Dear Rekans,
Menurut saya gaji pekerja lokal memang akan berbeda dengan expat karena 
didalamnya ada komponen overseas allowance, accommodation (apartemen / rumah), 
transportation dll. Masalah lain adalah secara umum gaji pekerja lokal lebih 
rendah dibandingkan dengan kalau kita jadi expat. 
Aspek positifnya kalau kita jadi expat diantaranya adalah:
- Kita bisa dapat pengalaman internasional / global. 
- Kita bisa memberi kesempatan orang lain (termasuk yunior) untuk mengisi 
lowongan yang kita tinggalkan. Ini bisa mengurangi pengangguran di dalam negri.
- Di Oil & Gas Industry hal ini telah mendongkrak gaji Engineer / Designer 
lokal karega banyaknya Engineer & Designer yang  jadi expat di Malaysia, 
Singapore, Timur Tengah, Nigeria (yang ngasih gaji lumayan tinggi), dll 
negara.Hal ini juga ditopang oleh melonjaknya harga minyak. jadi pasar Oil & 
Gas Expat lagi bullish. 
- Gaji Expat Indon bisa bersaing dengan Expat dari India, Filipina, dan negara 
Asia lainnya tetapi lebih rendah dari gaji Expat dari USA atau Eropa Barat. 
Yang ini susah merubahnya
- Dengan Gaji Expat kita bisa menyekolahkan anak kita sesuai dengan keinginan 
kita.
- Menghasilkan devisa bagi negara (untuk bayar hutang negara).
- Kalau bisa saving dari gaji, kita bisa mengumpulkan modal untuk bisnis, 
invest di saham, reksadana, dll. 
Aspek negatifnya diantaranya ya brain drain itu saja.
Jadi menurut saya supaya gaji pekerja lokal sama / dekat dengan gaji expat, ya 
kita mesti jadi expat sajalah supaya gaji kita bisa sama dengan gaji bule 
dinegara mereka (bukan gaji bule expat dinegara kita) dan jadi pahlawan 
devisa yang bisa menahan meluncurnya nilai rupiah terhadap mata uang asing yang 
kuat (Euro, RM, dll).
Demikian sedikit sharing dari saya, kurang lebihnya mohon maaf.
Salam,
Ahsin Mas'ud
   


----- Original Message ----
From: Achmad Zaenal Abidin <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, May 2, 2008 20:28:16
Subject: [indonesia] Bagaimana supaya gaji orang Indo dengan expat sama/dekat ? 
& Pendidkan designer menangkap peluang US $ 100 Milyard di Australia+dalam 
negeri

Zon, Tribas dan Rekans, 

polemik ini bisa dipcepahkan dengan 2 hal :

1. Bagaimana usaha untuk menyamakan gaji orang Indonesia dengan expat ? dengan 
skill dan kompetensi yang sama ?
2. Pendidikan designer yang bayar kan bisa company atau person yang tertarik 
kerja di bidang design yang bisa untuk penuhi kebutuhan tenaga dalam dan luar 
negeri.
    Tentu prioritas untuk dalam negeri, tetapi jika tenaga telah oversupplai 
yang untuk kerja diluar negeri juga tidak masalah dari pada ekspor TKI non 
skill terus ? :-(

Salam,
Zaenal

At 18:49 28/04/2008, Harlizon MBAu wrote:

Wah,

Kalau soal spirit macam-macam yang lain saya nga tau deh...
Tapi kalo konteksnya pada ekonomi & efforts Indonesia saja, agaknya ini sangat 
berlebihan karena:

1. Disini sendiri sangat butuh banyak tenaga trampil/mampu.
2. Nyekolahin SDM sendiri saja effortnya sudah setengah mampus.
3. Sila tanya teman-teman anda yang kerja di luar negeri, hampir selalu mereka 
dianggap sebagai SDM "negara ketiga" disana, tentu gajinya juga mengikuti 
sebutan "negara ketiga" itu alias beda dengan bule-bulenya.
4. Disinipun SDM Indonesia yang jauh lebih tahu situasi (mungkin juga bisa 
lebih skillfull & berwawasan) dibanding expat tapi tetap saja para expat 
dihargai jauh lebih dari SDM Indonesia sendiri dimana mereka nyari makan.  Ada 
kemungkinan expat proyek RekIn lebih tinggi gajinya  dari DirUt  RekIn. Nah 
kenapa malah bukan ngebikin situasi/mendidik tenaga yang menggantikan 
mereka-mereka ini dulu di negeri sendiri? Apa nga pantas anda digaji kaya bule, 
padahal harga minyak dllnya sama antara di negara mereka dengan disini.

Terus-terang saya nga ngerti mana yang lebih realistis nyari-nyari kerjaan 
mendidik orang agar berbuat/menghasilkan bagi orang lain dan dihargai lebih 
rendah dari pada untuk negara sendiri (apalagi jika ditujukan untuk lebih 
dihargai)??? Kok kaya kurang kerjaan aja...???

Saya tidak menyalahkan anda karena bukan anda pengambil keputusannya...
Namun begitu, seberapapun masih "kurang pengalaman" atau "hijau"nya pejabat 
yang mengambil keputusan tersebut, tetap saja keputusannya dapat berdampak 
besar bagi jalannya negara...

Sila kasi pencerahan,  duit yang USD 100 Milyard ini apa maksudnya duit net 
yang masuk ke  Indonesia, dan kapan kan masuknya??? Kesannya kok langsung dapat 
tahun depan atau setidaknya dalam 5 tahun... Jika tidak demikian atau sangat 
jauh dari yang demikian, itukan namanya PENIPUAN PUBLIK...

Lebih malu-maluin kalau pejabat ybs dari ITB...

Salam Z


2008/4/28 Tri Basoeki Soelisvichyanto <[EMAIL PROTECTED] >:

Mas Harlizon,


Mungkin ada "spirit" yang lain yang sesungguhnya tidak kita pahami...


mungkin saja ada pejabat yg berfikir "kalau dulu malaysia belajar dr kita, 
mungkin kita juga bisa belajar dari Australia", jadi tidak semata2 bekerja to 
earn some money di negeri orang...ada "behind the scene lah". walaupun mungkin 
untuk para pekerjanya yg penting "to earn some money", realistsis lah..


sama saja kenapa kita mesti sekolah di luar negeri? yg kemudian berkata" saya 
akan membangun bangsa saya (indonesia)" tetapi ketika berinteraksi dengan orang 
sini dia bilang "eh gue lulusan negeri anu loh.." (plus dada maju semeter). 
kecuali member milis ini tentunya, itu hanya mungkin terjadi diluar milis ini. 
bener khan guys?


Kalo menurut saya, kirim TKI ke negeri orang gpp kok, asal terhormat saja.


Saya kenal dengan salah seorang alumni 77 yg kerja di Australia, dan menurut 
saya... dia masih "Indonesia" sekali, walalupun sudah berkeluarga disana...KTP 
tidak melunturkan identitas aslinya... (sepaham saya).


# tribas


2008/4/28 Harlizon MBAu <[EMAIL PROTECTED]>:


Mas,


Ini mau ngebangun Indonesia atau ngebangun Australia???????

Ngedidik capek-capek tapi ngebangun di luar...

Apa nga malu-maluin para pemimpin disini karena tidak mampu create job untuk 
warga sendiri...

Nga mutu ah...

Repot emang kalo pejabat nga ngerti masalah...


Z

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG. 
Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.23.5/1400 - Release Date: 27/04/2008 9:39

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke