AWW.
 
Hitung-hitungan di atas kertas memang gampang. Tapi prakteknya biasanya lebih 
sulit.
 
Namun kalau mau yang praktis, berikut ini saya sampaikan proposal untuk siswa 
gratis. Syarat mereka untuk mendapatkan biaya gratis selama 3 tahun adalah:
1.  Nilai UN minimal 7
2.  keluarga tidak mampu (penerima BLT) dan dibuktikan dengan keterangan 
dari RT/RW dan Kepala Desa/ Lurah
3.  Karena kapasitas kelas hanya 2 x 36 untuk Madrasah tsanawiyah 
(setingkat SMP) dan 2 x 36 untuk Madrasah ALiyah (Setingkat SMU), jika peminat 
berlebih akan diadakan seleksi
 
Ibu-ibu dan Bapak-bapak yang bermaksud menjadi orang tua asuh, silahkan 
menghubungi kamivia JAPRI saja atau sms/ kontak langsung ke 0811802322.
 
Wassalam. DZArifin
 
==============
 
PROPOSAL “MURID ASUH”
MADRASAH TSANAWIYAH DAN MADRASAH ALIYAH
YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM MIFTAHUL FALAH
 
 
I.                  
 MUKADIMAH
Pendidikan adalah hak dasar bagi setiap manusia, oleh karena itu, sesuai amanat 
konstitusi pemerintah berkewajiban untuk menyediakan prasarana dan sarana 
pendidikan dasar dan menengah kepada seluruh masyarakat yang berada dalam usia 
sekolah. Namun dalam kenyataannya, wajib belajar 9 tahun yang dicanangkan oleh 
pemerintah dalam pelaksanaannya menjadi beban masyarakat untuk menanggung 
biayanya, bahkan bagi sebagian besar masyarakat kita biaya tersebut teramat 
besar sehingga tidak sedikit di antara mereka yang tidak bersekolah karena 
ketiadaan biaya. Ironis memang, tapi pada siapa kita akan meminta pertanggung 
jawaban, toh pemerintah kita memang tidak mampu membiayai wajib belajar secara 
keseluruhan, jangankan untuk membiayai sekolah yang didirikan atas prakarsa 
masyarakat, bahkan di sekolah negeri pun subsidi pemerintah tersebut tidak 
mampu membuat biaya sekolah jadi murah, apalagi gratis!
Dalam kondisi tersebut, kami pengurus Yayasan Miftahul Falah bekerja sama 
dengan Yayasan Cerdas Bangsa menyelenggarakan pendidikan murah bagi masyarakat 
dalam bentuk Madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP) dan Madrasah Aliyah (setingkat 
SMA). Program pendidikan ini  diselenggarakan untuk menjangkau para siswa 
yang berasal dari kelompok dhuafa (rendah pendapatannya), karena sekolah negeri 
yang mendapat subsidi pemerintah pun masih terasa mahal bagi mereka. Sebagai 
perbandingan, untuk masuk SMP Negeri Panumbangan, Ciamis, setiap calon siswa 
mesti menyediakan dana sekitar Rp 500.000,- sedangkan untuk masuk SMA Negeri 
Panumbangan, Ciamis, memerlukan biaya sedikitnya Rp 1.000.000,-, jangan 
bandingkan dengan biaya sekolah di Jakarta, pasti tidak ada apa-apanya!
Namun apa yang terjadi? Ketika sekolah yang kami kelola mematok biaya Rp 
100.000,- untuk Tsanawiyah dan Rp 200.000,- untuk Aliyah (padahal itu sudah 
termasuk SPP dua bulan, baju olah raga, dan biaya masa orientasi 
pengenalan program studi) ternyata banyak diantara mereka yang mendaftar dengan 
sangat terpaksa mengundurkan diri karena tidak mampu.
Kami sudah mencoba memberikan pengertian pada orangtua dan para calon siswa 
agar mereka tetap sekolah walaupun belum bisa membayar, karena mereka memang 
punya hak mendapat pendidikan yang layak sebagaimana amanat konstitusi dan 
terutama Kitab Suci. Memangnya hanya karena mereka miskin kemudian mereka tidak 
memiliki hak untuk sekolah. Di manakah keadilan, di manakah rasa kemanusiaan 
seperti yang digembar gemborkan dalam Pancasila itu?
Namun Bapak/Ibu/ Sdr yang dermawan, Yayasan juga memiliki keterbatasan, sumber 
dana harus ada, karena para guru tidak bisa dibayar dengan “rasa kemanusiaan”, 
karena kapur tulis tidak bisa dibayar dengan “idealisme”, dan karena gedung 
sekolah tidak bisa dibangun dengan niat baik semata.
Dengan latar belakang tersebut, mulai Tahun Ajaran 2004/2005, kami menggulirkan 
program “Murid Asuh” yang dipaparkan di bawah ini.
 
