Dear teman-teman,

 

Mudah-mudahan cerita soal makanan halal di Ho Chi Minh ini bisa berguna buat
teman-teman :

 

Awal Februari 2010 kemarin saya ke Ho Chi Minh, kota di Vietnam sebelah
selatan yang dulu bernama Saigon. Sebagaimana informasi yang saya terima
akan susah kita cari makanan halal, maka informasi itu adalah benar adanya
kalau kita tidak berusaha mencari makanan halal itu.Buat saya sebenarnya
nggak masalah cuma makan roti aja, maklum lah perut bule .haha .. tapi yang
pasti InsyaAllah saya berusaha agar makanan yang saya makan halal . Dan di
HCMC ternyata nggak susah-susah amat buat dapetin tempat makan yang
menyediakan makanan halal. Problemnya memang dari sisi harga akan jauh lebih
mahal daripada makanan Vietnam yang menyebar di tiap sudut jalan, di pinggir
jalan, di pelataran parkir, di taman-taman di mana-mana deh. Tapi ya anggap
aja kita makan di mall Jakarta, harganya gak beda jauh, nyaris sama dan
sebangun.

Pemburuan pertama halal food di HCMC ketika kami baru sampai di sana.
Resepsionis hotel yang ramah itu menunjukkan dimana saya bisa cari halal
food. Dia ngerti kok, katanya kamu pasti makan makanan halal, ya. Tempat
makanan yang dia tunjukkan adalah seputaran  pasar Benh Than yang terkenal
itu. Dia bilang kalau di sana ada beberapa warung seafood enak.

Setelah susah payah menerobos pasukan sepeda motor yang begitu banyaknya
terkonsentrasi di jalan menuju Ben Than Market [yang ternyata sepeda motor
bukan cuma terkonsentrasi di Ben Than tapi menyebar merata di mana-mana di
jalan seperti jamur di musim hujan], sampai juga saya di tempat yang
dimaksud. Pelayan yang ramai [tapi nggak tau ngomong apaan selain
Halal...halal] berhasil mendudukkan kami di warungnya. Tapi setelah membaca
daftar menu kami memutuskan hanya memesan minum saja. Tau dong kenapa :). 

But no problem, it was so nice sitting there sambil lihat motor lalu lalang
yang bikin heran karena hari itu sudah malam dan bukan malam minggu, ngapain
yaa orang Vietnam itu pada keluar rumah keliling keliling di jalanan naik
motor ,mana cewe-cewenya  banyak yang masih pakai piyama ? 

Di meja depan saya ada bule mupeng bergaya pasukan Harley nggak lupa bawa
motor gedenya sedang merayu mojang Vietnam yang putih mulus  cantik. Latar
belakang  sinetron ala Saigon itu adalah gedung tua kumuh dan lalu lalangnya
sepeda motor .  Begitu eksotis ! Apalagi ketika acara perpisahan antara si
bule dan si nona. Setelah beberapa kata manis dari si bule dan ciuman di
jidat sang nona, lalu si nona balik badan dan berlari kecil, mungkin sudah
ditelpon ibunya disuruh pulang. Sementara si bule menyaksikan dengan mata
sok sayu, kemudian setelah si nona menghilang ketelan hiruk pikuknya pasar
malam dia langsung menyalakan motor gedenya dan meraung-raungkan gas
menambah pasokan CO2 di udara malam itu. Setidaknya itu adalah cerita acara
makan malam  tanpa ada makanan di meja kami. Suer laper banget, tapi nggak
berkutik dengan menu di sana.

Kemudian kami memutuskan balik ke hotel , dan tidak sengaja menemukan  neon
sign bertuliskan HALAL ! Alhamdulilah, kami masuk ke rumah makan itu. Tapi
ternyata meskipun tulisannya OPEN, rumah makan itu sudah tutup, bo ! Tapi
kemudian Ncik Malaysia yang jaga bilang kalau dibawa pulang masih bisa. Oke
deh, kita bisa makan di hotel.

Restoran  halal pertama yang kami datangi ada di jalan Pham Hong Thai ,
namanya VN Halal. Makanannya bervariasi dari makanan Vietnam, Cina dan
Malaysia. Saya beli pho vermicelli dengan irisan daging sapi tipis . Rasanya
enak dan segar. Saya lupa kisaran harganya. Reasonable, lah. 

Setelah malam itu, sempat juga saya ke sana lagi lalu pesan spring roll.
Ternyata spring roll-nya digoreng jadi kayak lumpia goreng yang kecil-kecil.
Nggak istimewa.

Makanan halal selanjutnya yang kami kunjungi adalah Akbar Ali di  Bui Vien
Street. Rumah Makan ini  meyediakan menu masakan India. Di sekitar rumah
makan itu juga ada beberapa rumah makan halal yang bisa dicoba. Kalau kita
jalan dari Akbar Ali ke arah jalan Nguyen Thai Hoc di ujung jalan Bui Vien
juga ada rumah makan halal namanya Shahi Qila, India juga. 

Di Akbar Ali kami pesan Mix Palata Kabab, Naan dan Strawberry Lassi. Yang
terhidang di meja kami adalah kentang, udang, cumi, ikan  dan ayam  yang
semuanya dipanggang lalu disajikan dalam satu wadah hot plate. Menemani
kabab, dihidangkan juga bawang merah yang sudah diasamkan . kebayang deh .
bawang merah, asam pula . Sempat saya cobain, tapi saya nggak kuat makan
bawang merah asam itu.

Naan yang dihidangkan berdiameter mungkin sekitar 25cm , dan kami pesan 2,
jadi lumayan banyak juga ternyata. Lassinya asam, manis dan segar. Total
yang saya bayar ke kasir VND 133.000, atau  sekitar Rp 65 ribu. Menu itu
sudah sangat cukup banyak buat kami berdua.

Rumah makan halal termahal yang saya datangi adalah  ha...@saigon  yang
letaknya di jalan Dong Du.Tempatnya kecil, sama lah dengan model bangunan di
sana yang kecil tinggi langsing. Interiornya merah menarik dengan foto-foto
Saigon jaman dahulu. Masakannya enak. Di situ saya akhirnya cobain Spring
Roll Vietnam versi halal . Hehehe..habis selalu menelan ludah lihat makanan
yang dijual di kaki lima seperti spring roll, seafood, bermacam makanan
seperti siomay, pho yang kelihatan segar banget dengan setumpuk sayur mayur
.. nyam-nyam, tapi maaf yaaa . mo cari aman aja saya :)

Lebih lanjut bisa lihat di :

http://kokifrustasi.wordpress.com

 

 

Regards,

Ningsih

 

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke