Bung Ai,
anda selalu memakai nalar yang runtut. Hebat euy!
Umberto Ecco bukannya pernah menulis tentang kajian ilmuwan Katholik
terhadap kumpulan buku2 sihir dan bidah yang ditulis dengan huruf2 cacing
(maksudnya huruf Arab) berpengaruh besar terhadap Renaissance di Eropa.
Eropa (Barat) berkembang berkat pengetahuan dari ilmuwan muslim.......di
pihak lain Wahabi, "berhasil" memurnikan kembali ajaran Islam (menurut
pandangannya) dan cendekiawan Muslim kehilangan catatan2 ilmiah yang
dimusnahkan mereka. Pola2 pembantaian masal terhadap kaum yang tidak
sepaham mereka lakukan. Karbala korban awal dari kaum Wahabi. Awal abad ke
20, mereka melarang kaum Muslimin non Wahabi pergi menuaikan haji ke
Mekah, sampai2 kumpulan ulama dari negeri2 muslim (termasuk negeri Jawa
yang diwakili NU) datang ke sana dan sampai ke ancaman "perang" apabila
tidak diijinkan naik haji waktu itu. Ketimbang dikeroyok rame2, akhirnya
penguasa Mekah membuka kembali gerbang ke tanah suci. Ancam mengancam, adu
fisik seperti begini seharusnya jangan dilanjutkan. Ditaruh di belakang
jadi bagian   sejarah yang kelam. Sudah saatnya penyebaran doktrin Islam
lewat proses yang nalar. Praktek2 biadab jaman batu tidak ada manfaatnya
sama sekali. Hasil kreasi peradaban yang ratusan tahun, bisa musnah dalam
sehari oleh kumpulan amarah manusia yang tidak terkendali. Iman seseorang
sifatnya individual, tanggung jawab sama Gusti Allah sifatnya langsung
tanpa perantara......apalagi perantara tersebut ternyata kumpulan calo2
kekuasaan.
Bukankan lebih nikmat hidup damai berdampingan, tolong menolong tanpa
saling mengganggu?

peace ah!
eme


---------------------------- Original Message ----------------------------
Subject: [indonesia] Re: Catatan Moderator :Re: [Fwd:Tulisan Victor Silaen
di Sinar Harapan] - Pasca Monas
From:    "Adi Indrayanto" <[EMAIL PROTECTED]>
Date:    Tue, June 10, 2008 10:55 pm
To:      [email protected]
--------------------------------------------------------------------------

Sebenarnya memang Islam dulu terbagi menjadi 2 bagian, Islam Timur
berpusat di Baghdad yang mengikuti paradigma Al Ghazali dan menyebar ke
arah Timur, dan Islam Barat berpusat di Cordova dan Toledo di
Spanyol yang mengikuti paradigma seperti Ibn Rush, Ibn Sina yang
menyebar ke Eropa dan berkontribusi para renaissance di Itali.
Indonesia ... ya terkena pengaruh yang Islam Timur ... paradigma Al
Ghazali ... .

Tapi ... saya kira sejarah revolusi industri malah muncul di Eropa setelah
munculnya "anti-thesa" dari Khatolik yang selama itu menguasai Eropa,
yaitu Protestan. Dialektika yang terjadi itu bukan hanya
dimulut saja ... tapi sampai berdarah-darah :-(  Semangat Protestanism
mencoba "mengkaji ulang" semua monopoli kebenaran gereja Khatolik saat itu
memunculkan pemikiran2 alternatif.  Yg sebagian memang diambil dari
peradaban Islam (yg sudah mengumpulkan lebih dulu berbagai ilmu dari
Yunani, Mesir kuno, Persia, dsbnya).

Mungkin perlu dialektika antara paradigma konservatif macam (Wahabism
seperti FPI?) dgn paradigma liberal macam JIL ;-)  Asal syaratnya
jangan sampai berdarah-darah saja ... :-(


salam,

-ai-




-- 
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke