--- Begin Message ---
Komite Bangkit Indonesia
erjuangkan “Jalan Baru”
Jalan yang berlandaskan kebhinekaan, keragaman budaya, dan pluralisme
Setelah berhari-hari pers dan televisi Indonesia dibanjiri oleh berita,
ulisan atau komentar tentang demo di depan gedung DPR dan Universitas
tmajaya, yang mengakibatkan berbagai kerusakan dan ditahannya Ferry
uliantono (Sekjen Komite Bangkit Indonesia) maka penting bagi kita semua
ntuk juga memperhatikan penjelasan dari Komite Bangkit Indonesia mengenai
erbagai hal yang berkaitan dengan masalah yang dihebohkan hari-hari ini.
engingat seriusnya masalah sekitar penahanan Ferry Juliantono ini
ihubungkan dengan pentingnya gerakan melawan kenaikan harga BBM, maka
erikut di bawah ini disajikan seutuhnya press-release dari Komite Bangkit
ndonesia, yang dikeluarkan oleh Ketua Umumnya, Rizal Ramli, mantan menko
erekonomian dalam pemerintahan Abdurrachman Wahid.
Seperti yang bisa kita simak bersama-sama, dalam press release ini telah
isorot berbagai hal penting dan serius tentang masalah ekonomi, politik,
an kekuasaan, antara lain tentang POLRI dan BIN. Tanda-tanda diulanginya
embali praktek-praktek rejim Orde Baru juga disinggung di dalamnya.
Press-release ini, yang berjudul "Teruskan Perjuangan Untuk Mengawasi Dan
engawal Hak Angket BBM Agar Bermanfaat Untuk Rakyat", berbunyi sebagai
erikut :
1. Komite Bangkit adalah gerakan moral dan intelektual yang dilakukan secara
amai baik melalui diskusi-diskusi, seminar, sosialisasi dengan berbagai
elompok masyarakat.
Komite Bangkit dibentuk untuk memperjuangkan “Jalan Baru”, jalan anti
eokolonialisme. Jalan yang lebih mandiri, yang akan membawa kemakmuran dan
esejahteraan mayoritas rakyat . “Jalan Baru” adalah jalan yang berlandaskan
ebhinekaan, keragaman budaya, dan pluralisme. Dengan landasan itu, Komite
angkit akan mendorong renaissance kebudayaan sehingga tercipta suatu
asyarakat yang lebih kreatif dan inovatif (innovative and creative
ociety). Bukan sekadar masyarakat terbuka (open society) yang sering hanya
enjadi korban dari globalisasi. Masyarakat yang lebih kreatif dan inovatif
kan mampu menarik manfaat sebesar-besarnya dari kekuatan dan kejayaan masa
alu, serta menarik pengalaman dan manfaat dari kebudayaan antarbangsa.
. Komite Bangkit Indonesia memang memimpin dalam orasi dan unjuk rasa yang
ihadiri langsung oleh Ketua Umum Komite Bangkit Indonesia DR. Rizal Ramli
ada 20 Mei 2008 dalam rangka 100 tahun Kebangkitan Nasional. Unjuk rasa
ersebut diikuti oleh sepuluh ribuan peserta baik dari kalangan pemuda,
ahasiswa, aktivis pergerakan, petani, buruh dan serikat pekerja. Unjuk rasa
ersebut berlangsung dengan aman dan damai, seperti diungkapkan di media
etak dan tayangan media elektronik. Unjuk rasa tersebut juga diamankan oleh
impinan Kepolisian Resor (Kapolres) Jakarta Pusat yang sangat simpatik dan
amai.
. Komite Bangkit tidak setuju dan tidak pernah merencanakan cara-cara
ekerasan untuk menyatakan pendapat. Komite Bangkit Indonesia menentang
egala bentuk kekerasan baik oleh masyarakat maupun oleh aparat keamanan
etapi Komite Bangkit Indonesia mendukung unjuk rasa dan pernyataan pendapat
ang dilakukan secara damai dan tertib, seperti halnya unjuk rasa yang kami
akukan pada 20 Mei 2008, karena hal itu dijamin oleh Undang-Undang dan
erupakan salah satu ciri dari negara demokratis.
. Agresivitas sekelompok kecil pengunjuk rasa pada 24 Juni di Jakarta tidak
ibenarkan, tetapi juga harus dipahami bahwa agresivitas tersebut dipicu
leh tindakan-tindakan aparat sebelumnya yang sangat represif dan telah
embawa korban. Penyerbuan kampus ke Universitas Nasional yang diikuti
emukulan para aktivis dan mahasiswa, insiden Monas yang dipicu oleh sikap
rovokatif aparat keamanan, meninggalnya mahasiswa UNAS Alm. Maftuh Fauzi
arena pukulan-pukulan di bagian belakang kepala yang mengakibatkan Maftuh
ingsan, muntah-muntah, geger otak, dan pemukulan dan penangkapan puluhan
ahasiswa aktivis lainnya telah memicu suasana yang semakin mengeras.
eandainya aparat bersikap mengayomi dan damai seperti pada saat mengamankan
0 Mei 2008 maka kecil kemungkinan akan terjadi konflik fisik seperti pada
anggal 24 Juni 2008. Dalam kaitan itu kami meminta kepada pimpinan POLRI
ang mendapatkan independensinya setelah reformasi sebagai hasil perjuangan
emuda dan mahasiswa dan kaum pergerakan, untuk segera memperbaiki citranya.
angan sampai pada hari Ulang Tahun yang ke-62 ini POLRI sekedar menjadi
lat kekuasaan dan kekuatan represif yang akhirnya akan menjauhkan POLRI
ari rakyat dan cita-cita awal reformasi. Kami percaya bahwa KAPOLRI dan
ajaran Kepolisian RI tidak ingin kembali berada di bawah ABRI, apalagi di
awah Lembaga Intelijen, selama POLRI sungguh-sungguh menjadi kekuatan
engayom dan menimbulkan rasa aman di masyarakat.
. Telah terjadi upaya sistematis untuk memberikan stigma anarkis dan
ekerasan kepada gerakan-gerakan demokratis yang memperjuangkan keadilan dan
ehidupan sosial ekonomi yang lebih baik untuk rakyat. Proses stigmatisasi
ersebut dilakukan dengan menggunakan konsep dan kosa kata ala ORBA dan
ezim otoriter seperti tuduh-menuduh oleh aparat intelijen tanpa landasan
ukum, istilah-istilah seperti dalang mendalangi, tunggang menunggangi dan
enculikan serta penangkapan tanpa surat penahanan.
Penggunaan konsep dan kosa kata ORBA tersebut adalah tanda-tanda awal
embalinya rezim otoriter. Pendekatan dan cara-cara otoriter tersebut, pada
akikinya merupakan upaya untuk membungkam perbedaan pendapat dan kritik
erhadap kebijakan pemerintah yang berkuasa. Komite Bangkit menyerukan
epada seluruh lapisan masyarakat, pemuda, mahasiswa, dan kaum pergerakan
ntuk mewaspadai dan melawan kecenderungan dan cara-cara otoriter tersebut.
omite Bangkit juga mengingatkan kepada pemerintah saat ini untuk tidak
elupakan sejarah, jangan lupa kacang pada kulitnya bahwa pemerintahan saat
ni adalah hasil dari perjuangan mahasiswa, pemuda, dan kaum pergerakan
elawan pemerintahan otoriter ORBA pada tahun 1998.
. “Penculikan” Saudara Ferry J. Juliantono oleh POLRI dan BIN dilakukan di
uala Lumpur, dengan memperlakukan Sdr. Ferry bagaikan teroris atau penjahat
ransnasional. Kami mengucapkan selamat kepada POLRI dan BIN atas
eberhasilannya “menculik” Sdr. Ferry di Kuala Lumpur, tetapi menjadi
ertanyaan mengapa aparat kepolisian dan keamanan tidak pernah mampu
enangkap penjahat-penjahat ekonomi yang kabur ke luar negeri. POLRI dan BIN
angat bersemangat menangkap seorang tokoh prodemokrasi yang menentang
enaikan BBM dan memperjuangankan keadilan ekonomi untuk rakyat, tetapi
idak mampu menangkap para penjahat dalam bidang ekonomi. Komite Bangkit
elah membantu Sdr. Ferry untuk mendapatkan bantuan hukum dan tuntutan pra
engadilan atas tindakan “penculikan tersebut”. Lebih dari 20 lawyer akan
embantu Sdr. Ferry menghadapi tuduhan polisi (silahkan hubungi Sdr. Chudry
itompul no.hp. 0811137482 & Sdr. Sirra Prayuna no.hp. 08158763889).
. Sejak semula Komite Bangkit Indonesia menentang kenaikan harga BBM secara
erbuka dan transparan karena kondisi rakyat Indonesia selama 1 tahun
erakhir sudah sangat sulit karena pemerintahan SBY tidak mampu melakukan
tabilisasi harga-harga bahan kebutuhan pokok. Pada saat yang bersamaan
omite Bangkit menawarkan banyak cara lain untuk menyelamatkan anggaran
anpa menaikkan harga BBM. Oleh karena itu, Komite Bangkit bersama
okoh-tokoh nasional lainnya telah mendesak agar DPR menyetujui Hak Angket.
elalui penyelidikan-penyelidikan yang dilakukan oleh DPR, kami mendesak
gar berbagai ketidakefisienan dan mafia migas bisa diberantas. Oleh karena
tu kami menyerukan agar pemuda, mahasiswa, aktivis pergerakan dan
eman-teman media di seluruh tidak usah takut terhadap upaya stigmatisasi
istematis yang dilakukan oleh oknum pejabat dan aparat. Kami juga
enyerukan agar pelaksanaan Hak Angket diawasi dan dikawal supaya bermanfaat
ntuk rakyat.
akarta 1 Juli 2008
S. Untuk mengetahui lebih banyak tentang Komite Bangkit Indonesia dapat di
lik: http://bangkit.or.id/main.php
--- End Message ---