hehehe...kalo saya sendiri menduga kalimat lengkap dari Mallory adalah; "Because it's there, and now stop asking me why and leave me alone!!!"
<dengan nada marah karena terus didesak untuk menjawab kenapa mendaki Everest> Kalo dipotong 'because it's there' memang terkesan puitis dan romantis sih...halah-halah... Katanya manusia butuh sense of uncertainty sampai derajat tertentu, yang membuat tubuh memompa hormon (lupa namanya, endokrin?).... yang efek sampingnya membuat rasa gembira...makanya tiap pulang ke rumah setelah bertualang, ada perasaan gembira yang gimana gitu.... Yang 'bahaya' kebutuhan akan rasa itu jadi seperti zat addictive, apalagi kalau ada kesempatan...naik gunung; 1000meter, 2000 meter, dst... naik sepeda; 10km, 100km, 1000km...korupsi 1rupiah, 1000 rupiah...35M...atau duduk di meja negosiasi bisnis, atau resign dari kantor, juga bisa memberi kesenangan yang sama. Tabik; Puguh --- In [email protected], stevy maradona <stevy_republ...@...> wrote: > > 1. sewaktu kuliah, seorang rekan kost saya sering bertanya: apa sih enaknya > naik gunung, buat apa naik kalau nanti turun lagi? apa sih enaknya jalan2? > apa sih enaknya penelitian arkeologi ke berbagai pelosok daerah? mending > santai di rumah. sewaktu itu saya menjawab dan sampai saat ini saya tetap > menjawab singkat (mengutip george mallory saat mendaki everest) : because its > there... >
