Hai... Ingin berbagi jg ttg eticket... Saya pernah tertolong dgn eticket... Waktu backpacking ke Europe bersama 3 anggota ibp, tiket dr Madrid ke ibiza saya terselip entah dmn. Saya baru menyadarinya saat dlm perjalanan menuju bandara. Dengan waktu cek in yg mepet tdk mgkn sempat mencari komputer nganggur utk mencetak eticket lg (soft copy Ada di email sy). Beruntung kedua teman saya tiketnya berbeda pemesanan tapi satu flight. Di depan counter Cek in, Ternyata petugas hanya butuh no flight Dan paspor saya untuk Cek in. Phewww lega rasanya...
Kalau menggunakan tiket biasa, mana bisa. ♥ εїз VINDA LS™♥ εїз Sent from my PinkBerry® smartphone from Toraja with ♥. -----Original Message----- From: army gulardi <[email protected]> Date: Mon, 3 May 2010 03:01:39 To: <[email protected]>; hendri.wijaya<[email protected]> Subject: Bls: [indobackpacker] Re: suka duka dengan e-tiket Nimbrung aja, Enak juga sih pake e-ticket serba ringkas dan praktis, tapi ada juga nggak sreg kok aneh ya pergi naik pesawat dengan harga ratusan ribu bahkan kadang juta-an tapi cuma dapet selembar kertas aja....hehehe.... Pengalaman unik lain, pernah waktu mau ke Padang bareng temen2 karena kebetulan aku yang beli tiket AA dan ada temen yang pesen tiketnya belakangan jadi tiket dibagi dua grup. Kebetulan menjelang cuti aku tugas luar kota jadi pas mau tugas aku cetak e-ticket pdf dari AA, ternyata baru ngeh kalau e-ticekt yg aku cetak a/n temen yang pesen belakangan (kebetulan huruf depannya sama).....panik lah aku di tol Cipularang menuju Jakarta.....sambil mikir gimana nyetak e-ticket a/n namaku ama temen2 yg lain. Untungnya ada temen yang cetak e-ticket itu dan belum check-in....Alhamdulillah lega tapi giliran aku yg kebat-kebit takut ketinggalan pesawat...hehehehehe Pernah naik penerbangan Trans Nusa dari Labuhan Bajo ke Denpasar, lebih unik lagi karena e-ticket bentuknya seperti bukti pemesanan tiket aja bahkan harga tiketpun nggak ada....hehehehe tapi harganya Rp 999.000,- yang diharapkan naik pesawat jet BAT yang sudah stand by ternyata nggak boarding2...akhirnya naik pesawat Fokker 50 yang datang belakangan......dah lama bener nggak naik propeller plane hehehe nostalgia sama Fokker 27, Twin Otter dan Casa 212. Karena hemat sering pergi naik AA buat jalan-jalan....awalnya e-ticket selalu diminta oleh check-in counter tapi lama2 kok cuma dipinjem aja trus dibalikin....alhasil udah capek2 nyetak akhirnya dibalikin juga hehehe....sekarang ga mau cetak semua halaman cukup yg diperlukan aja.....halaman S&K dilewatin aja....hehehe Nggak enaknya e-ticket ya nggak ada 'suvenir' dari maskapai tersebut, dulu waktu masih menggunakan ticket biasa pernah ngumpulin ticket2 bekas dari maskapai2 Indonesia seperti Garuda, Merpati, Mandala, Bouraq, Sempati dsb.... Salam, Ardi --- Pada Sen, 3/5/10, hendri.wijaya <[email protected]> menulis: Dari: hendri.wijaya <[email protected]> Judul: [indobackpacker] Re: suka duka dengan e-tiket Kepada: [email protected] Tanggal: Senin, 3 Mei, 2010, 2:49 PM Hi Teman-teman IBP, Selama ini saya senang memesan tiket online untuk berbagai tujuan didalam maupun diluar negeri. Memang masih terbatas dalam maskapai LCC AirAsia. Selama ini tidak pernah menjadi masalah, apakah menunjukan etiket yang hasil print out dari email yang dikirimkan atau print hasil yang tampak di layar sewaktu pembayaran confirmed. Tapi saya mengalami hal yang "aneh" sewaktu membeli tiket online jetstar via webnya. Setelah confirmed pembayaran, email konfirmasi yang akan dikirim ke alamat email saya, belum pernah saya terima. Saya terus mencari tahu kenapa demikian. Sempat telepon ke call center nya di Melbourne beberapa kali, ke Rep office Valueair di Jakarta dan mencoba resend berkali-kali dengan fasilitas resend dari webnya. Tetap tidak berhasil, akhirnya saya mendatangi kantor valueair di hotel Redtop dan mereka juga hanya bisa mencetak etiket dengan format "manual" yang berformat berbeda dengan format yang seperti dikirim ke email kita. Semua ini saya lakukan untuk mengatasi kekuatiran saya sewaktu cek in di airport. Ini sekilas pengalaman saya memesan tiket secara online. Salam Hendri Wijaya [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
