Memang harus belajar dari belanda ...
antara lain :

bagaimana cara menjajah yang halus ...
bagaimana cara menaklukkan Tjut Nyak Dien ...
bagaimana cara menaklukkan Pangeran Diponegoro ...
bagaimana cara membuat Amangkurat I berkuasa ...
bagaimana cara membuat Dowes dekker menjadi pahlawan ....
bagaimana cara membuat membuat Bung Karno menyusuh Bung Hatta menandatangi
perjanjian KMB dan menanggung seluruh hutang VOC + Hindia Belanda ...

dan

yang paling utama adalah bagaimana membuat devide et impera langgeng ..

nah kalau sudah dikuasai ...
pasti FPI tidak akan main gebug-gebug an . hehehehe ....





On Fri, 20 Jun 2008, Moko Darjatmoko wrote:

One of the most quoted quotes (2.66 millions in Google search) is from G.
Norman Collie:

        "In free countries, every man is entitled to express his opinions
        and every other man is entitled not to listen."

Aku nggak habis ngerti kok ada orang yang dikit-dikit merasa dihujat,
didholimi ... mmm, ini seperti symptom psikologi orang yang "playing the
victim game" (telling everybody how badly they were treated) --
barangkali biar publik jatuh belas kasihan. Kalau nggak suka pendapat
orang lain itu ya nggak usah dengerin, atau mengajukan pendapat sendiri,
yang juga mendapat hak yang sama. Yang tidak boleh --dan kriminal-- itu
adalah kalau denger pendapat yang tidak disukai terus ngamuk-ngamuk bawa
pentung bambu, mukuli orang sampai berdarah-darah. Nah yang begini ini
jelas tindakan biadab, pelakunya musti ditangkap, musti dikerangkeng,
karena membahayakan keselamatan umum.

Moko/

        "Violence... is the last refuge for the incompetent."
                -- Salvor Hardin, Mayor of Terminus
                        (in Isaac Asimov's Foundation)


******

At  6/21/08, fau swasono wrote:
      Mungkin GM cuma sok Pancasilais, mungkin dia juga kampungan.
      Tetapi di negara kita saat ini -setelah reformasi- menulis
      opini dan
      melakukan demo itu tidak melanggar hukum.
      Being kampungan juga tidak melanggar hukum.
      Entahlah kalo pake mukulin orang lain....

      Kenapa yang tidak suka pendapat GM atau kelompoknya tidak
      membalas
      saja dengan menulis tandingan?
      Atau demo lagi?
      Asal jangan rusuh dan nyusahin orang lain aja....

      Bersatu kan tidak mesti memaksakan diri menjadi homogen.

      salam damai,

      fau


      On Fri, Jun 20, 2008 at 11:44 PM, Achmad Zaenal Abidin
      <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
      > Reiza dan temans,
      >
      > Ini bukan bahas lagi ahmadiyah tetapi menanyakan
      kepentingan Forum
      > yang mengatakan pembela Pancasila tetapi koq tidak
      memperhatikan
      > persatuan Indonesia dengan membiarkan penghujatan ? lalu
      apa
      > sesungguhnya yang dikehendaki penggerak seperti Goenawan
      Moehammad ?
      >
      > Apakah mau mengatakan orang orang diluar dia tidak panca
      silais ?
      > tanpa sadar dia sendiri bergerak bertentangan dengan
      pancasila :-(
      >
      > Salam,

      > Zaenal

-- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi
serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia
dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt


--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke