Ironis sekali. Untuk sebagian kota-kota besar di Jawa nilai kelulusan 5,25 bukan nilai yang cukup sulit untuk diraih. Pada beberapa sekolah di Bogor (saya tinggal di Bogor) yang mutunya cukup baik nilai itu bukan hal yang sulit untuk diraih. Keponakan saya justru merisaukan tahap berikutnya, yaitu perguruan tinggi.
Tetapi pada beberapa sekolah (terutama swasta) yang mutunya kurang baik, mereka masih merisaukan UN tersebut. Bisa dibayangkan tingkat kesulitan yang harus dihadapi bagi daerah terpencil. Mungkin pertanyaan saya adalah mana yang lebih dulu harus dilakukan. Meningkatkan mutu guru terlebih dahulu atau meningkatkan mutu lulusan (yaitu standar kelulusan)? Keduanya akan saling berkait, membutuhkan waktu dan biaya. Guru akan sulit menigkatkan mutunya jika kebutuhan minimumnya tidak terpenuhi. Jangankan beli koran, untuk makan minggu depanpun belum tahu. AA/AS84 - nugroho adi wrote: > sebuah ironi tentang pendidikan di indonesia > mungkin dapat menjadi bahan renungan dan diskusi hari ini > salam > iscab: > Hati-hatilah kalau curang dalam ujian karena bisa digerebek Densus 88 Anti > Teror. > Condro > http://www.kompas. com/kompascetak. php/read/ xml/2008/ 04/26/02080511/ > ketika.pensil. anak-anak. itu.tidak. bergerak > Kasus Ujian Nasional > Ketika Pensil Anak-anak Itu Tidak Bergerak... > Sabtu, 26 April 2008 | 02:08 WIB > Oleh Andy Riza Hidayat > Kelengangan Jalan Galang, Lubuk Pakam, pecah. Rabu (23/4) pukul 13.30 > ledakan keras dari pucuk senapan menyalak di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 > Lubuk Pakam, Deli Serdang. Sekelompok orang berpakaian sipil, tetapi > bersenjata, membuka paksa sebuah ruangan di sana. > Para pendobrak pintu itu ternyata anggota Detasemen Khusus 88 Anti Teror > Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Sumut). > Guru yang ada di dalam ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Bimbingan > Konseling (BK) kaget. > G Sianturi, guru bidang studi Ekonomi, hanya diam. Dia tak menduga ada > petugas berpakaian sipil merangsek masuk ruangan. Petugas memergoki para > guru membetulkan lembar jawaban siswa peserta ujian nasional (UN). > Tanpa banyak kata, mereka menyita 284 lembar jawaban siswa, pensil, > penggaris, dan peruncing pensil. Para guru gemetar, sebagian menangis. > Tiga hari sudah berlalu, tetapi Sianturi mengaku masih shock. Dia mengatakan > hanya ingin membantu siswa yang kesulitan mengerjakan soal Bahasa Inggris. > Diakuinya semua direncanakan para guru. Pada saat para siswa terlihat tidak > bisa mengerjakan soal, guru-guru akan membantu membetulkan jawaban. "Kami > terpaksa," katanya. > Bahasa Inggris adalah mata ujian pertama yang dijadwalkan pukul 08.00-10.00 > hari itu. Begitu soal dan lembar jawaban terkumpul, empat guru Bahasa > Inggris membuat kunci jawaban dan 16 guru kemudian "ngebut" membetulkan > ulang lembar jawaban 284 siswa di ruang UKS dan BK tadi. Sementara itu, > siswa meneruskan mata ujian kedua: Kimia (untuk siswa jurusan IPA), Geografi > (jurusan IPS), dan Sastra Indonesia (jurusan Bahasa). > Sianturi menuturkan, guru terpaksa membantu karena kasihan siswa tak mampu > mengerjakan ujian Bahasa Inggris. Mereka sudah memprediksi anak didiknya > akan mengalami kesulitan meski sebelum UN, siswa sudah menjalani uji coba > soal ujian dua kali. Hasil uji coba memang mengkhawatirkan. Itulah mengapa > muncul ide untuk membantu siswa. Sayangnya, cara mereka justru mengubur > makna pendidikan itu sendiri. > Para guru sadar, pilihan mereka merupakan tindakan keliru. "Kami sudah > mengajarinya tiga tahun. Kalau mereka gagal UN, kasihan orangtuanya, kan," > katanya. Ia menyesal, tetapi nasi sudah menjadi bubur. > Meski enggan bicara, Kepala SMAN 2 Lubuk Pakam Ramlan Lubis mengakui > kejadian itu. "Kasihan siswa. Saat mengerjakan soal Bahasa Inggris, kami > lihat pensil anak-anak itu tak bergerak, tanda tak bisa mengerjakan, " kata > Ramlan dengan wajah menunduk. Wajah itu kusut, tetapi hampa. > Ramlan menggerutu pemerintah terlalu memaksakan UN. Baginya, penyamaan soal > UN sangat tidak adil. "Bagi anak Jakarta, soal Bahasa Inggris itu mungkin > mudah. Namun, bagi siswa kami, soal UN sangat sulit. UN ini terlalu > dipaksakan sehingga kami pun terpaksa membantu siswa," ujarnya. > Argumen