ah yg bener mas?

2008/7/2 Basuki Suhardiman <[EMAIL PROTECTED]>:

>
>
>
> Komite Bangkit Indonesia
> perjuangkan "Jalan Baru"
>
> Jalan yang berlandaskan kebhinekaan, keragaman budaya, dan pluralisme
>
> Setelah berhari-hari pers dan televisi Indonesia dibanjiri oleh berita,
> tulisan atau komentar tentang demo di depan gedung DPR dan Universitas
> Atmajaya, yang mengakibatkan berbagai kerusakan  dan ditahannya Ferry
> Juliantono (Sekjen Komite Bangkit Indonesia) maka penting bagi kita semua
> untuk juga memperhatikan penjelasan dari Komite  Bangkit Indonesia mengenai
> berbagai hal yang berkaitan dengan masalah yang dihebohkan hari-hari ini.
>
>
> Mengingat seriusnya masalah sekitar penahanan Ferry Juliantono ini
> dihubungkan dengan pentingnya gerakan melawan kenaikan harga BBM, maka
> berikut di bawah ini disajikan seutuhnya press-release dari Komite Bangkit
> Indonesia, yang dikeluarkan oleh Ketua Umumnya, Rizal Ramli, mantan menko
> perekonomian dalam pemerintahan Abdurrachman Wahid.
>
> Seperti yang bisa kita simak bersama-sama, dalam press release ini telah
> disorot berbagai hal penting dan serius tentang masalah ekonomi, politik,
> dan kekuasaan, antara lain tentang POLRI dan BIN. Tanda-tanda diulanginya
> kembali praktek-praktek rejim Orde Baru juga disinggung di dalamnya.
>
> Press-release ini, yang berjudul "Teruskan Perjuangan Untuk Mengawasi Dan
> Mengawal Hak Angket BBM Agar Bermanfaat Untuk Rakyat", berbunyi sebagai
> berikut :
>
> 1. Komite Bangkit adalah gerakan moral dan intelektual yang dilakukan secara
> damai baik melalui diskusi-diskusi, seminar, sosialisasi  dengan berbagai
> kelompok masyarakat.
>
> Komite Bangkit dibentuk untuk memperjuangkan "Jalan Baru", jalan anti
> neokolonialisme. Jalan yang lebih mandiri, yang akan membawa kemakmuran dan
> kesejahteraan mayoritas rakyat . "Jalan Baru" adalah jalan yang berlandaskan
> kebhinekaan, keragaman budaya, dan pluralisme. Dengan landasan itu, Komite
> Bangkit akan mendorong renaissance kebudayaan sehingga tercipta suatu
> masyarakat yang lebih kreatif dan inovatif (innovative and creative
> society). Bukan sekadar masyarakat terbuka (open society) yang sering hanya
> menjadi korban dari globalisasi. Masyarakat yang lebih kreatif dan inovatif
> akan mampu menarik manfaat sebesar-besarnya dari kekuatan dan kejayaan masa
> lalu, serta menarik pengalaman dan manfaat dari kebudayaan antarbangsa.
>
>
> 2. Komite Bangkit Indonesia memang memimpin dalam orasi dan unjuk rasa yang
> dihadiri langsung oleh Ketua Umum Komite Bangkit Indonesia DR. Rizal Ramli
> pada  20 Mei 2008 dalam rangka 100 tahun Kebangkitan Nasional. Unjuk rasa
> tersebut diikuti oleh sepuluh ribuan peserta baik dari kalangan pemuda,
> mahasiswa, aktivis pergerakan, petani, buruh dan serikat pekerja. Unjuk rasa
> tersebut berlangsung dengan aman dan damai, seperti diungkapkan di media
> cetak dan tayangan media elektronik. Unjuk rasa tersebut juga diamankan oleh
> Pimpinan Kepolisian Resor (Kapolres) Jakarta Pusat yang sangat simpatik dan
> damai.
>
>
> 3.  Komite Bangkit tidak setuju dan tidak pernah merencanakan cara-cara
> kekerasan untuk menyatakan pendapat. Komite Bangkit Indonesia menentang
> segala bentuk kekerasan baik oleh masyarakat maupun oleh aparat keamanan
> tetapi Komite Bangkit Indonesia mendukung unjuk rasa dan pernyataan pendapat
> yang dilakukan secara damai dan tertib, seperti halnya unjuk rasa yang kami
> lakukan pada 20 Mei 2008, karena hal itu dijamin oleh Undang-Undang dan
> merupakan salah satu ciri dari negara demokratis.
>
>
> 4. Agresivitas sekelompok kecil pengunjuk rasa pada 24 Juni di Jakarta tidak
> dibenarkan, tetapi juga harus dipahami bahwa agresivitas tersebut dipicu
> oleh tindakan-tindakan aparat sebelumnya yang sangat represif dan telah
> membawa korban. Penyerbuan kampus ke Universitas Nasional yang diikuti
> pemukulan para aktivis dan mahasiswa, insiden Monas yang dipicu oleh sikap
> provokatif aparat keamanan, meninggalnya mahasiswa UNAS Alm. Maftuh Fauzi
> karena pukulan-pukulan di bagian belakang kepala yang mengakibatkan Maftuh
> pingsan, muntah-muntah, geger otak, dan pemukulan dan penangkapan puluhan
> mahasiswa aktivis lainnya telah memicu suasana yang semakin mengeras.
> Seandainya aparat bersikap mengayomi dan damai seperti pada saat mengamankan
> 20 Mei 2008 maka kecil kemungkinan akan terjadi konflik fisik seperti pada
> tanggal 24 Juni 2008. Dalam kaitan itu kami meminta kepada pimpinan POLRI
> yang mendapatkan independensinya setelah reformasi sebagai hasil perjuangan
> pemuda dan mahasiswa dan kaum pergerakan, untuk segera memperbaiki citranya.
> Jangan sampai pada hari Ulang Tahun yang ke-62 ini POLRI sekedar menjadi
> alat kekuasaan dan kekuatan represif yang akhirnya akan menjauhkan POLRI
> dari rakyat dan cita-cita awal reformasi. Kami percaya bahwa KAPOLRI  dan
> jajaran Kepolisian RI tidak ingin kembali berada di bawah ABRI, apalagi di
> bawah Lembaga Intelijen, selama POLRI sungguh-sungguh menjadi kekuatan
> pengayom dan menimbulkan rasa aman di masyarakat.
>
>
> 5. Telah terjadi upaya sistematis untuk memberikan stigma anarkis dan
> kekerasan kepada gerakan-gerakan demokratis yang memperjuangkan keadilan dan
> kehidupan sosial ekonomi yang lebih baik untuk rakyat. Proses stigmatisasi
> tersebut dilakukan dengan menggunakan konsep dan kosa kata ala ORBA dan
> rezim otoriter seperti tuduh-menuduh oleh aparat intelijen tanpa landasan
> hukum,  istilah-istilah seperti dalang mendalangi, tunggang menunggangi  dan
> penculikan serta penangkapan tanpa surat penahanan.
>
> Penggunaan konsep dan kosa kata ORBA tersebut adalah tanda-tanda awal
> kembalinya rezim otoriter. Pendekatan dan cara-cara otoriter tersebut, pada
> hakikinya merupakan upaya untuk membungkam perbedaan pendapat dan kritik
> terhadap kebijakan pemerintah yang berkuasa. Komite Bangkit menyerukan
> kepada seluruh lapisan masyarakat, pemuda, mahasiswa, dan kaum pergerakan
> untuk mewaspadai dan melawan kecenderungan dan cara-cara otoriter tersebut.
> Komite Bangkit juga mengingatkan kepada pemerintah saat ini untuk tidak
> melupakan sejarah, jangan lupa kacang pada kulitnya bahwa pemerintahan saat
> ini adalah hasil dari perjuangan mahasiswa, pemuda, dan kaum pergerakan
> melawan pemerintahan otoriter ORBA pada tahun 1998.
>
>
> 6. "Penculikan" Saudara Ferry J. Juliantono oleh POLRI dan BIN dilakukan di
> Kuala Lumpur, dengan memperlakukan Sdr. Ferry bagaikan teroris atau penjahat
> transnasional. Kami mengucapkan selamat kepada POLRI dan BIN atas
> keberhasilannya "menculik" Sdr. Ferry di Kuala Lumpur, tetapi menjadi
> pertanyaan mengapa aparat kepolisian dan keamanan tidak pernah mampu
> menangkap penjahat-penjahat ekonomi yang kabur ke luar negeri. POLRI dan BIN
> sangat bersemangat menangkap seorang tokoh prodemokrasi yang menentang
> kenaikan BBM dan memperjuangankan keadilan ekonomi untuk rakyat, tetapi
> tidak mampu menangkap para penjahat dalam bidang ekonomi. Komite Bangkit
> telah membantu Sdr. Ferry untuk mendapatkan bantuan hukum dan tuntutan pra
> pengadilan atas tindakan "penculikan tersebut". Lebih dari 20 lawyer akan
> membantu Sdr. Ferry menghadapi tuduhan polisi (silahkan hubungi Sdr. Chudry
> Sitompul no.hp. 0811137482 & Sdr. Sirra Prayuna no.hp. 08158763889).
>
>
> 7. Sejak semula Komite Bangkit Indonesia menentang kenaikan harga BBM secara
> terbuka dan transparan karena kondisi rakyat Indonesia selama 1 tahun
> terakhir sudah sangat sulit karena pemerintahan SBY tidak mampu melakukan
> stabilisasi harga-harga bahan kebutuhan pokok. Pada saat yang bersamaan
> Komite Bangkit menawarkan banyak cara lain untuk menyelamatkan anggaran
> tanpa menaikkan harga BBM. Oleh karena itu, Komite Bangkit bersama
> tokoh-tokoh nasional lainnya telah mendesak agar DPR menyetujui Hak Angket.
> Melalui penyelidikan-penyelidikan yang dilakukan oleh DPR, kami mendesak
> agar berbagai ketidakefisienan dan mafia migas bisa diberantas. Oleh karena
> itu kami menyerukan agar pemuda, mahasiswa, aktivis pergerakan dan
> teman-teman media di seluruh tidak usah takut terhadap upaya stigmatisasi
> sistematis yang dilakukan oleh oknum pejabat dan  aparat. Kami juga
> menyerukan agar pelaksanaan Hak Angket diawasi dan dikawal supaya bermanfaat
> untuk rakyat.
>
>
> Jakarta 1 Juli 2008
>
>
> PS. Untuk mengetahui lebih banyak tentang Komite Bangkit Indonesia dapat di
> klik:  http://bangkit.or.id/main.php <http://bangkit.or.id/>
>
> ------------------------------
> Get the Moviefone 
> Toolbar<http://toolbar.aol.com/moviefone/download.html?ncid=aolcmp00050000000011>.
> Showtimes, theaters, movie news, & more!
>
>

Kirim email ke