Rekans,
Saya setuju sekali dengan pak Ibnu.
Kita sesuaikan saja obat dengan penyakit.
Lagian hidup ini penuh pilihan kok.
Tinggal kitanya lebih suak yang mana?
Mo obat dokter atau obat alternatif. Silakan saja.
salam,
wahyu
----- Original Message -----
From: "ibnu utama" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, May 05, 2008 10:34 AM
Subject: [indonesia] Re: Konsep marketing yg kuliah di Universitas vs konsep
marketingnya ? was Tung Desem Waringin siap jadi marketer Kota Solo
Teman-teman,
Ada konsep Sales, ada pula konsep Marketing. Dua hal yang berbeda namun
saling berkaitan. Walaupun saya belum pernah mengikuti TDW, namun saya bisa
menebak, bahwa yang di 'coach' oleh TDW adalah Sales, bukan Marketing.
Karena Marketing lebih luas cakupannya dan lebih "long term" kajiannya.
Dalam penerapannya fungsi Marketing tidak hanya berkaitan dengan penjualan,
tapi justru lebih cenderung ke arah penelitian dan prediksi pasar, dan
penentuan sasaran konsumen/client.
Ilmu Marketing sendiri sangat luas, termasuk juga di dalamnya adalah
"Product Engineering" dimana ilmu Marketing berkaitan dengan konsep
Engineering. Product Engineering ini diajarkan di jurusan Teknik Industri
dengan nama mata kuliah "Rekayasa Produk".
Ada pula ke-ilmuan Marketing berkaitan dengan ke-organisasi-an, seperti yang
saat ini digembar-gemborkan oleh Rhenald Kasali dengan "Re-Code DNA", -nya.
Beliau termasuk yang beranggapan bahwa melalui pendekatan organisasi-lah
sebuah konsep marketing dapat berjalan dengan baik, sehingga memenuhi
tujuan-tujuan usaha.
Yang termasuk baru adalah "Political Marketing". Ilmu ini cukup menarik bagi
kita orang Indonesia, karena saat ini kita berhadapan dengan masalah-masalah
pemilihan politik seperti pilkada dlsb. Kebetulan Thesis saya 4 tahun silam
berkaitan dengan Political Marketing ini.
Dan masih banyak lagi kajian-kajian Marketing yang dapat menambah wawasan
kita mengenai dunia usaha.
Sah-sah saja mengikuti TDW, namun ibaratnya sebuah obat, "obat" dari TDW
belum tentu dapat menyelesaikan semua penyakit.
Salam,
Ibnu Utama
ex- Mahasiswa Pasca - Pemasaran FE UI
--- On Mon, 5/5/08, Wahyu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Wahyu <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [indonesia] Re: Konsep marketing yg kuliah di Universitas vs konsep
marketingnya ? was Tung Desem Waringin siap jadi marketer Kota Solo
To: [email protected]
Date: Monday, May 5, 2008, 7:56 AM
#yiv341732476 DIV {
MARGIN:0px;}
Terus terang saya memang tidak paham marketing secara formal, dan saya tidak
menganggap diri sebagai jago marketing.
saya kira anda benar. TDW pasti belajar teori dulu.
kemudian praktek baru dievaluasi.
Nah hasil evaluasi dipraktekkan lagi trus dievaluasi lagi.
Hasilnya yang paling baik baru diterapkan secara besar-besaran.
Saya juga tidak menganggap akademisi tidak perlu atau tidak berguna.
Hanya beda penerapan dan aliran saja.
Kalau praktisi hanya mau lihat hasilnya saja, ilmu darimana saja asal
hasilnya bagus yaa dipakai.
Itu saja.
----- Original Message -----
From: herman rachman
To: [email protected]
Sent: Sunday, May 04, 2008 10:03 PM
Subject: [indonesia] Re: Konsep marketing yg kuliah di Universitas vs konsep
marketingnya ? was Tung Desem Waringin siap jadi marketer Kota Solo
Teori marketing itu dibuat dari pengalaman dan penelitian.
Kelihatannya anda sendiri belum memahami apa itu marketing.
TDW juga belajar teori dulu baru menciptakan konsep sendiri, begitu juga yg
lain.
----- Original Message ----
From: Adi Indrayanto <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Sunday, 4 May, 2008 9:24:07 AM
Subject: [indonesia] Re: Konsep marketing yg kuliah di Universitas vs konsep
marketingnya ? was Tung Desem Waringin siap jadi marketer Kota Solo
Maaf, anda sendiri apa pernah belajar dari TDW? Lalu setelah
dipraktekan apakah benar kemampuan marketing anda meningkat?
salam,
-ai-
2008/5/4 Wahyu <[EMAIL PROTECTED]>:
Dear All,
Setahu saya janji beliau benar kok.
Selama ini pihak2 yang sudah di-Coach TDW sangat puas.
Metoda TDW adalah Street Smart Marketing, artinya marketing dengan cara
"Yang Penting Laku" dengan cara2 yang sudah terbukti ampuh yang diambil
dari
Guru-Guru marketing dunia yang bukan akademisi tapi praktisi bukan dengan
teori2 text Book.
Bedanya para praktisi adalah, mereka mencoba dengan cara tes lapangan dan
begitu sukses ilmu itu ditularkan, Sehingga biasanya sudah proven.
