Tanya sama gendruwonya Mas...! he.. he.. 2008/6/26 Achmad Zaenal Abidin <[EMAIL PROTECTED]>: > Temans, > > Apakah ada yang bisa menjelaskan mengapa jauh lebih hemat dari minyak tanah > ? > kenapa perbandingannya bukan terhadap sesama bensin/ethanol ? energynya > berbeda berapa ? (k) J ? > > Salam, > Zaenal > > At 21:17 26/06/2008, IndoExplo wrote: > > "Minyak Gendruwo" Buatan ITS Lebih Hemat dari Minyak Tanah > > Kamis, 26 Juni 2008 | 16:56 WIB > > SURABAYA, KAMIS - Kontroversi banyugeni sedikit demi sedikit menguap. > Belum juga berakhir kini muncul bahan bakar "minyak gendruwo" yang > diklaim jauh lebih hemat daripada minyak tanah. Namun, kali ini tidak > ada rahasia-rahasiaan sebab bahan bakar alternatif tersebut sudah > siap dipasarkan berikut kompor pembakarnya. > > Bahan bakar alternatif ini dibuat para peneliti di Institut Teknologi > Sepuluh November (ITS) Surabaya. Bisa disebut "minyak gendruwo" > karena bahan bakar tersebut memang dibuat dari singkong gendruwo, > jenis singkong yang umbinya berukuran cukup besar. Para penelitinya > sendiri menyebut minyak tanah BE-40. > > Secara fisik tak ada yang istimewa dengan bahan bakar tersebut. Pada > dasarnya, BE-40 adalah cairan bio-ethanol biasa. Namun, terobosan > yang diperkenalkan ITS adalah pemilihan bahan baku yang murah serta > proses pembuatannya yang mudah. > > "Bio-ethanol itu sangat hemat, karena satu liter minyak bio-ethanol > setara dengan sembilan liter minyak tanah biasa", kata peneliti bio- > ethanol, Ir Sri Nurhatika MP di Surabaya, Kamis (26/6). Didampingi > Pembantu Rektor (PR) IV ITS Surabaya, Prof Ir Eko Budi Djatmiko, ia > mengatakan, harga satu liter bio-ethanol Rp10.000, sedangkan sembilan > liter minyak tanah berkisar Rp27.000 dengan asumsi harga Rp3.000 per > liter. > > Tidak hanya itu, bio-ethanol juga dapat dibuat sendiri oleh > masyarakat, karena bahan pembuatan ethanol dapat ditemukan di pasar > dan cara pembuatannya pun mudah. Menurut dia, ethanol sebenarnya > dapat dibuat dari bahan yang mengandung karbohidrat, di antaranya ubi > kayu, walur, kelapa sawit, tetes tebu, kacang koro, limbah tahu, > limbah sampah, dan sebagainya. > > "Bahan paling ideal adalah ubi kayu yang di Jawa dikenal dengan > sebutan singkong gendruwo, karena tingkat karbohidratnya cukup > tinggi. Singkong gendruwo juga mengandung pati (racun) yang tak layak > dikonsumsi," katanya menambahkan. > > Cara pembuatannya, kata dosen senior Biologi ITS Surabaya itu, > singkong gendruwo itu ditumbuk halus, kemudian dimasak dengan panci > sampai menjadi bubur. Hasilnya diberi ragi untuk memicu proses > fermentasi dan didiamkan selama 4-5 hari sampai keluar cairan > ethanolnya dengan kadar 90 persen. Namun, kadar ethanol 90 persen itu > belum cukup untuk berfungsi seperti minyak tanah, sebab kadar ethanol > yang dibutuhkan adalah 95 persen sehingga perlu ditingkatkan. > > "Kalau kadar ethanolnya di bawah 95 persen masih mengandung Pb > (timbal), sedangkan bahan bakar harus bebas dari Pb, sebab kalau ada > Pb-nya bisa meledak. Untuk menaikkan kadar ethanol itu, katanya, > perlu ditambahkan batu kapur (gamping), sehingga ethanol-nya menjadi > bersih dari Pb. > > Selain itu, kompor minyak tanah bio-ethanol juga tidak bersumbu. > Dengan dukungan peneliti Teknik Mesin ITS Surabaya, desain kompor > khusus bio-ethanol pun dikembangkan. "Hasil desain Teknik Mesin ITS > itu akhirnya kami kerjasamakan dengan Koperasi Manunggal Sejahtera > Yogyakarta, untuk memproduksi kompor tanpa sumbu yang harganya > Rp40.000", katanya. > > Oleh karena itu, minyak tanah bio-ethanol tidak hanya ekonomis, tapi > juga terbukti tanpa jelaga. "Mungkin pemanasan minyak bio-ethanol > yang agak lama. Misalnya, untuk memasak mie, kompor minyak tanah > biasa hanya membutuhkan waktu 10 menit, sedangkan kompor bio-ethanol > 2-3 menit lebih lama", katanya. > > WAH > Sumber : Antara > > http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/26/16562678/minyak.gendruwo.bua > tan.its.lebih.hemat.dari.minyak.tanah..
-- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
