Terima kasih mas Bayu untuk berbagi informasinya.

Kalau boleh menambahkan, untuk bepergian ke daerah konflik, beberapa tips 
berdasarkan pengalaman kami mungkin bisa menjadi tambahan informasi :

1. Pelajari situasi politik suatu negara dari media massa. Kadang perubahan tsb 
bisa terjadi dalam semalam, namun alangkah baiknya bila berita2 dan potensi 
ancaman keamanan, pemberontakan, riots/mobs dll dari tv/koran bisa kita jadikan 
referensi sebelum bepergian, misalnya ke Nepal, India Utara/Kashmir, Tibet atau 
Filipina Selatan, juga negara-negara Afrika Tengah.

2. Biasanya pemberontak atau gerilyawan tidak "doyan"dengan passport Indonesia, 
karena Indonesia cenderung netral dan tidak pernah terlibat konflik kepentingan 
politik internasional secara langsung. Jadi kalopun kepergok, biasanya 
dilepaskan saja... paling diminta uang rokok (spt Maoist di India Utara dan 
Nepal).

3. Untuk bepergian ke negara-negara yang tidak terdapat konsulat/embassy of 
Indonesia nya, sebaiknya membuat surat lapor diri ke Kedubes/Konsulat kita di 
negara terdekat, yg isinya : tujuan kedatangan, berapa lama, tinggal nya 
dimana, acaranya apa saja dan ekspektasi kepulangan/keluar negara/wilayah tsb 
kapan. Juga tinggalkan emergency contact kepada embassy kita terdekat, "just in 
case".

4. Membeli asuransi tambahan. Asuransi kesehatan / jiwa yg kita punya di 
Indonesia, tidak ada satupun yang mengcover extreme sports maupun raveling ke 
daerah-daerah konflik. Jadi belilah asuransi tambahan (bisa di dapat secara 
online) untuk mengcover selama perjalanan - biasanya dihitung per hari untuk 
penghitungan polisnya. Biayanya mulai dari $10-$100an tergantung lamanya pergi 
dengan coverage sampai US$10 juta yang mencakup emergency evacuation, 
repatriation (kalau sampai meninggal) dan tunjangan seumur hidup jika cacat 
tetap.

5. Memakai guide berdasarkan referensi teman. Sebisa mungkin pergi ke 
tempat-tempat yang kurang "nyaman" adalah menggunakan guide atau penunjuk jalan 
dll yang di referensikan oleh teman, selain kepuasan service nya terukur, juga 
meminimalisasi risiko "dipalakin" dan sejenisnya.

Selamat jalan-jalan dan keep discovering.....!

Salam, 
Aria




--- On Sat, 20/2/10, R. Heru Hendarto <[email protected]> wrote:

From: R. Heru Hendarto <[email protected]>
Subject: [indobackpacker] Sharing Tips : berinteraksi dengan tenaga lokal di 
daerah remote
To: [email protected]
Date: Saturday, 20 February, 2010, 7:27 PM

Dear teman2 IBP,

Jika somehow somewhere teman-teman nge-trip agak ekstrim, berada di
tempat terpencil dan membutuhkan tenaga penduduk setempat sebagai
porter ataupun penunjuk jalan, misal untuk naik gunung yang jarang
didaki atau trekking dan camping di tempat yang kurang familiar (hutan
atau kampung terpencil), atau kegiatan-kegiatan di daerah remote
lainnya, beberapa tips ini dapat dipraktekkan :

1. Jika anda berada di suatu tempat yang hendak dijadikan basecamp
atau tempat untuk memulai  perjalanan panjang, menyambangi tetua
kampung adalah wajib hukumnya. Datangi tetua adat atau yang dituakan
di kampung tersebut, jelaskan maksud anda, berapa lama dan apa saja
yang dibutuhkan. Tetua kampung mempunyai akses leluasa sehingga
kebutuhan2 seperti tenaga porter dan guide dapat anda peroleh dari
dia. Jangan memberikan uang di awal kepada tetua adat, cukup sembako,
kopi dan rokok sudah cukup memadai.

2. Lebih baik lagi bila ada satu orang dari tetua adat (atau tetua itu
sendiri), misal anaknya yang dapat anda ajak dan posisikan sebagai
leader kru lainnya. Jika ada apa2, cukup si leader ini yang anda
‘pegang’, beri dia upah di atas lainnya.

3. Karena kunjungan anda ini sifatnya jarang2 terjadi, tetapkan semua
deal di awal, misal berapa upah harian, berapa sewa kendaraan, pp atau
tidak dan lain-lain. Semua anggota kru harus paham hal ini, terutama
leadernya. Jangan sampai ada salah satu anggota yang tidak paham
karena dapat memicu konflik. Upah harus dipastikan, harian/mingguan,
sudah termasuk makan dan rokok atau tidak. Lalu deal-kan pula di awal
untuk kompensasi hal2 tak diduga lainnya misal medan yang sulit, hujan
dan beratnya bawaan, atau maju/mundurnya jadwal perjalanan.

4. Karakter orang2 seperti itu, akan loyal bekerja jika perut mereka
dibuat kenyang dahulu. Untuk itu, jangan sampai sekali-kali kekurangan
logistik. Sediakan beberapa bungkus rokok dan snack sebagai bonus
untuk dikonsumsi ramai-ramai pada waktu2 tertentu.

5. Ada beberapa daerah yang penduduknya ‘ngelunjak’, karena merasa
kita datang bawa duit banyak dan mereka sendiri tidak pernah melakukan
hal seperti itu sebelumnya (hal seperti guiding, porter dll), maka
beberapa hari kemudian mereka dapat mogok kerja dan meminta tambahan
upah (karena merasa kita yang butuh mereka). Jika hal itu terjadi dan
nego bersama tidak dapat menyelesaikan masalah, sekiranya masih
memungkinkan hentikan kegiatan saja satu dua hari lamanya. Hal itu
semata2 untuk memberikan waktu masing2 pihak (terutama mereka) untuk
berfikir bahwa kita tidak butuh2 amat tenaga mereka dan mereka juga
tidak akan dapat upah jika tidak bekerja. Jika tidak memunginkan untuk
menghentikan kegiatan, segera temui tetua adat untuk menyelesaikan
masalah.

6. Hati2 akan hukum adat yang berlaku setempat, pelajari dan tanya
betul2 apa yang boleh dan tidak di lokasi tersebut. Kadang2 hal yang
remeh dan tidak masuk akal sekalipun dapat menyulitkan kita.

7.  Lebih hati2 lagi dengan karakter penduduknya, ada beberapa daerah
adat yang penduduknya ‘licik dan suka menjebak’. Saat kita tidak tahu
dan hendak melakukan sesuatu yang sebenarnya melanggar hukum adat,
mereka diam saja sengaja membiarkan kita untuk salah. Jika sudah
terjadi, baru mereka meminta denda yang besar dan nilainya sering
tidak masuk akal pula.

8. JIka perlu, lakukan upacara adat kecil2an (syukuran, potong ayam,
dll) untuk menghormati adat dan penduduk setempat dan mencegah hal2
yang berbau mistis. Walaupun anda tidak percaya hal-hal seperti itu,
paling tidak anda tetap menghormati adat dan tidak meremehkan
mereka-ini yang penting.

9. Hindari memasuki daerah yang bertanda unik dan aneh (tanya pada kru
anda), misal pohon yang bertato atau bercat khusus yang menandakan
areal kekuasaan/milik orang atau suku tertentu yang pantang dimasuki.
Jika harus dan terpaksa, temui si pemilik tanah atau minimal
keluarga/kerabatnya untuk meminta izin lewat (terlebih2 jika anda
melewati lagi lokasi itu saat perjalanan kembalinya).

10. Selalu tampil low profile, dalam artian bersahaja (penampilan,
tutur kata dll). Terlebih2 jangan sekali2 menampakkan uang di mata
mereka. Jika harus terpaksa membayar secara harian langsung, hitung
uang di ruang tertutup dengan jumlah orang minimal. Bawalah persediaan
uang paling tidak dalam dua tempat terpisah dan dalam tas/wadah yang
sederhana.

11. Ini yang sulit, posisikan diri anda sebagai teman perjalanan yang
bisa mengakomodir maunya mereka tapi dalam batas kewajaran. Buang
hierarki atasan-bawahan di perjalanan, usahakan mereka melakukan apa
yang kita mau karena ‘pertemanan’. Jika hendak menyampaikan sesuatu
yang agak ‘menyerempet’, lebih baik lakukan dahulu pendekatan dengan
leader-nya, lihat responnya dahulu.

12.  Jika hendak memberi tips kepada para kru setelah perjalanan usai,
berilah sekedarnya. Akan lebih baik bukan dalam bentuk uang tetapi
berbentuk barang (rokok, sembako dll). Tips dalam bentuk uang dan
dalam jumlah besar akan merusak ‘harga pasaran’ selanjutnya,
merepotkan pelancong berikutnya yang datang setelah anda.

13. Jangan lupa pamit ke tetua adat kembali, dan meninggalkan buah
tangan sekedarnya. Kesan buruk bagi diri anda, akan membuat mereka
apriori pada pelancong yang datang berikutnya.

Salam



RHH



-- 
-------------------------------------------------------
Kabaena Camp-D3W North Pit; S 5 deg 25.73 min/E 121 deg 59.43 min
YM : heru_hendarto


------------------------------------

Indonesian Backpacker Community 
visit our website at http://www.indobackpacker.com 

Silakan membuka arsip milis 
http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/   untuk melihat bahasan dan 
informasi yang anda butuhkan.

No SPAMMING or forwarding unrelated messages.
Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari JUMAT. 

Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian 
yang perlu saja. 

Milis Indobackpacker menerima ATTACHMENT baik gambar ataupun photo, tetapi 
mohon indahkan tentang hak cipta dan ukuran file. 

Cara mengatur keanggotaan di milis ini :

Mengirim email ke grup : [email protected] (moderasi penuh)
Mengirim email kepada para Moderator/Owner: [email protected]
Satu email perhari: [email protected]
No-email/web only: [email protected]
Berhenti dari milist kirim email kosong : 
[email protected]
Bergabung kembali ke milist kirim email kosong : 
[email protected]

Yahoo! Groups Links






      New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke