Menurut laporan tidak dipublikasikan dari GTZ beberapa tahun lalu, Windmill di Indonesia sangat cocok apabila dipakai di wilayah timur Indonesia (terutama seashore-nya).
Saya belum tahu parameter teknisnya apa, apakah arah angin yang mudah berubah2 di wilayah barat, atau kecepatan angin yang jauh lebih besar di wilayah timur. Namun tentunya GTZ juga mempertimbangkan aspek RED (Regional Economic Development) dalam kerangka ekonomi kerakyatan. Herannya, kok lembaga asing yang sibuk dengan implementasi konsep "pembangunan berkelanjutan" di Indonesia, apakah lembaga semacam Bappenas cuma mampu bertindak dalam kerangka teoritis dan wacana saja? Mari kita tanya Roy Suryo yang bergoyang :p NB: "Climate change (incl. Global Warming)", deforestasi, emisi karbon, perdagangan karbon, keanekaragaman hayati, "carbon sink", dsb. akan menjadi sebuah trend baru dalam periode 3 s.d. 10 tahun mendatang di negara dengan hutan tropis. Reiza ----- Original Message ---- From: seti yarso <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Friday, May 9, 2008 3:28:51 AM Subject: [indonesia] WIND ENERGY BBN yang bukan bahan pangan adalah Shorgun, Jarak risinus, Algae dan ketela mukibat. prospek WIND ENERGY yang sempat dibicarakan oleh Mas Basuki, salah satu masalah adalah vangin 3-4 m/sec, di bawah ini cuplikan milis IndoEnergy, mungkin bisa di-kolaborasi, salam sukses setiyarso --------------------------- From: Soejanto Poedjosoedarto <[EMAIL PROTECTED]> Date: Wed May 7, 2008 4:11 am Subject: Re: Formula untuk turbin angin kapasitas besar. [EMAIL PROTECTED] Send Email Mas, ada teman yang sudah menggeluti windmill ini bertahun2 yaitu Pak Hasan Hambali, pemilik hotel salak... Problem utama untuk windmill di Indonesia adalah arah angin yang berubah2 (tidak satu arah).... Coba anda hubungi [EMAIL PROTECTED] Salam, Soejanto ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
