Mas Wisnu dan Rekans,
Maaf ya, kalau saya ambil kesimpulan (mudah2an salah) bahwa Mas Wisnu
ini hanya asal kontra saja terhadap BBN dan tidak ada usaha untuk
menumbuhkan BBN di Indonesia. :-(
Buktinya tidak pernah bertemu dengan petani tetapi seolah bertindak
sebagai petani yang maunya harga sangat tinggi Rp. 5.000,-/kg yang
tidak mungkin laku sebagai biodiesel di Indonesia untuk saat
sekarang, tetapi juga tidak tahu harga beli pertamina berapa serta
tidak pernah coba membeli dari para broker biji jarak berapa sehingga
tidak tahu harga broker berapa, padahal salah satu yang membuat tidak
ketemu antara pembeli dan penjual biji jarak adalah broker.
Dilain pihak Mas Wisnu juga tidak kasih sama sekali alternatif selain
jarak pagar apa saja....?
Jangan jangan karena Mas Wisnu dari salah satu Oil Company yang
mensponsori harga BBM fossil naik terus karena BBN tidak bisa dibuat
murah ? :-(
Salam,
Zaenal
At 17:28 01/07/2008, Wisnu Martono wrote:
Mas Zaenal,
Saya memang tidak menghubungi petani.
Pertama, saya dasarkan hitungan saya, harga Rp 1500/kg hanya masuk
kalau yield di atas 10ton/ha/th.
Kedua, wong nyari petani yang mau nanam dan jual aja susah kok.
Kalau pun ada yang nanam, kebanyakan kok kegiatan proyek. Dan belum
menghasilkan.
Ketiga, berita di koran, petani Cilacap hanya mau dibeli Rp5000/kg.
Keempat, lha kalau menurut anda harga segitu sudah bagus, sampeyan
tanam sendiri mas. Pasti lebih gede untungnya. Kalau anda hanya mau
beli dengan harga segitu, berarti anda sendiri tidak akan untung kalau lebih.
No.2 saya tidak tahu soal ini.
Apalagi nomer 3. Saya bukan orang Pertamina.
--- On Mon, 30/6/08, Achmad Zaenal Abidin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Achmad Zaenal Abidin <[EMAIL PROTECTED]
co.id>
Subject: Re: [IndoEnergy] "Minyak Gendruwo" Buatan ITS Lebih Hemat
dari Minyak Tanah
To: [EMAIL PROTECTED]
Received: Monday, 30 June, 2008, 11:42 PM
Mas Wisnu,
Koq jawabnya tidak lengkap ?
1. Apakah benar telah hubungi petani petaninya ? dengan harga
Rp.1.500,-/kg tidak mau ?
2. Bagaimana dengan teman teman yang maunya jual Rp. 10.000,- sd Rp.
30.000,-/kg terus ?
3. Berapa harga Pertamina produksi/beli BBM solar/liter ? dan berapa
ongkos produksi/beli BBM premium per liter ?
Salam,
Zaenal
At 22:51 30/06/2008, Wisnu Martono wrote:
Mas Zaenal,
Jangan salah menilai harga. Benar, harga Rp1500/kg itu sudah 3 kali
harga "mimpi kalee" Timnas BBN yang Rp500/kg. Tapi, berapa cost
untuk menghasilkan sekilo bjii jarak? Petani sebenarnya tidak mikir
harga per se, tapi mikir keuntungan. Boleh saja harga (suatu
komoditas) cuma Rp1000/kg (ibaratnya lho ya), kalau untungnya
(ibaratnya lagi lho ya) Rp500/kg, itu lebih bagus daripada harga
Rp1500/kg, tapi rugi.
Jadi, sampeyan keliru kalau kebingungan, wong dikasih harga 3x
lipat kok masih ndak mau. Kesalahan yang sama dilakukan Timnas BBN.
Hanya berfikir soal harga, tapi tidak berfikir soal keuntungan
(petani). Ya gak ada petani yang sudi nanam.
Sebenarnya mudah saja kok, untuk menaksir berapa harga biji jarak
yang wajar dari sisi petani. Ada mas Tri dari PT Titan tuh, yang
udah nanam. Coba beli dari mas Tri, Rp500/kg. Ngamuk gak, dianya.
(Sorry mas Tri, tak rasani). Kalau mas Tri "ngamuk" ditawari harga
segitu, memangnya petani juga gak boleh ngamuk?
Tanya sama mas Tri, sampai harga berapa dia mau lepas biji jarak
yang dia tanam dengan membayar petani. Perasaan saya kok
mengatakan, mas Tri paling tidak minta dibayari Rp1500/kg keatas.
Itupun kalau yieldnya 5 ton/ha/thn. Kurang dari itu, mas Tri pasti
minta dibayari lebih tinggi.
Pola pikir seperti ini yang jarang dipahami oleh "orang pinter"
macam kita yang berdiskusi di milis. Blunder Timnas BBN yang
dipenuhi banyak orang pinter juga ada di sini. Menyederhanakan masalah petani.
--- On Mon, 30/6/08, Achmad Zaenal Abidin <[EMAIL PROTECTED] co.id> wrote:
From: Achmad Zaenal Abidin <[EMAIL PROTECTED] co.id>
Subject: Re: [IndoEnergy] "Minyak Gendruwo" Buatan ITS Lebih Hemat
dari Minyak Tanah
To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
Cc: [EMAIL PROTECTED] r.net
Received: Monday, 30 June, 2008, 7:45 PM
Mas Wisnu dan Rekans,
Apakah benar telah hubungi petani petaninya ? dengan harga
Rp.1.500,-/kg tidak mau ? (padahal sudah jauh lebih tinggi
dibanding Teamnas BBN yang Rp. 500,-/kg) yang berarti dengan
assumsi per tahun 5 ton/ha sudah mencapai penghasilan Rp.7.500.000,
-/tahun/ha ? atau Rp. 625.000,-/ha/ bulan ? jangan jangan petani
yang tidak mau karena biasa hidup dikota juga yang overheadnya tinggi ? :-(
Yang lebih mengkhawatirkan lagi, kalau masih menganggap sama dengan
biji untuk bibit jarak pagar yang maunya dijual Rp. 10.000,- sd Rp.
30.000,-/kg oleh pedagang? :-(
Koq tidak ada yang jawab ya berapa harga Pertamina produksi/beli
BBM solar/liter ? dan berapa ongkos produksi/beli BBM premium per liter ? :-(
Salam,
Zaenal