Ramlan ini mungkin benar menyangkut kesenjangan kualitas pendidikan > antardaerah. Ramlan dan para guru hanya tidak sampai hati saja melihat siswa > mereka gagal. "Karena sebagian besar orangtua mereka itu buruh tani dan > buruh kebun," katanya. > Kini wajahnya tambah keruh. Dua malam terakhir dia kurang istirahat. Rabu > siang lalu dia harus menjalani pemeriksaan polisi bersama 16 guru lain > sampai Kamis dini hari. Kini mereka berstatus tersangka pelanggar Pasal 263 > (perihal pemalsuan surat) KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun > penjara. Mereka wajib lapor kepada polisi dua kali seminggu. > Ramlan ingin semua pihak memahami peristiwa di sekolahnya. Namun, ia tak > melanjutkan perkataannya. Dia buru-buru meninggalkan sekolah saat sejumlah > wartawan ingin meminta penjelasan lagi. Ia mengakhiri pembicaraan dan > pulang. > Para guru kemarin duduk-duduk di lorong sekolah. Satu per satu meninggalkan > tempat duduk setelah tahu yang datang adalah wartawan. Di beberapa ruang, > sejumlah siswa berbincang. Sebagian ikut ekstrakurikuler. Saat didekati, > mereka membalikkan badan. > Sejak peristiwa Rabu lalu, tak banyak informasi keluar dari sekolah. Suasana > sekolah itu kini jadi beku karena kekeliruan. Bangku-bangku dan lorong > sekolah terasa senyap. Di salah satu meja guru bertumpuk koran-koran berisi > berita penggerebekan para guru dan kecurangan sekolah itu. > Akan tetapi, praktik kecurangan UN di Sumut tak cuma terjadi di SMAN 2 Lubuk > Pakam. Kecurangan juga terjadi di enam daerah lain di 24 SMA sederajat, > yaitu di Medan, Humbang Hasundutan, Pematang Siantar, Simalungun, Toba > Samosir, dan Binjai. Kecurangan di enam daerah itu masih sebatas laporan > Komunitas Air Mata Guru (KAMG), belum termasuk kejadian lain seperti di SMAN > 2 Lubuk Pakam. > Tahun lalu, KAMG melaporkan kecurangan serupa di sejumlah daerah di Sumut. > Praktik kecurangan terbukti direncanakan demi nama baik sekolah dan daerah. > Yang mengherankan, proses hukum bagi para pelaku kecurangan UN ternyata tak > benar-benar ditegakkan. Setahun kemudian kasus serupa terulang. > Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Deli Serdang Ajun Komisaris Polisi > Ruruh Wicaksono mengatakan, penggerebekan dilakukan berkat informasi awal > datang dari seseorang. > Kedatangan satuan Densus 88 ke sekolah mendapat reaksi keras dari Wagino, > orangtua murid dan kebetulan Ketua Komite Sekolah SMAN 2 Lubuk Pakam. "Saya > menyayangkan polisi.. Tindakan mereka berlebihan. Apalagi ada letusan > senjata," ujarnya. > Wagino juga kesal dan kecewa pada sekolah itu. "Namun, itu bukan tanpa > sebab. Semua terjadi karena UN dipaksakan digelar di seluruh Indonesia. > Bagaimana bisa fair, kualitas guru beda, fasilitas sekolah berbeda. > Anak-anak kami harus menghadapi soal yang sama dengan soal siswa di > Jakarta," katanya. > -- > -- > Vennlig hilsen / Kind regards > Nugroho Adi Sasongko > ------------ --------- --------- --- > 58°57'16.10'' N 5°40'57.04'' E elev 34 m > [Non-text portions of this message have been removed] > __._,_.___ > Messages in this topic ( 1 ) > Reply (via web post) > | > Start a new topic > Messages > INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS > Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/ > =============================== > CARI KERJA? > Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] > http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy > =============================== > INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA? > Kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] > Change settings via the Web (Yahoo! ID required) > Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch > format to Traditional > Visit Your Group > | > Yahoo! Groups Terms of Use | > Unsubscribe > Recent Activity > 159 > New Members > Visit Your Group > Wellness Spot > on Yahoo! Groups > A resource for living > the Curves lifestyle. > Weight Loss Group > on Yahoo! Groups > Get support and > make friends online. > Yahoo! Groups > Lawn & Garden > ideas and tips > for a green thumb. > . > __,_._,___ ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/info-milist-indonesia.txt ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/info-milist-indonesia.txt