II.               
 APA PROGRAM “MURID ASUH” ITU?
Yaitu program bantuan pendidikan di mana Bapak/Ibu/Sdr dapat menentukan satu 
atau beberapa murid dan membiayai yang bersangkutan sampai menyelesaikan 
jenjang studinya. Setiap semester, sekolah akan melaporkan prestasi murid yang 
bersangkutan, di samping itu, setiap bulan dilakukan komunikasi melalui buku 
penghubung antara Bapak/Ibu.Sdr dengan murid yang menjadi asuhannya. 
 
III.             
BAGAIMANA CARANYA UNTUK MENJADI DONATUR MURID ASUH?
Gampang saja, Bapak/Ibu/Sdr tinggal menghubungi kami, nanti salah satu staf 
kami akan menjelaskan prosedur teknisnya. Kami bisa dihubungi di alamat 
Yayasan, khusus yang berada di daerah Jabodetabek dapat menghubungi langsung 
Sdr. Doedoeng Z. Arifin No. HP. 0811802322.
 
IV.             
 BERAPA BIAYA PER MURID ASUH?
Tergantung tingkat sekolahnya. Madrasah Tsanawiyah SPP per bulannya Rp 15.000,- 
ditambah keperluan buku pelajaran dan alat tulis sekitar Rp 15.000,-, jadi tiap 
tahun mereka memerlukan biaya “hanya” Rp 360.000,-. Sedangkan untuk tingkat 
Madrasah Aliyah SPP per bulan Rp 20.000,- dan kebutuhan buku serta alat tulis 
Rp 20.000,-, jadi tiap tahunnya memerlukan biaya Rp 480.000,-
Bapak/Ibu/Sdr dapat menyampaikan kepada Yayasan langsung satu tahun atau tiap 
semester (enam bulan) atau setiap bulan tergantung kesanggupan.
 





 

Per tahun

Per semester

Per bulan


M. Tsanawiyah

Rp 360.000,-

Rp 180.000,-

Rp 30.000,-


M. Aliyah

Rp 480.000,-

Rp 240.000,-

Rp 40.000,-
 
 
V.                
 KEPADA SIAPA DANA TERSEBUT DISERAHKAN?
Sebaiknya ditransfer ke rekening Yayasan Pendidikan Islam Miftahul Falah di BRI 
Unit Kecamatan Panumbangan, Ciamis No. 3452-01-009799-5-35 atas nama Bendahara 
Yayasan (Euis Nurhayati). Atau bisa juga ditransfer kepada Koordinator Donasi 
Yayasan (Lia Sari Mulyati) Bank Mandiri Sutisna Senjaya Tasikmalaya No. 
Rekening 131-000-3067537 atau BCA Sutisna Senjaya Tasikmalaya No. Rekening 
321-010-1941. 
Bila hal itu agak merepotkan, dapat dititipkan langsung kepada petugas kami, 
jangan lupa setiap transfer atau donasi langsung untuk menghubungi kami via HP. 
0811 80 2322 atau Telp./Facs. 0265-340125 atau email: [EMAIL PROTECTED] ; 
[EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED] agar segera kami kirim tanda terimanya.
 
VI.             
 BAGAIMANA BILA INGIN MENYUMBANG LEBIH BESAR LAGI?
Pasti kami tidak akan menolaknya! Bahkan bilamana Bapak/Ibu/Sdr berkenan, bisa 
menjadi anggota Pembina Yayasan dan berhak untuk menentukan pergerakan roda 
Yayasan.
 
VII.           BAGAIMANA BILA 
SUMBANGAN KAMI TERHENTI?
Kita semua tahu, bahwa tidak ada seorang pun yang tahu apa yang akan terjadi 
hari esok. Oleh karena itu jangan berkecil hati, pengalaman kami menunjukkan 
tidak pernah ada seorang dermawan yang kekurangan, atau jatuh miskin karena 
rizkinya dibelanjakan di jalan Alloh. Percayalah, bahwa harta Bapak/Ibu/Sdr 
akan bertambah justru karena menjadi dermawan.
 
VIII.        KAPAN BISA MEMULAI MENJADI 
ORANG TUA ASUH?
Sekarang juga bisa! Ingat, jangan tunda kesempatan berbuat baik. Orang bijak 
mengatakan “Good chance never come twice”
 
IX.             
 PENUTUP
Bergabunglah bersama kami dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memeratakan 
pendidikan murah bagi kelompok dhuafa. Usaha kita memang tidak seperti 
Pendidikan Al Azhar atau Paramadina, tapi tahukah Bapak/Ibu/Sdr bahwa Nabi kita 
SAW sering mengatakan bahwa: “Aku berasal dari kalangan dhuafa, aku senantiasa 
bergaul dengan kelompok dhuafa, dan di akhirat kelak aku akan dibangkitkan 
bersama-sama orang dhuafa”.
Kapan lagi kita bisa bergaul dengan mereka yang dhuafa, do it right now!
 
Wassalam. Ketua YPI Miftahul Falah – Yayasan Cerdas Bangsa
Doedoeng Z. Arifin
 
=======================================


--- On Sun, 6/15/08, lukman zaaidi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: lukman zaaidi <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [indonesia] Fw: Pendidikan gratis
To: [email protected]
Date: Sunday, June 15, 2008, 8:54 AM








--- On Fri, 6/13/08, lukman zaaidi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: lukman zaaidi <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Pendidikan gratis
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Friday, June 13, 2008, 8:58 AM






rekans ,sejak mengikuti pro kontra debat agama ,FPI,AHMADIYAH dan Islam Liberal 
dan group Liberal, nggak bisa mengasih komentar , pengetahuan nggak nyampe, 
nanti malah2 jadi tambah runyam, untuk itu ngomong2, mari coba mewujudkan 
pendidikan gratis di negri tercinta ini, untuk itu pendidikan gratis pasti 
memerlukan dana, dari mana dana yang besar untk hal tsb: Saya ajak temans untuk 
mengamati masalah perparkiran di negri kita ini, 
 untuk sampel kita memakai kota Jakarta,Jakarta dg Jabodetabeknya kalau 
siang penduduk mendekati 11 sd 12 juta, dari hitung2an semua pendudu kabupaten 
sekitar dan DKi.kalau tidak akurat pun kira2 mendekati itu, dg jumlah kendaraan 
mobil mendekati 6 juta pertumbuhan per tahun 2008 ini lebih dari 400000 unit, 
jumlah Speda motor lebih lagi dg cepatmnya menyusul jumlah mobil kira2 sdh 
mendekati 4 sd 5juta, nggak percaya tanya polda metro jaya.
 permasalahan jakarta dan kota dan kab sekitarnya ada monopoli perparkiran 
nggak usah saya sebut namanya pasti anda sekalian sudah tahu, dengan harga 
parkir mobil Rp2000,- rupiah 
satujam (akan segera dinaikkan Rp3000,- /jam ) , motor Rp 1000,-/jam segera 
dinaikkan Rp 2000,- /jam dengan alasan kenaikan yang nggak masuk akal sehat.
 Sistem sekarang Yang nota bene dijaman IT yang canggih,sekarang memakai 
sistem apabila kelebihan 1 menit saja sdh dihitung tambah 1jam, jadi kita 
masyarakat membayar hak kita yang di rampas 99 menit pada harga 1jam 2000 perak 
kita kelebihan bayar 1999 rupiah dibulatkan 2000 rp/jam dan untuk motor 1000 
rp/jam
 Kalau asumsi tiap hari yang memakai jasa perparkiran 20 % saja yaitu 
kira2 1,2 juta untk mobil dan 1 juta untuk motor , hak mmasyarakat yang 
terampas kira2 untuk mobil
 per hari yaitu 1.2 juta X 2000 rupiah = 2,4. 000 juta = 2,4 milyard 
rupiah/hari ditambah untuk motor 1 juta X 1000 rup= 1000 juta=1milard rup/ 
hari, total minimum 3,4 milyard rup/ hari\
 dalam 1 tahun 365 X 3,4 M= > 1 trilliun ( lebih besar dari 1 Trilliun 
rup ) yang larinya hanya ke beberapa gelintir oknum, selanjutnya lemparan ke 
temans bagaimana bisanya memblok dana tersebut, guna dipakainuntuk pendidikan 
agar seluruh anak bangsa mendapat pendidikan yang baik sesuai amanat UUd kita. 
sample itu bisa di jadikan standard bagi kota2 lainnya di Indonesia karena 
mereka memakai sistem yang sama. mohon tanggapan. 
Wass Lukman Z





      

Kirim email ke