Anyway,
What do I know about Pulau Condong ??? Yang saya ketahui secara umum, Pulau 
Condong terletak di Lampung Selatan, sekitar 1,5 jam dari Pelabuhan Bakauheni. 
Nothing more, nothing less, and I’m about to find out more !!!

Owkay, pada hari Jum’at tanggal 9 April 2010, kami semua sepakat untuk 
berkumpul dirumah salah satu teman baik saya, Suzanna Mokalu, dan saya baru 
sampai di TKP pada pukul 1 malam. Karena kami berencana untuk berangkat dari 
rumah jam 03.00 pagi, maka kami memutuskan untuk tetap ngobrol, tidak tidur 
hingga subuh menjelang.

Pada pukul 03.00 pagi, kami ber 8 memasukkan barang2 ke dalam mobil sewaan 
kami, Elf AC dan biarpun kami cuma ber-8, akan tetapi secara kami membawa 
begitu banyak bahan2 makanan untuk dimasak disana, mobil kamipun penuh dengan 
makanan dan segala macam perlengkapan masaknya, tak lupa selimut dan bantal pun 
tak tertinggal untuk dibawa, haha.. 

Kami berangkat dari rumah sekitar pukul 03.30 pagi, dan sekitar jam 06,00 pagi, 
kami sudah tiba di Pelabuhan Merak. Ngantri masuk ke kapal, sekitar setengah 
jam kemudian, sayapun sudah berada diatas Ferry (kapal Ferry ya, bukan mas 
Ferry).  

Sekitar 2,5 jam kemudian, kami pun tiba di Pelabuhan Bakauheni dan segera 
mencari sarapan terdekat sampai kami menemukan sebuah warung dipinggir jalan 
yang menjual lontong sayur dan nasi uduk yang lumayan enak. Selesai makan, kami 
segera melanjutkan perjalanan kami menuju ke Pantai Pasir Putih, tempat 
menyebrang menuju Pulau Condong. 

Sekitar 1,5 jam kemudian, kami semua sudah tiba di Pantai Pasir Putih, lokasi 
penyebrangan  menuju Pulau Condong dan tidak beberapa lama kemudian, ajudan 
saya Ramon yang berangkat dari Palembang yang sudah tiba beberapa jam 
sebelumnya bertemu dengan kami dan kami menghubungi Pak Farid, contact person 
kami yang mengurus penginapan dan kapal motor sewaan untuk “island hoping” di 
Pulau Condong. 

Pantai Pasir Putih merupakan salah satu lokasi wisata buat penduduk lokal yang 
tidak mau repot2 menyebrang ke pulau Condong. Pantai Pasir putih sebagai lokasi 
penyebrangan lumayan bersih tempatnya, banyak toilet & WC umumnya, banyak orang 
yang menyediakan tiker untuk disewa, banyak makanan jajanan yang tersedia di 
pinggir pantai beserta patung2 yang menarik untuk di photo. 

Di Pasir Putih banyak sekali terdapat perahu motor tapi karena kami sudah 
booking kapal dengan Pak Farid, kami menunggu beliau muncul untuk membawa kami 
dan barang2 kami. Tak lama kemudian, Pak Farid muncul dan kami pun menyebrang 
laut menuju ke Pulau Condong. Jarak dari Pantai Pasir Putih ke Pulau Condong. 
Jarak dari Pasir Putih ke Pulau Condong sekitar 15 menit saja, dan biaya nya 
hanya Rp 5,000 per orang

Tiba di Pulau Condong, kami disambut beberapa teman dari rombongan lain yang 
sudah duluan tiba dari pagi tadi, dan kami pun meletakkan barang2 kami di 
tempat peristirahatan tersebut.

Inilah laporan pandangan mata yang bisa saya sampaikan mengenai Pulau Condong :

Transportasi :

-Option-1 : dari Jakarta bisa sewa Elf AC, nyebrang laut menuju Pelabuhan 
Bakauheni, lanjut ke Pantai Pasir Putih, nyebrang ke Pulau Condong

-Option-2 : dari Jakarta naik bus Damri, lalu nyebrang laut menuju Pelabuhan 
Bakauheni dengan menggunakan angkot yang disewa untuk lanjut ke Pantai Pasir 
Putih, nyebrang ke Pulau Condong 

