Nimbrung aja,


Jadi inget ngetrip ke pulau Condong (awalnya mau ke Kiluan tapi jalanan rusak

dan dialihkan ke Condong). Cukup menarik dan banyak cerita unik waktu kesana,

misalnya tempat penginapan yang tidak diduga sama sekali. Mungkin awalnya
bagus satu rumah dua kamar bersebelahan tapi kondisi yang lama kosong dan
penuh debu akhirnya kami (10 org lebih) milih untuk tidur di terasnya, 
Alhamdulillah
terasnya cukup luas.

Beberapa teman mencoba uji nyali dengan gelar sleeping bag dan tidur di dermaga
dengan maksud tidur beratapkan sinar rembulan dan bintang bersinanr namun 
apadaya
tidak lama berselang hujan deras menimpa.....ibarat rombongan xxxxx dikejar 
kamtib
mereka berlarian kembali ke teras penginapan dan akhirnya kami tidur 
berjejal-jejalan sambil ketawa ketiwi. Aktifitas penghilang jenuh adalah maen 
capsah sampai buka beberapa lapak sekaligus hehehehe....

Aktifitas mandi (mck) juga nggak kalah unik karena pada mandi diluar pakai sumur
pompa bergantian, nggak kalah ama suasana KKN dulu (eh dulu nimba sumur ding).
Namun secara keseluruhan pantainya bagus....pasirnya putih dan ombak kecil saja
jadi enak buat leyeh2 di air alias berendem....

Untungnya kunjungan kami waktu itu tidak mengalami gangguan gaib dan memang
tidak dengar cerita apapun sehingga berjalan dengan lancar....

Sayang sekali fasilitas pulau tersebut kurang dikelola dengan baik padahal 
lokasinya
tidak jauh dari Pantai Pasir Putih Lampung. Satu hal lagi yang menarik 
perhatian bahwa
di dekat situ ada kapal besar bersandar sekilas tanpa aktifitas....tapi rumor 
yang didapat
disitulah salah satu tempat untuk berjudi.....ups...

Ardi

--- Pada Rab, 21/4/10, deedee <[email protected]> menulis:

Dari: deedee <[email protected]>
Judul: [indobackpacker] Pulau Condong alias Monkey Island alias Pulau Hantu : 
Day-1
Kepada: "Indobackpacker" <[email protected]>
Tanggal: Rabu, 21 April, 2010, 7:17 AM







 











Anyway,

What do I know about Pulau Condong ??? Yang saya ketahui secara umum, Pulau 
Condong terletak di Lampung Selatan, sekitar 1,5 jam dari Pelabuhan Bakauheni. 
Nothing more, nothing less, and I’m about to find out more !!!



Owkay, pada hari Jum’at tanggal 9 April 2010, kami semua sepakat untuk 
berkumpul dirumah salah satu teman baik saya, Suzanna Mokalu, dan saya baru 
sampai di TKP pada pukul 1 malam. Karena kami berencana untuk berangkat dari 
rumah jam 03.00 pagi, maka kami memutuskan untuk tetap ngobrol, tidak tidur 
hingga subuh menjelang.

Kirim email ke