Jang bersedih dong Mas Basuki...
Temans mungkin kalau mau terjun sendiri kan
capeeeeek deh karena mau berapa orang yang perlu disosialisasikan ?
Ada baiknya mungkin ada temans ytang tahu, apakah
tidak ada anggaran sosialisasi ? sehingga subject ini tidak terjadi ?
Salam,
Zaenal
At 14:13 30/04/2008, Basuki Suhardiman wrote:
saya sedih sekali ...
ini ITB-ITB ini cuma bisa menyalahkan masyarakat saja ...
kapan ITB-ITB ini mau melakukan 'pendampingan' di masyarakat ?
kapan mau ngajari masyarakat utk dapat menggunakan 'elpiji' yang benar ?
kapan mau memberikan contoh penggunaan elpiji
yang baik dan benar dengan segala resiko nya ?
siapa yang mengajari atau men sosialisasikan
bagaimana penggunakan elpiji yang benar dan baik ?
ESDM ? hehehe ....
suruh aja itu purnomo atau pak luluk turun
sendiri (daripada main ketoprak terus ...)
pantes aja ndagel terus kebijakan nya :-))
Iskandar K wrote:
Memang seperti itu karakter masyarakat kita.
Sangat sulit mengubah kebiasaan yang selama ini mereka lakukan sehari-hari.
Berpikir pendek, mau gampangnya, sulit menerima
hal yang baru walau positif. Tapi kita tidak boleh membiarkan hal ini
Kemarin sempat bincang ringan dgn pedagang
asongan dekat tempat kerja. Sebelum menggunakan
gas, mereka biasa menghabiskan 6-8 liter minyak
tanah sehari, setara dgn 20ribu (asumsi harga
m.tanah per liter=2.500). Sekarang, mereka
hanya menghabiskan ½ tabung gas 3kg sehari,
setara dgn 7,5ribu. Sebulan, mereka bisa saving
250ribu dgn hanya beralih menggunakan bahan
bakar. Seorang ibu rumah tangga juga mengaku
bisa menghemat dari 2 ltr minyak tanah sehari
menjadi 1 tabung gas 3kg dalam 2minggu, setara
dgn penghematan 3ribu Rp per hari. Rata-2
memang mengaku takut dan tidak tahu cara pakai
ketika ditanya kenapa baru sekarang mulai
beralih. Itupun, setelah dipaksa dgn langkanya minyak tanah di pasar.
Tinggal, tantangan berikutnya adalah bagaimana
mengatur distribusi gas agar merata dan tepat
sasaran serta bebas dari penipuan bobot gas yang dijual.
Jangan-2, setelah masyarakat mulai terbiasa dgn
gas, harga gas melambung lagi.
------------------------------------------------------------------------
*From:* [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] *On Behalf Of *Bambang Sutedjo
*Sent:* 30 April 2008 12:03
*To:* [email protected]
*Subject:* [indonesia] Re: Tabung Gas Konversi
Meledak, 1 Rumah Hangus di Bandung
Konsekwensi dari konversi setengah matang
m.tanah ke gas ya itulah salah satunya, saya
rasanya tidak pernah dengar pemerintah
mensosialisasikan cara pemakaian gas yang aman
sementara masarakat terutama kelas bawah-
sudah terlalu terbiasa dengan m.tanah.
Ini sama juga dengan sepeda motor, yang terjadi
ya bisa kita lihat sehari hari..pengendara
sepeda motor seenak udelnya di jalanan, ini
malah lebih parah karena sosialisasi
dilakukan oleh produsen melalui iklan yang
menggambarkan produknya sebagai yang paling
wueessss ...yang lain pasti ketinggalan !!
-----Original Message-----
*From:* [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] *On Behalf Of *hasanuddin windenda
*Sent:* Tuesday, April 29, 2008 7:13 PM
*To:* indonesia
*Subject:* [indonesia] Tabung Gas Konversi Meledak, 1 Rumah Hangus di Bandung
*Tabung Gas Konversi Meledak, 1 Rumah Hangus*
--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.
Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/info-milist-indonesia.txt
--
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG. Version: 7.5.524 / Virus
Database: 269.23.6/1402 - Release Date: 28/04/2008 13:29
--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.
Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/info-milist-indonesia.txt