-Untuk menyebrang ke Pulau Condong, kita bisa menggunakan perahu motor milik 
penduduk lokal. Perahu motor yang dipakai untuk menyebrang menuju ke Pulau 
Condong merupakan perahu kecil, kapasitasnya paling2 hanya bisa memuat 12 orang 
aja, karena kalo di isi lebih dari 12 orang, rasanya kapalnya akan oleng dan 
penumpangnya akan jatuh ke laut. Kalo mau berenang sih rasanya bisa, karena 
kalo dari Pantai Pasir Putih, Pulau nya udah terlihat didepan mata saking 
dekatnya itu Pulau. Barang2 bisa kita bawa dengan menggunakan perahu, sehingga 
sampai di pulau badan kita akan lebih fit karena abis berenang 30 menit menuju 
pulau, hehehe

Penginapan :

-Hanya ada 1 buah penginapan yang bisa disewa di Pulau Condong. Penginapan 
tersebut terdiri dari 1 rumah dengan 2 kamar yang bersebelahan. Masing2 kamar 
di isi dengan 1 tempat tidur plus kasur dan 1 kamar mandi didalam. Menurut saya 
pribadi, penginapan tersebut tidak layak inap. Pertama tempatnya kotor, kedua 
atapnya bocor dan bolong sehingga monyet2 bisa masuk (more story about this 
later), ketiga tempat tidurnya berisi kasur busa yang peer kasurnya bikin 
tulang badan sakit, ke empat kamar mandinya rusak dan tidak bisa digunakan, 
kelima untuk ukuran rombongan 10 orang, kamarnya termasuk kecil. Untung sebelum 
berangkat kami semua udah di briefing untuk membawa sleeping bag dan matras, 
jadinya ngak terlalu kaget. Tapi tetep aja, untuk ukuran Rp 
200,000/kamar/malam, rasanya the price is too much.

-Pilihan lain nya adalah membawa perlengkapan tenda sendiri (bisa juga sewa) 
dan pasang tenda diluar, dipinggir pantai dan tidur didalam/diluar  tenda 
dengan membawa matras dan sleeping bag untuk alas tidur sehingga tidur lebih 
nyaman. Jangan lupa bawa autan untuk mengusir nyamuk

-Pada sekitar pukul 21.00 malam, lampu dan listriknya akan mati, sehingga 
suasana menjaid gelap dan tidak ada yang bisa dikerjakan untuk membunuh waktu. 
Jangankan AC, kipas angin pun tak ada, sedangkan angin juga tidak berhembus, 
jadi udara pada malam hari sampai jam 03.00 subuh pun masih terasa panaaasss. 
Jadi yang bisa kita lakukan selain makan, mengunyah dan ngopi atau nge beer, 
kita bisa ngobrol, nge gossip, kenalan sama teman2 baru, juga bisa main games 
sampe bego!. Secara salah satu rombongan kami adalah ratu cong yang sangat 
eksis di dunia internasional, dengan segala macam tingkah laku nya yang bikin 
kami tertawa, kami terus ngobrol, nge gossip dan saling cela hingga akhinya 
semuanya kecapean dan tertidur pada pukul 03.00 pagi aja loohh :-)

-Di sekitar penginapan banyak terdapat monyet2 liar yang tinggal di pohon2 
sekitar. Monyet2 tersebut ngak ada lucu2nya alias nggak bisa digodain karena 
kalo digodain, malah mereka bawaan nya mau menyerang dan mencakar kita. Jadi 
sebaiknya jangan dekat2 dengan monyetnya dan jangan mengganggu monyetnya. Jadi 
nyet, kalo ngak mau diganggu, ya jangan mengganggu mereka yah!

-Monyet2 tersebut akan selalu berusaha mengobrak abrik ruangan dan mencuri 
makanan kita. Segala macam makanan tanpa pandang bulu akan dicoba untuk 
dilarikan. Jadi sebisa mungkin makanan2 yang kita punya kita jaga secara 
bergantian alias jangan sampai penginapan ditinggal kosong tanpa ada yang 
menjaga sehingga monyet2 tersebut tidak punya kesempatan untuk mencuri. 
Usahakan ada yang jaga secara bergantian di siang hari. Kalo malam hari 
monyetnya ngak ada yang muncul. Monyetnya pengen leyeh2, PDKT dan  tidur juga 
kaleeee.


Keindahan Pulau Condong & Snorkeling Activity :

-untuk ukuran pulau yang tidak terlalu populer bagi pecinta pulau, laut dan 
pantai seperti saya, Pulau Condong ini termasuk Pulau yang cantik dan merupakan 
salah satu pulau favorite saya. Banyak spot yang indah dan menarik untuk di 
photo, goa2 kecil yang eksotik, pohon2 yang rindang, airnya yang biru jernih, 
ombak yang tinggi dengan arus liar, beberapa spot snorkeling yang cantik dimana 
terdapat ikan2, koral2 & karang2 indah dibawah laut

-Perahu sewa untuk island hoping harga sewanya sekitar Rp 300,000/hari, bisa 
patungan dengan teman2 sesama peserta rombongan, akan tetapi secara perahunya 
kecil dan (dipaksakan) memuat 20 orang, jadi kapalnya sering oleng hampir 
terbalik, sehingga kami pun teriak2 melulu kerjaan nya, hahaha. 

-Perahu kecil itu juga tidak mempunyai tangga untuk kami naik keatas perahu 
motor seperti yang selalu terdapat di kapal2 motor sewaan di Pulau2 yang lain, 
sehingga kami mendapatkan kesulitan untuk naik keatas perahu setelah 
snorkeling. Kami dibantu oleh teman2 lain yang sudah diatas kapal untuk bisa 
naik keatas kapal dengan susah payah, dan dengan oli lengket yang menempel 
dikapal, otomatis oli tersbut juga menempel di baju renang kami, yang biarpun 
sudah di laundry tetep aja oli nya ngak mau ilang dan rusaklah baju renang dan 
bikini2 kami :-(

-hati2 kalo snorkeling di Pulau Condong, banyak ubur2 gede yang kalo terkena 
badan, sengatan nya lumayan bikin gatel dan sedikit perih, jadi hindari ubur2 
yang berenang leluasa nya disekitar kita

-Sunset nya sih cuman sebentar dan tidak terlalu significant, tapi spot sunset 
nya itu loooh, cantik dan sangat indah apabila kita bisa mengambil angle photo 
yang tepat. Sayang seribu sayang, kecantikan pulau ini dirusak oleh adanya 
hantu wanita (kuntilanak???) penunggu Pulau tersebut. 

The Ghost :

-Konon kabarnya sang hantu adalah penampakan dan penjelmaan seorang wanita yang 
putus asa dan bunuh diri, penyebabnya tidak diketahui. Ada yang bilang 
diperkosa, ada yang bilang putus cinta, ada yang bilang ditinggal kawin, 
entahlah, yang jelas rumor mengenai hantu wanita yang bunuh diri disini 
ternyata sudah lama beredar. Ketika kami pertama kali tiba di Pulau tersebut, 
saya sudah di warning oleh teman2 yang sudah pernah beberapa kali ke Pulau 
Condong mengenai berita hantu ini, tapi saya pada mulanya tidak percaya. Akan 
tetapi, ketika seorang teman memotret suasana sunset di pohon pinggir pantai 
yang terletak di depan penginapan, pada saat dia memotret lokasinya, disana  
kosong alias tidak ada siapa2, akan tetapi ketika hasil jepretan tersebut 
dilihat di display kamera, tertangkap bayangan seorang wanita yang sedang 
tidur2an di lokasi bunuh diri tersebut. Maka hebohlan semua peserta rombongan. 
Untungnya penampakan di kamera ini diberitahukan kepada kami
 pada keesokan harinya, sebab kalo dikasih tau pada saat itu juga, saya rasa 
para peserta rombongan (termasuk saya tentunya) ngak bakalan bisa tidur !!! 
(http://deedeecaniago.multiply.com/photos/photo/333/60'>http://deedeecaniago.multiply.com/photos/photo/333/60";>http://deedeecaniago.multiply.com/photos/photo/333/60)

-Rasanya, bagi yang penakut seperti saya, akan males berkunjung kembali ke 
tempat ini, tapi buat yang bener2 ”ghost hunter” dan suak adrenalin dan uji 
nyali, biasanya mereka akan nekad dateng kesana dan malah nantangin diri 
sendiri untuk bisa menangkap photo hantu seperti teman2 saya lainnya yang 
penasaran dengan photo hantunya. Ih, ngebayangin nya aja saya udah merinding 
lagiiiii. Kenapa sih, ngak pada pengen motret gue aja daripada motret hantu ? 
:-D

Photo2 bisa di akses di :

http://deedeecaniago.multiply.com/photos/album/333/Pulau_Condong_alias_Monkey_Island_alias_Pulau_Hantu_Day-1


TO BE CONTINUED






 salam,
Deedee Caniago
*they don't care how much you know until they know how much you care*



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke