok, dan menawarkan jasa gelap ke
penumpang.
Setelah itu saya berinisiatif menolong ke 6 orang Philippines tersebut,
karena mereka sudah mondar-mandir untuk mengelak dari para supir
gelap,tapi terus diikuti dan semakin banyak yang menggerubuti
mereka,sedangkan waktu itu jam sudah larut dan mereka ditakut2i tdk ada
kendaraan lagi. Saya masuk ke daerah yang harusnya hanya utk authorized
personnel only tersebut, seolah2 ke arah yang di seberang,,dan saya
berbicara bahasa tagalog untuk mengajak orang2 Philippines itu ikut
dengan saya. Kebetulan saya lama tinggal di Philippines jadi saya bisa
bahasa tagalog. Setelah itu mereka mengikuti saya, dan kami pun
dibuntuti oleh para supir gelap yang terlihat bingung dengan bahasa
yang kami pakai dan geram karena mereka pikir saya akan mencuri
penumpang mereka. Intinya orang Philippines itu berencana stay di
airport dan mau tau gmana cara ke TMII dan naik taxi apa.Selanjutnya
saya menyarankan mereka ke departure gate dan mengambil Blue bird. Yang
bikin saya
sedih adalah ketika orang2 philippines itu berkata, "Tak pernah
terbayangkan klo ternyata airport di Indo seperti itu, orang2 memaksa
menawarkan jasa dan mereka itu tidak jelas identitasnya. "
Disini kita bisa liat betapa jeleknya pelayanan Angkasa Pura 2..di
kesempatan lain, orangtua saya bercerita saat mereka mau menjemput saya
bahkan ada bule yang menyarakan temannya untuk naik Blue bird ketimbang
taxi gelap tsb,dan supir2 itu marah karena dibilang illegal,sedangkan
mereka punya ID.mereka berantem sampai harus dilerai keparat keamanan.
Mungkin mereka tidak illegal, karena mereka punya ID,tapi tempat supir2
itu ditempat parkir bukan arrival area.Agent perusahaan yang harusnya
mencari customer dan dihantarkan ke mobil mereka, bukan supirnya masuk
lsg ke airport. Skg buat ID gampang, mungkin saja itu ID palsu. Tingkah
laku supir2 itu menjengkelkan, nongkrong2 kaya di terminal bus,
merokok, menggoda2 wanita,dll.
Seorang supir blue bird bandara yang saya tanya mengenai supir gelap
ini berpendapat, "Itu sudah rahasia umum pak, semua orang sudah tau.
Baik aparat AP 2 dan Keamanan ada main dengan mereka. tiap mobil
menyetor Rp 30,000,-/hari ke aparat disana."
Kapan airport kita mau maju?Airport adalah 1st impression ttg negara
kita.Cintailah airport. Bersihkan airport dari orang2 yang tidak jelas
seperti supir2 gelap ini.
Demikianlah pendapat saya,,VIVA Indobackpacker! !!
"Basmi mafia Airport"
____________ _________ _________ __
From: "Rusmiliany, Erni" <erusmiliany@ talisman- energy.com>
To: Dinda Trisnadi <ka_...@yahoo. com>; indobackpacker@ yahoogroups. com
Sent: Tue, December 15, 2009 10:51:20 AM
Subject: RE: [indobackpacker] Taksi Tanpa Argo (di Soekarno-Hatta)
Kalo saya mengalami sendiri, di Terminal 3 saya ditawari Rp. 150.000
dari Bandara ke tempat tujuan malah dia menunjukkan id/pass dan bilang
kita taksi resmi kok bu. Tp aku milih naik taksi blue bird yg ada di
antrian
-----Original Message-----
From: indobackpacker@ yahoogroups. com
[mailto:indobackpac ker@ yahoogroups. com] On Behalf Of jagoan...@yahoo. com
Sent: Tuesday, December 15, 2009 10:23 AM
To: Dinda Trisnadi; indobackpacker@ yahoogroups. com
Subject: Re: [indobackpacker] Taksi Tanpa Argo (di Soekarno-Hatta)
Betul, apalagi klo qta kluar dari kedatangan, banyak yang menawar kan
taksi (padahal yg di gunakan adalah kendaraan pribadi), tapi aneh nya
mereka menggunakan pas bandara..
Jd apakah taksi gelap seperti ini di resmi kan??
Rgds
Pandu
Sent from my BlackBerry(r)
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
[Non-text portions of this message have been removed]