Dear All,
Saya kutip pernyataan dari attachment Pak KK tanggal 6 kemarin : Cadangan energi fosil Indonesia memang sudah seharusnya dikhawatirkan. Data cadangan dan produksi tahunan akhir-akhir ini menunjukkan rasio cadangan terbukti minyak terhadap produksi per tahun dengan produksi sekitar 400 juta barel adalah 10 tahun. Rasio cadangan terbukti gas alam terhadap produksi tahunan yang besarnya sekitar 72 juta TOE adalah 30 tahun, dan rasio cadangan terbukti batubara terhadap produksi yang besarnya sekitar 170 juta ton juga sekitar 30 tahun. Ini berarti, kebijakan eksploitasi dan ekspor batu bara, gas alam, dan minyak bumi sudah lampu kuning. 10 ~ 30 tahun bukanlah waktu yang panjang. Ada dua hal yang mesti dipikirkan secara cepat : 1. Mencari potensi-potensi baru bidang energi fossil (explorasi dan exploitasi) 2. Mengembangkan alternatif-2 energi di luar energi fossil Milist ini telah panjang lebar : biofuel (alga, jarak, tanaman non-pangan), panas bumi, dsb. Coba kita kerucutkan dgn membahas progress masing-2 alternatif, dan bagaimana Content Lokal bisa ditingkatkan. Salam IKR