Sedangkan akademisi adalah teoritis dan studi kasus yang kadang sudah
kadaluarsa yang tidak di-update.
Bedanya lagi praktisi adalah mengajarkan pengalaman, sedangkan akademisi
kebanyakan tidak mempunyai pengalaman lapangan.
Sebagai contoh, banyak Dosen marketing, ilmu bisnis yang tidak pernah
jualan
dan tidak punya bisnis.
Bagaimana bisa Dosen mengajarkan sales tapi tidak pernah jualan.
Hal ini yang banyak terjadi di sekolah kita. Banyak pelajaran cuma baca
buku
dan banyak tidak bisa dipraktekkan.
Sebaiknya ada semacam praktek kerja yang benar-benar nyata agar bisa
dievaluasi terapannya..
Jadi, kembali lagi ke TDW. Beliau selalu mencari yang terbaik di dunia dan
belajar darinya dan langsung dipraktekkan. Begitu berhasil langsung
ditularkan.
Misal untuk Sales beliau belajar sama Jay Abraham Jenius Marketing yang
mengguncang dunia. Belajar selama 5 hari bayar USD 25.000, tapi ilmunya
bisa
menghasilkan 100x lipat.
Untuk Sales belajar sama Joe Girad pemegang rekor dunia sales rata-rata
menjual 4 mobil setiap hari selama 4 tahun.
Sebelumnya juga TDW memegang autorised consultant untuk Robert T Kiyozaki
dan Anthony Robbins, Pelatih sukses no1 di dunia.
Semoga bisa memberi pencerahan.
salam,
wahyu
----- Original Message -----
From: Achmad Zaenal Abidin
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] ;
[EMAIL PROTECTED]
Sent: Saturday, May 03, 2008 10:57 PM
Subject: [indonesia] Konsep marketing yg kuliah di Universitas vs konsep
marketingnya ? was Tung Desem Waringin siap jadi marketer Kota Solo
Temans,
Saya jadi penasaran dengan Tung Desem yang awalnya dulu terkesan hanya
seorang marketing MLM.
Tetapi setelah President Direktur Indo Mobil Subronto Laras di zaman
krisis
mempercayakan kepada Tung Desem Waringin untuk meningkatkan pemasaran
sekaligus sebagi advisornya, saya jadi makin pengin tahu tentang
keandalannya sebagai marketing.
Apakah benar janji janji Tung Desem akan menaikkan laba sekian puluh
persen
bahkan ratusan persen ?
Jika benar, lalu apa perbedaan yang sesungguhnya antara belajar bisnis
marketing di bangku kuliah (management marketing dsb) di universitas
dengan
apa yang dipelajari dan dimiliki oleh Tung Desem ?
Salam,
Zaenal
At 22:34 03/05/2008, sri d. wrote:
Edisi : Minggu, 04 Mei 2008 , Hal.III
Tung Desem Waringin siap jadi marketer Kota Solo
Solo (Espos) Motivator Marketing, Tung Desem Waringin menggelar seminar
dengan tema Mastering Influence di Diamond Convention Center Solo, Sabtu
(3/5).
Seminar yang bertujuan meningkatkan marketing skill tersebut ditujukan
kepada para pebisnis, eksekutif, pejabat dan pihak-pihak lain yang
diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian di Solo sebagai magnet
baru
di Indonesia maupun mancanegara.
"Dalam materi Mastering Influence ini antara lain mempelajari bagaimana
menjual ide/jasa/produk dalam waktu tiga detik atau kurang, meledakkan
omzet
penjualan sampai dengan 2000 persen," ujar Tung ketika menggelar
konferensi
pers dengan sejumlah wartawan di Ruang VIP B Diamond Convention Centre,
sesaat sebelum dimulainya seminar tersebut, Sabtu.
Dalam seminar tersebut, Tung berkomitmen untuk menjadi marketer Kota Solo
dan memiliki ketertarikan secara personal untuk ikut mendukung program
Solo
dalam melakukan city branding, sekaligus mensukseskan World City Heritage.
Pada kesempata itu pula, Tung juga berbagi ilmu tentang cara memberikan
the
irresistible sensational offer, formula ajaib dalam menjual dan 12 cara
untuk menyentuh pasar perusahaan.
"Kami yakin ilmu yang didapat dari seminar tersebut akan mampu
meng-upgrade
skill penjualan berbagai individu, instansi, perusahaan, pejabat dan
sebagainya, yang akhirnya akan menjadikan butterfly effect yang dahsyat
terhadap wilayah Soloraya," kata Tung. - sry
__._,_.___
Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new topic
Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar
Saling percaya, Margoyudan maju bersama membangun bangsa.
Untuk bergabung, ketik email kosong ditujukan ke :
[EMAIL PROTECTED]
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format
to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Visit Your Group
Check out the
Y! Groups blog
Stay up to speed
on all things Groups!
Yahoo! Groups
w/ John McEnroe
Join the All-Bran
Day 10 Club.
Learn to live
a full life with these
healthy living
groups on Yahoo!
.
__,_._,___
--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan
akhirat.
Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/info-milist-indonesia.txt
Sent from Yahoo! Mail.
A Smarter Email.
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan
akhirat.
Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.
Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt