Owkay, setelah ngebahas tentang transportasi, penginapan, monyet dan hantu, sekarang saya akan memberikan informasi mengenai hal2 lain yang terkait
Photo session & Rock Climbing -salah satu spot yang menarik dan yang saya suka disini adalah spot photo session yang berupa karang2 cantik dan goa2 kecil yang eksotis. Sayang waktu itu saya ngak bawa perlengkapan dangdut saya alias kostum2 summer dress karena di Pulau Condoong ada beberapa lokasi untuk pemotretan yang sangat menarik dari sisi photography. Tapi hati2 dengan batu2 karangnya, sangat tajam dan secara arusnya keras dan liar, batu2 karang tersebut biasanya terseret arus dan bisa melukai kaki kita. (makanya jangan lupa bawa peralatan P3K seperti betadine dan tensoplast karena akan banyak terpakai disini, hehe). -Selain itu, kalau kita berjalan kearah Timur, kita akan menjumpai suatu lokasi karang terjal yang merupakan spot keren buat rock climbing alias panjat tebing. Saya bukan pecinta kegiatan panjat tebing, dan saya juga tidak terlalu hobby untuk melakukan kegiatan tersebut, tapi bukan berarti saya tidak pernah mencobanya ya, tapi biasanya saya manjat nya di tebing2 buatan. Lokasi panjat tebing kali ini sangat menantang, manjat di tebing dalam arti yang sebenarnya!!! Pada saat itu sumpah mati saya gatel dan sangat tertarik untuk memanjat hanya untuk bisa membuktikan kepada diri sendiri bahwa saya bisa melakukan nya, akan tetapi, biarpun teman kami Rio merupakan expert dan mempunyai dan memakai alat2 memanjat seperti tali, harnest dan lain sebagainya, saya memilih untuk tidak ikutan memanjat, dikarenakan pada saat itu kaki saya lagi terluka tersayat terkena karang pada saat snorkeling dan beaching, dan saya juga tidak membawa sepatu olahraga/sneaker, pelindung kepala, kaki dan tangan yang cukup aman dan nyaman untuk memanjat, so I don’t wanna risk myself for my own unsafety act seperti beberapa teman saya Zem’s dan Lia juga Hanum yang kakinya pada terluka dan berdarah2 setelah memanjat karena tidak memakai alat2 safety yang cukup memadai. Aduh, cukup deh luka di kaki dan di hati belom sembuh, jangan ditambah luka baru (curcol, haha) Makanan/Minuman : -Owkay, let’s talk about food ! Di sebelah penginapan ada satu warung sederhana yang hanya menjual a la kadarnya, seperti indomie, perlengkapan mandi (sampoo, sabun, odol, etc), tapi buka dan tutup warungnya suka2 yang punya, jadi sebaiknya jangan terlalu ”count on the warung”, melainkan bawa makanan sendiri, kecuali kao cuman mau ngopi2, makan indomie atau beli aqua doang. -Makanan yang bisa dibawa misalnya roti, selai dan buah2an, tapi sekali lagi harap dijaga karena makanan2 seperti itu adalah makanan favorite nya si nyet2 nakal itu. -Lebih baik membawa kompor gas yang portable, juga bawa panci dan penggorengan, sehingga paling tidak kita bisa masak nasi, indomie, bisa bikin dadar telor, kornet, ikan sarden, indomie, nasi, sayur, tahu, tempe dll dsb. Jangan lupa bawa peralatan masak lainnya seperti pisau, gunting, tc. Untuk piring, gelas, sendok dan garpu, kita bisa menggunakan bahan2 dari plastik atau kertas yang bisa langsung dibuang sekali pakai. Kalau mau ngirit, ya bawa perlengkapan makan sendiri dari rumah -Jangan lupa beli dan bawa minuman aqua galon karena disana tidak ada yang menjual aqua yang besar kecuali warung tadi yang hanya menjual aqua kecil dengan persediaan terbatas. Tissue basah dan tissue kering juga perlu dibeli karena sangat dipakai disana. Jangan lupa juga untuk membawa sabun cair cuci piring dan busa untuk mencuci segala macem peralatan masak setelah selesai masak -Yang doyan ngopi, nge beer atau merokok, bawa persediaan sendiri dari Jakarta karena di Pulau tersebut tidak ada yang menjual Toilet : -ada 3 toilet umum yang terdapat diluar rumah penginapan, tinggal jalan kaki sebentar, nyampe deh. Kalo pas ada penjaganya, kita diminta membayar Rp 1,000 – Rp 3,000 sekali pakai (udah termasuk PPN katanya, hehe). Tapi kalo lagi ngak ada yg jaga, kita ngak bayar (ya iyalaaahh). I don’t mind paying as long as the facilities it’s worth the payment, tapi ini boro2, semua kamar mandi tersebut tidak ada kuncinya, sehingga pintu nya harus diiganjel dengan batu. Air kamar mandinya sebenarnya sih bersih, airnya berasal dari air sumur jernih yang terletak dibelakang kamar mandi, akan tetapi karena kamar mandinya tidak diurus, bak air nya menjadi kotor tak terawat. -secara total rombongan kami yang nginep disana pada saat itu berjumlah 25 orang, maka air yang ada di kamar mandi tersebut otomatis cepat habis sedangkan keran nya tidak selalu menyala. Naaah, kalo airnya abis, maka kita harus ngangkut air dari sumur yang jaraknya agak jauh dikit dari kamar mandinya, ngisi air di ember darurat, trus bawa deh tuh airnya ke kamar mandi tadi. Ribet kaaann ? hehe -Kamar mandinya ada WC nya dan bisa dipakai mandi, tapi secara ngak ada lampu, maka sangat disarankan agar kegiatan dikamar mandi dilakukan sebelum hari menjadi gelap, karena kalo udah gelap trus kebelet pipis atau pupitawati, ya dilakukan nya dengan deg2an karena lokasinya serem banget gelap gulita tak ada penerangan disekitarnya. Paling2 minta temenin temen untuk ke toilet sekalian bawa senter yang terang. Owkay, I had informed you all you need to know about Pulau Condong. Siapkan lahir bathin dan nyali anda, selamat berkunjung kePulau Condong !!! Photo2 bisa di akses di : http://deedeecaniago.multiply.com/photos/album/334/Pulau_Condong_-_Snorkeling_-_Rock_Climbing_Day-2 salam, Deedee Caniago *they don't care how much you know until they know how much you care* [Non-text portions of this message have been removed]
