Dear kawan-kawan Indobackpacker, Bagi penggemar jalan yang suka mampir ke museum, entah di Balikpapan ataupun di Hanoi, ada saat-saat yang bisa membuat suguhan museum enak dinikmati dan berkesan. Terlepas dengan bentuk bangunan dan cara penyuguhan, mengapresiasi museum seringkali terasa berat dan membosankan. Pada tanggal 18 Mei adalah Hari Museum Internasional yang semoga dengan tulisan ini memberikan ide dan inspirasi buat rekan backpacker.
Tips ini disusun hanya sebagai rules of thumbs bagaimana menyesap sajian visual menjadi sebuah proses pembelajaran yang membuat jalan-jalan menjadi kenangan manis. Rangkaian ini juga disusun dari pengalaman menjelajah Museum di Eropa, Asia dan USA juga bagaimana menyikapi 'nasib' Museum di Indonesia yang memprihatinkan. Apakah karena kita kurang mengapresiasi ataukah memang sudah ill-feel dulu mendengar kata 'jalan-jalan ke museum'. Berikut sharing tips menikmati museum. Masa Persiapan - Menentukan jenis museum apa yang hendak dikunjungi. Ini dengan menentukan minat dan passion sebagai dasar. Jika kita tertarik photography, maka museum yang menarik tentulah yang berkaitan dengan ini. Misalnya: Museum Alat Photography, National Potrait Gallery, karya Museum . Jika kita tertarik seni budaya, sempatkan ke Art Museum atau Art Gallery. Hobi dan minat menuntun kita pada jenis museum yang ingin kita kunjungi dan memperkaya khasanah pengetahuan yang sudah kita punya. - Melakukan riset sebelum berkunjung. Kebanyakan Museum di LN saat ini sudah mempunyai situs yang bisa diakses. Pengetahuan awal setidaknya memberikan bekal apa saja yang disajikan disana. Informasi seperti: eksibisi yang bersifat sementara, jam buka, akses terbaik, latar belakang, aktivitas musiman dll akan memberikan gambaran kira-kira apa aja yang bisa kita lakukan disana. - Ajak teman yang mungkin tertarik untuk pergi bareng. Kawan backpacker yang punya ketertarikan yang sama misalnya sejarah ataupun kesenian tentu bakal lebih seru jika berbanyak. Selain bisa jadi kawan dialog, juga kawan diskusi bila menjumpai karya menarik. Belajar Mengapresiasi Museum Lukisan atau photography adalah hasil seni visual yang terkadang tidak banyak orang yang menyadari 'keindahannya'. Diperlukan upaya tersendiri untuk belajar mengapresiasi karya seni, terutama karya peninggalan berabad silam. - Menyukai seni itu proses yang tidak instan, tetapi berkelanjutan. Bersiap untuk membuka indra penglihatan, juga indra yang lainnya. Mengamati lebih detail apa saja yang ada di bidang, misalnya warna, komposisi, bentukan, dan olahan sertan teknis membuat. - Coba memahami apa yang ingin dicapai dari hasil karya tsb. Misalnya lukisan Van Gogh tentang kamar tidurnya (Vincent's Bedroom in Arles). Kenapa ia melukis dengan perspective yang aneh, tidak imbang antara kanan dan kiri. Kenapa ia melukis dengan style seperti itu? - Mencari jenis karya seni yang betul-betul disukai. Ada yang menyukai 2dimensi seperti lukisan atau photo, tetapi ada yang menyukai 3dimensi seperti karya instalasi, patung, stupa, candi, benda kuno. Nah tergantung mana yang paling bisa dipahami. Baca latarbelakang karya tersebut misalnya ide dasar, hubungan dengan sejarah tempat, atau mungkin pesan politik yang ingin disampaikan. -Jangan melihat tampilan dari suguhan museum, tetapi cobalah melihat dari sisi yang lain. Misalnya faktor sejarah, kisah si penjaga museum, bangunan gedungnya, atau mengamati reaksi para pengunjung dsb. Ketika Tiba di Museum Saat ini kebanyakan museum sudah memakai berbagai fasilitas tehnologi untuk membantu pengunjung menikmati. Ada fasilitas interactive untuk bisa bermain, belajar dan merasakan pengalaman yang bisa membuat kenangan tersendiri pada museum tadi. - Begitu datang mintalah peta lokasi pameran dan tampilan. Tandai mana yang ingin dikunjungi dan yang betul2 menarik perhatian. Siapkan rute kunjungan darisana. - Mencoba lebih aktif dan interactive. Misalnya ikutan bermain games, menonton video, ataupun bertanya. - Ambil photo. Cek dulu apakah diperkenankan mengambil gambar di lokasi Museum. Pada beberapa Museum yang besar aturan itu cukup jelas. Misalnya: boleh ambil tetapi tidak boleh pake lampu, hanya bagian tertentu atau lantai tertentu dsb. Kenali tanda yang menunjukkan tidak boleh ambil photo. - Melihat area museum yang spesifik berdasarkan minat. Misalnya di Museum geologi, mencari tahu soal mineral berharga. Museum Natural History mencari kerangka Tyrex, di bagian astronomi mencari info proses meledaknya supernva dll. - Mendengarkan penjelasan langsung/tidak langsung. Saat ini Museum modern dilengkapi headphone untuk mendengarkan 'self guided tour' dengan tombol yang memberikan informasi sembari kita berkeliling. Ada yang gratis dan ada yang bayar berdasarkan kebijakan museum ybs. Penjelasan lewat tur atau free guide juga menjadi kunci kunjungan jadi lebih mendalam dan berarti. -Jangan terlalu berambisi untuk melihat seluruh isi museum dalam satu kunjungan. Museum di Eropa mempunyai koleksi ribuan yang tidak bakalan bisa dinikmati dalam 3 jam. Jadi memilih mana yang paling tersohor dan paling dicari sebagai target utama. -Tinggalkan kesan baik, berlaku sopan dan menghargai aturan di museum. Misalnya tidak bercakap keras, tidak merokok ataupun tidak mengambil barang. Persiapan Fisik dan Perlengkapan - Pakai sepatu yang nyaman untuk jalan-jalan. Terkadang Museum dibagi dalam sayap dan bagian gedung yang saling berjauhan, juga melalui tangga/lift atau bagian tidak rata. Bersiap-siaplah memakai sepatu yang empuk dan datar. - Untuk outdoor Museum, siapkan kostum jika kemungkinan hujan dan panas seperti payung ataupun jas hujan. - Siapkan alat tulis secukupnya misalnya notes, alat perekam, peta terutama untuk merencanakan rute kunjungan. - Siapkan waktu secukupnya dan makanan kecil/snek dan minum. Museum yang besar selalu ada cafe dan sarana minuman yang memadai. Tetapi terkadang harganya lebih mahal daripada diluar museum. Karena itu bekal makanan akan cukup menghemat. Pada eksibisi yang populer, terkadang harus antri panjang hanya untuk mendapatkan tiket. Jadi kostum dan datang lebih awal akan membuat kunjungan stress free. - Ambil istirahat jika dirasa capek. Mengunjungi museum tidak hanya membutuhkan kemampuan fisik tetapi indra tubuh seperti perasaan dan akal nurani. Karena itu ambil break beberapa kali jika perlu. Tidak perlu harus ke cafe, cukup duduk saja sembari menikmati bekal snek seadanya. (sebagian tulisan ini diambil wikihow: how to enjoy a museum disini http://www.wikihow.com/Enjoy-a-Museum) Semoga bermanfaat. Selamat Hari Museum Sedunia. Salam, Ambar [Non-text portions of this message have been removed]
