Sepertinya kalo yang ngomong se level menteri, harusnya nyari lokasinya nga masalah Pak Johand. Tapi jangan-jangan lokasinya sudah ditentukan di Ex Bandara Kemayoran... he.. he..
Anyway, sendainya masih dibutuhkan dan "inline" dengan planning "Green IA ITB Tower", ada yang menawarkan kpd saya tanah "gratis" di dekat kawasan-kawasan Industri Bekasi asal mau "berbagi untung" dengan Pemda dan masyarakat sekitarnya. Sekalian bisa dibangun "TECHNO COMPLEX" sebagai exhebition centre, outlet & sarana pendukung lainnya bagi industri2 di Bekasi (katanya Bekasi adalah salah satu kompleks Industri terbesar di dunia). Dalam konteks ini kelihatan bahwa pasarnya sdh jelas dan captive. Hampir tidak perlu disiapkan biaya untuk pembangunannya karena sudah bisa dijual dulu sebelum dibangun. Yang diperlukan cuma sedikit biaya overhead untuk desain & biaya pemasarannya....Jika tertarik, sila hub saya. HP saya ada pada teman Bang Hatta, Rahmat I. Salam Z [EMAIL PROTECTED] From: "Eky S Pratomo-Tedjo" <[EMAIL PROTECTED]> Add Mobile Alert Yahoo! DomainKeys has confirmed that this message was sent by yahoogroups.com. Learn more Date: Mon, 28 Apr 2008 16:31:13 -0000 Subject: [EL-ITB] Re: Menara ITB sbg Green Building Yth Pak JD. Memang lokasi ideal spt itu, namun secara bisnis menara tsb harus profitable dan menjadi 'marketing-tool' bagi ITB & alumninya, sehingga Jakarta masih menjadi pilihan. Hingga saat ini belum ada keputusan matang lokasi-tepatnya. Kami akan laporkan bila sudah ada kepastian. (Rasuna Said atau Gatot Subroto atau TB Simatupang) Karena pak JD sangat concern ttg krisis energi, kami tunggu saran-sarannya. Terima kasih Eky S Pratomo-Tedjo EL83 Dept Database, Informasi & Komunikasi PP IA-ITB 2007-2011 =ESP= Johand Dimalouw : Rekan Eky yth, Logika saya mengatakan, kalau kita mau bangun gedung "Menara ITB" yg hijau alias hemat energi mungkin sebaiknya tidak di Jakarta tetapi di luar Jakarta dgn lahan yg luas dan dgn harga lahan yg relatif murah dan ada sumber energi geothermal atau air terjun/ aliran sungai. Atau di tepi laut jadi pisa manfaatkan energi samudra. Jakarta opsi penghematan energinya ada tetapi relatif kecil. Jadi kalau sdh diputuskan tempatnya di mana berikutnya hanya teknis dan bisa dipilih yg tepat. Salam JD /EL67 2008/4/29 Joko Julianto <[EMAIL PROTECTED]>: > > Setuju Bang. > Mungkin yang perlu distandarkan bukan hanya menara IA ITB. tapi gedung2 lain > di seluruh Indonesia. Mungkin kawan-kawan alumni FTSP bisa merumuskan green > building standar Indonesia wilayah tropis akan seperti bagaimana. Karena > kalau melihat Aussie, mereka sepertinya sudah memiliki standar 5star rating > energi dan lingkungan, bukan hanya untuk gedung2 bertingkat, tapi barang2 > elektronik seperti mesin cuci, lemari es, ac, dish washer, dryer. Mungkin > kawan2 alumni TE and MS atau FTI dapat merumuskan 5star rating untuk barang2 > elektronik. untuk gedung bertingkat, di Adelaide baru saja dibangun apartemen > dimana 100% airnya hasil sirkulasi. Maksud saya, air limbah yang dihasilkan > apartemen tsb, diolah kembali dan dikonsumsi oleh penghuni apartemen tsb. > losses terjadi. tapi hal ini menyebabkan konsumsi fresh water dari PDAM > Adelaide menurun drastis untuk apartemen tsb dibanding gedung2 lainnya. > > Salam > Joko Julianto > > ________________________________ Date: Mon, 28 Apr 2008 19:34:50 +0700 > To: [email protected] > From: [EMAIL PROTECTED] > Subject: [indonesia] [IA-ITB] Green Building > > Rekan-rekan alumni yang saya hormati, > > Sebagaimana kita ketahui, salah satu krisis global > yang sedang mendera dunia saat ini adalah krisis > energi. Dampak dari krisis energi itu misalnya, telah > membuat harga-harga BBM menjadi sangat mahal, dan > dampak berantai dari masalah itu adalah meningkatnya > dana subsidi pengaman yang harus dialokasikan oleh > pemerintah, yang jumlahnya telah mencapai trilyunan > rupiah. > > Untuk menghadapi dampak krisis itu, tentu diperlukan > berbagai upaya, mulai dari peningkatan produktifitas > nasional sampai dengan upaya untuk mendorong perubahan > perilaku dan pola sikap masyarakat, agar berhemat > dalam penggunaan sumber daya yang tersedia. Tentu > saja, semua upaya itu akan lebih berdaya guna, apabila > dilaksanakan dengan mengutamakan inovasi teknologi > terbaru sesuai dengan tuntutan masa depan (future > oriented technologies). > > Disisi lain, kita juga memahami bahwa salah satu > kontributor pada konsumsi energi yang cukup besar di > tanah air adalah gedung-gedung bertingkat. Kita > sepenuhnya mengetahui bahwa banyak gedung bertingkat > itu yang dalam pengelolaannya masih belum berwawasan > lingkungan dan masih relatif boros dalam penggunaan > energi. > > Oleh karena itu, pengurus IA ITB telah berketetapan > bahwa perancangan menara IA ITB akan dilaksanakan > dengan mengedepankan konsep pembangunan gedung > berwawasan lingkungan (green buildings) yang > mengutamakan pemanfaatan energi terbarukan. > > Untuk itu, Pengurus IA ITB siap untuk memfasilitasi > segenap alumninya yang tertarik dan memiliki kepakaran > di bidang passive building technology, sustainable > constructions dan hi rise building untuk dapat > menuangkan konsep/ide dan gagasannya itu kedalam > sebuah karya nyata berupa rancangan Menara IA ITB yang > memiliki distinctive value, sebuah tata nilai yang > berbeda, karena dirancang dengan mengedepankan prinsip > pembangunan yang berwawasan teknologi masa depan yang > memanfaatkan sumber energi terbarukan dan ramah > lingkungan. > > Mari kita wujudkan semua itu menjadi kenyataan, mari > kita jadikan Menara IA ITB sebagai technology > demonstrator yang dapat kita persembahkan kepada > bangsa ini maupun kepada masyarakat internasional. > Konsep/ide dan gagasan rekan-rekan sangat kami tunggu > dan kami harapkan. > > In harmonia progressio, > M. HATTA RAJASA -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/info-milist-indonesia.txt
